Sunday, June 3, 2012

Kalau Sama Kamu, Waktu Berjalan Cepat Sekali

"Kalau sama kamu waktu berjalan cepat sekali, rasanya baru sebentar bertemu tahu-tahu aku sudah harus pergi saja. Haha."


Pesan singkat itu membuat saya tersenyum. Kamu jarang sekali mengatakan hal semanis itu, Teman. Saya senang membacanya, bahkan sampai saat ini saya terkadang membaca pesan singkat darimu itu jika sedang merindukan waktu kita bermain bersama.

Saya tidak pernah tahu nilai diri saya di matamu seperti apa, senyaman apa dirimu ketika berada di samping saya, seberapa besar tawa yang bisa kamu hasilkan ketika mendengar lelucon saya yang kadang tidak kamu mengerti sama sekali atau seberapa rindu kamu ketika tidak bisa bermain dengan saya karena kesibukan kita yang terkadang membuat kita selalu kewalahan untuk mencari waktu agar tetap dapat menjalin hubungan pertemanan yang (sangat) dekat.

Saya akui, baru kali ini saya memiliki teman sedekat seperti saya dengan kamu, memiliki analogi dengan teman secara personal (gajah dan jerapah, yin dan yang), memiliki kebiasaan yang hampir seratus persen sama, memiliki waktu dadakan (karena ditinggal oleh teman yang lain) untuk melakukan karaoke bersama, berduaan hingga tenggorokan terasa hampir mati rasa.

Kamu tahu? Saya pernah mengatakan iri kepada kakak saya karena dia memiliki seorang teman yang sangat dekat sampai-sampai ketika mereka bertemu selalu terlihat seperti sedang menonton situasi komedi karena lelucon dan perbincangan mereka yang absurd selalu mengundang tawa untuk semua orang yang melihat. Sampai-sampai ketika salah satu dari mereka (atau keduanya) merasa jenuh mereka dengan sengaja meluangkan waktu untuk karaoke bersama, berduaan (boleh kita coba hal ini lain kali?). Sampai-sampai ketika mereka sama-sama masuk angin mereka bertukar kentut satu sama lain. Saya iri dengan pertemanan mereka yang terlihat begitu dekat, tetapi saya senang karena sekarang saya punya kamu.

Kamu tahu? Kakak saya selalu menunjuk kepada dirinya sendiri ketika saya bertanya siapa teman yang paling dekat yang saya punya. Ya, kakak saya adalah sahabat saya. Mungkin kamu juga merasakan hal yang sama dengan kakakmu. Saya senang mengetahuinya, tetapi saya juga membutuhkan orang lain seperti kamu untuk menjadi sahabat saya.

Teman-teman saya banyak yang mengatakan bahwa saya adalah orang yang lamban dalam merespon suatu hal (khususnya ketika mereka bercerita secara personal dengan saya tentang hal yang mereka lalui), mereka juga bilang saya memiliki ekspresi yang datar dalam merespon berbagai hal yang mereka ceritakan. Ya, saya memang begitu, tetapi bukan karena saya tidak suka dengan cerita mereka, saya hanya bingung harus merespon bagaimana.

Jujur saya suka mendengar cerita dari banyak teman, hal itu yang dapat membuat saya banyak belajar. Mungkin ini yang kamu rasakan ketika saya bercerita panjang lebar kepadamu dan kamu hanya bisa diam sambil mengangguk-angguk sebagai tanda bahwa kamu sedang mendengarkan saya dengan baik, itulah mengapa saya mengatakan bahwa kebiasaan kita hampir seratus persen sama.

Ada banyak hal yang ingin saya sampaikan kepada kamu, mungkin saya akan menyicilnya satu per satu nanti agar kamu ingat bahwa saya selalu ingin menjadi teman yang paling dekat yang kamu punya.

A 100 things i have to do with you and i have to tell to you before we gradute, ingat kata-kata yang sering saya ucapkan kepadamu itu?

Saya sendiri tidak yakin ada 100 hal yang harus saya lakukan denganmu dan 100 hal yang harus saya katakan kepadamu sebelum kita berdua lulus kuliah karena saya tidak menghitungnya. Yang saya tahu saya ingin melakukan banyak hal dengan kamu, bercerita banyak hal kepadamu, dan mendengarkan banyak hal dari kamu. Banyak hal hingga mungkin di otak saya banyak itu berjumlah 100.

Kamu tidak harus janji apa-apa karena saya tahu kamu adalah orang yang paling takut untuk berjanji. Yang kamu harus lakukan adalah tetap menjadi dirimu dan berada di samping saya ketika kamu rasa kamu mampu, that's what friends are for, right? Jangan pergi terlalu jauh ketika kamu ingin menyibukkan diri tanpa melibatkan saya di dalamnya, karena saya akan menjadi sosok yang paling gamang yang pernah kamu temui di dunia ini, setuju?

Oh ya, sebelum saya mengakhiri tulisan ini ada satu hal yang sejak dulu ingin saya katakan kepada kamu :


"Ya, kamu adalah teman dengan tingkat respon jauh lebih lamban dan lebih datar dari saya, tetapi meskipun begitu saya suka berteman denganmu, suka sekali."


-----


NB : Dedicated to my dearest best friend, Black Giraffe, please stay in my life forever because you're one of the best things to ever happen to me :)


by Dita Oktamaya

5 comments:

cinantyan said...
This comment has been removed by the author.
cinantyan said...

kalian sungguh luar biasa dekat se3kali ya seperti saudara kembar siam *loh* haha :D

Dita Oktamaya said...

@cinantyan : kembar siam yg terpisah cinan *loh* *makin ngaco* haha

cinantyan said...

huoooo kamu lebih memilih tetap menjadi kembar siam atau saudara kembar yang terpisah ? :D

Dita Oktamaya said...

@cinan : jadi yang paling dekat, tetapi tidak mau menempel, nanti susah pipis -..- hahaha