Sunday, October 10, 2010

The Missing Piece







Hai Kalian! Apa kabar? Saya harap kalian masih dalam keadaan baik-baik saja. Bagaimana dengan segala keluhan dalam hidup? Apa sudah teratasi semuanya? Semoga :)

Sudah cukup lama sepertinya saya mengabaikan blog kesayangan ini, tetapi tentu saja saya tidak mengabaikan kalian, tidak pernah! :)

Saya hanya sedikit sibuk dengan rutinitas yang terkadang mengekang saya terlalu berlebihan sehingga rasanya waktu 24 jam dalam sehari itu tidak cukup bagi saya, pernahkah kalian merasa demikian?

Anyway, berbicara tentang berbagai macam kesibukan yang memakan waktu, saya jadi rindu kalian dan saya jadi rindu seseorang di seberang sana, teman saya.


Dan kali ini perkenankan saya untuk menceritakan tentang seseorang tersebut. Namanya Jessica Nurhidayati Ellison. Nama yang cukup manis, bukan? Dan memang dia adalah teman yang berkepribadian manis juga, bagi saya :)

Saat pertama kali mengenalnya, bagi saya, dia adalah seseorang yang memiliki daya untuk menjadi pendengar yang baik. Dia adalah tipe orang yang tidak banyak bercerita, hanya mendengar dan hal itulah yang sering membuat saya gemas kepadanya. Saat itu saya terlalu biasa mendengar namanya, karena terlalu banyak teman saya yang bernama sama sepertinya, lucu sekali bukan?


Maka dari itu saya berusaha mencari cara untuk membedakan namanya di daftar kontak ponsel saya. Dan tiba-tiba tercetus nama Jeyjey untuk memanggilnya. Sejak saat itu, Jeyjey pun menjadi panggilan sayang saya untuk dia. But, honestly saya tidak mengerti kenapa tiba-tiba saya memiliki pikiran untuk memanggilnya seperti itu, what do you think, Jey? :)

Jika kalian bertanya apakah kami memiliki kesamaan, jawabannya adalah tidak! Kami sama sekali tidak memiliki kesamaan.


Dia adalah tipe gadis yang memiliki segala keteraturan dalam hidupnya, mulai dari cara makan, pola makan, memakai baju, cara berbicara, cara berdandan, cara belajar. Kami seratus persen berbeda!


Dia adalah orang yang menjunjung tinggi tentang porsi makan yang baik, segala kandungan protein, karbohidrat, vitamin, dan segala bentuk teman-temannya yang baik untuk makan pagi, siang, malam. Dia adalah gadis pecinta segala macam bentuk sayur-sayuran!


Bagaimana dengan saya? Tidak! Jangan harap!


Untuk dapat makan sarapan pagi saja, saya sudah bersyukur beribu kali lipat (karena ketidakberdayaan saya dalam hal memasak dan karena saya tinggal sendiri, maka saya harus membeli makanan dan di Yogyakarta warung makan baru buka pada pukul 9 pagi), saya tidak terlalu menyukai sayur, bagi saya tidak apa-apa jika ada sayur dalam makanan saya, tetapi ketidakadaan sayur itu jauh lebih baik (jangan dicontoh, kawan :D)


Apa saya sudah mengatakan bahwa Jeyjey adalah gadis yang pintar memasak? Yes, she is! Karena itulah dia dapat mengira-ngira makanan seperti apa yang baik untuk makan pagi, siang, dan malamnya.


Bagaimana dengan saya? Tidak! Jangan harap!


Untuk menakar beras dalam panci saja saya masih sering salah! Masuk dapur dan mengupas segala bentuk bahan makanan saja saya jarang, bahkan tergolong tidak pernah karena sekarang saya tinggal hanya di dalam sebuah kamar tanpa dapur!


Jeyjey adalah orang yang memakan makanannya dengan teratur (sampai habis, tidak terburu-buru, dan tertib). Dia akan meletakan sendoknya dengan rapi di atas piring setelah menghabiskan makannya. Tidak ada satu nasi atau lauk pun yang jatuh berceceran di bawah piringnya. Dan dia meminum minumannya nanti, setelah selesai memakan makannya.


Bagaimana dengan saya? Rusuh!


Saya adalah tipe orang yang makan dengan cepat (kecuali jika saya tidak menyukai makanannya), meskipun habis tapi jika melihat piring saya, orang lain akan mengatakan bahwa cara makan saya sedikit rusuh karena akan ada beberapa nasi atau lauk pauk yang jatuh berceceran di sekitar bawah piring. Dan ketika sedang makan, saya sering menyelingkan dengan meminum minuman saya, karena itu makanan dan minuman akan habis di waktu yang hampir bersamaan.


Cara berbicara kami pun berbeda, Jeyjey adalah tipe orang yang akan berbicara dengan baik, dengan bahasa yang teratur dan intonasi yang terarah. Dia akan berbicara dengan perlahan dengan lawan bicaranya. Tidak terlalu cepat dan juga tidak terlalu lambat. Tetapi terkadang dia suka bingung bagaimana mengutarakan apa yang berada di pikirannya, mungkin itu adalah alasan mengapa dia lebih suka menjadi pendengar daripada menjadi pembicara.


Bagaimana dengan saya? Heboh!


Jika kalian sedang melihat saya bersamanya, kalian akan melihat seberapa hebohnya saya berbicara. Saya memang berbicara dengan baik, dengan bahasa yang baik, tetapi sering kali intonasi saya berantakan dan saya akan terlalu heboh untuk mengutarakan apa yang berada di pikiran saya. Jeyjey memang pernah mengatakan bahwa saya adalah pendengar yang baik baginya bagi teman-teman di sekeliling saya, tetapi katanya dia lebih suka saat melihat saya bercerita dengan bersemangat.


Bagaimana dengan penampilan kami? It's totally different!


Mungkin jika kalian melihat saya bersamanya, kalian mungkin akan berpikiran bahwa Jeyjey sedang berjalan bersama adiknya (Itulah kenapa Jeyjey memanggil saya "Adek", hingga saat ini).


Jeyjey adalah gadis yang berdandan selayaknya seorang gadis. Memakai celana jeans, kemeja atau kaos lengan panjang dengan syal yang terkadang melingkari lehernya dan menata rambutnya dengan rapi (dikuncir rapi atau dicepol). Menggantungkan tas satu tangan di bahunya. Memakai sepatu untuk wanita-wanita dewasa atau sepatu-sepatu kets biasa selayaknya sepatu untuk seorang gadis. Benar-benar menggambarkan bahwa dia adalah seorang mahasiswi.


Bagaimana dengan saya? Berantakan!


Saya biasa memakai pakaian yang apa adanya, tidak terlalu mengikuti mode, hanya memakai jeans, kemeja atau kaos berkerah atau kaos tanpa kerah, jaket tipis, membiarkan rambut saya terurai atau terkuncir berantakan (karena sejujurnya saya tidak terlalu pintar menata rambut), memakai tas punggung, dan memakai sepatu selayaknya sepatu olahraga seorang gadis. Hal itu sedikit menggambarkan bahwa saya adalah seorang siswi sekolah menengah pertama yang sedang mencoba mencari tahu seperti apa kakaknya berkuliah. Dan Jeyjey sering melemparkan lelucon atas hal ini. Tentu saya tidak akan marah, tidak akan marah untuk dia yang sering mengatakan saya terlalu imut untuk disakiti orang jahat :)


Bagaimana dengan cara belajar kami? Well, let see...


Jeyjey adalah tipe gadis yang akan mendaftar segala bentuk tugas yang diberikan kepadanya. Dia akan mencatat segala bentuk perkuliahan dengan baik kemudian menguraikan catatan dengan tulisan tangannya yang indah. Kalian akan melihatnya berjalan sambil menggenggam sebuah buku catatan (file atau binder) kemana-mana. Dan jika ada ujian, dia akan menghafalkan bahan ujiannya mati-matian kemudian melafalkannya dengan kencang.


Bagaimana dengan saya? Tidak teratur!


Saya adalah gadis yang tidak akan mencatat perkuliahan jika bahan perkuliahan itu tidak penting sekali, bagi saya (dan sesungguhnya semua bahan perkuliahan adalah penting, maka dari itu Jeyjey mencatat dan saya pun mem-foto copy catatannya :D). Saya adalah tipe orang yang sangat malas mencatat kedalam bentuk catatan tertulis karena saya lebih suka mendengarkan dan mencatatnya di dalam pikiran saya. Kalian mungkin akan melihat saya membawa buku catatan (file atau binder) di dalam tas saya, tapi isinya adalah gambar-gambar abstrak hasil karya saya saat saya sedang bosan dengan kuliah yang saya ikuti (kenyataannya saya tidak bisa menggambar). Jika ujian datang, saya tidak akan menghafalnya, saya akan membaca bahan ujiannya berkali-kali jika saya rasa sudah cukup, saya tidak akan membacanya lagi. Dan dibandingkan dengan tulisan tangannya, tulisan tangan saya jauh dari kata bagus!


Meskipun tidak memiliki kesamaan satu pun dengannya, tetapi tetap saja saya selalu menemukan kenyamanan saat bersamanya. Dia adalah seorang gadis yang menjadi tipe ideal para laki-laki (menurut saya, bagaimana menurut kalian?), tipe teman yang sabar dan teman yang supel. Teman yang akan mengingatkan kalian untuk beribadah dan mengingat segala bentuk kebesaranNya, teman yang tidak akan membawa kalian masuk ke dalam bentuk keburukan apapun di dunia, keburukan yang membuat kalian menjadi buruk juga, teman yang baik yang selalu menginginkan kebaikan untuk teman-teman yang menjadi kesayangannya.


Berbeda dengan saya yang tidak mengerti dengan makna persahabatan pada khususnya, dia adalah seorang teman yang mengerti dengan baik makna sahabat itu sendiri secara khusus dalam kehidupannya.


Berbeda dengan saya yang masih bingung dengan apa yang saya cari dalam hidup saya, hal seperti apa yang menjadi tujuan saya, jauh ketika saya masih melakukan pencarian seperti apa sebenarnya jati diri saya. Dia sudah mengerti semuanya.


Berbeda dengan saya yang selalu berpikiran bahwa semua manusia berbeda dan tidak akan pernah sama, maka teruslah perbedaan itu ada agar kita semua mengenal satu sama lain. Dia meleburkan segala perbedaan dan berusaha masuk untuk menemukan segala bentuk kesamaan yang ada.


Berbeda dengan saya yang ingin segala sesuatunya menjadi luar biasa dengan usaha. Dia ingin segalanya baik-baik saja dan sederhana.


Dia adalah gadis yang memang seperti para gadis pada umumnya, suka berbelanja, suka diet, suka sedikit manja, suka berbicara tentang persahabatan, suka keindahan dalam puisi, suka membaca novel psikologi tentang cinta, suka menangis, suka ribet dengan sesuatu yang sebenarnya tidak ribet, dan suka tertawa ceria.


Berbeda dengan saya yang selalu terlihat tidak peduli (meskipun saya peduli) dan tidak terlalu mudah dekat dengan orang yang belum dikenal. Dia adalah orang yang selalu memperlihatkan kepeduliannya dan orang yang mudah dekat dengan orang lain, bahkan orang yang masih belum terlalu dikenalnya. Dia adalah teman yang baik.


Dia adalah teman yang untuk selama 3 bulan ini dan 2 bulan ke depan berada jauh dari saya. Teman yang selama satu semester ini menghilang dari pandangan mata saya karena harus melakukan pertukaran pelajar di negri ginseng yang jauh di Asia Timur sana. Dia adalah teman yang saat ini sedang saya rindukan.


Saya tahu, tanpa saya, dia akan selalu baik-baik saja, masih dapat menjalani kehidupan dengan baik dan ceria. Tapi tanpa dia, ada sesuatu yang hilang dan kurang dalam diri saya.


-----


NB : Dedicated to Jessica Nurhidayati Ellison, I do really miss you, Silly Girl! Jaga diri di sana ya, Seperti yang sering aku katakan, orang baik adalah orang yang harus menjalani kehidupan dengan baik. Jadi, karena kamu adalah orang baik, maka kamu harus menjalani kehidupanmu dengan baik. Cepat pulang ya! Banyak hal yang menunggumu untuk diceritakan :)



By Dita Oktamaya

Saturday, July 31, 2010

민혜진이 언니에게 ^6^



언니, 안녕!!^6^ 잘지내요? ㅋㅋ


아마 이편지를 볼때 언니는 비행기를 타고 갔어요. 짧은 시간이 너무 빠르게 보냈어요. 저는 언니랑 같이 즐거운 시간 항상 지냈어요. 그렇니까 너무 고마워요. 언니는 저를 잊지 않을거지 맞죠? ㅋㅋ




우리 mathematic 선생님, 열심히 노력해요. 언니 전공이 너무 어려운 것 같아요. 저도 언니에게 한국말을 열심히 공부할게요! 제 한국말이 좋게 돼서 한국에서 우리 다시 만날 수 있어요. ㅋㅋ




언니, 혼자 느끼면 안돼요. 알겠죠??


언니는 오빠나 언니나 동생이나 없지라도 저를 가지고 있어요. 제가 언니에게 친구가 될 수 있고 동생도 될 수 있고 엄마도 될 수 있고 할머니도 될 수 있을거예요. ㅋㅋ 그럼 혼자 느끼면 안 돼요. 언니는 제 하루 기쁘게 만들어서 너무 고마워요. ^6^




자!! 여기까지 끝납시다! ㅋㅋ


언니는 무슨 말인지 알겠죠?? 제 한국말 나빠서 미안해요.


혜진이 언니 잘 살아야해요, 제발. 아프지말고 행복한 하루 항상 받아야돼요. 오케이??




제가 언니를 잊지 않을게요. 언니는 잊지 못한 사람인데 그래요. 이제 우리 헤어져요. 근데 언니는 항상 제 마음에 있다고 알았어요?? ^6^




언니, 제가 언니를 만날 수 있어서 너무 많이 고마웠어요. 고마워요 언니, 우리는 영원한 언니-동생-친구 인데 맞죠??ㅋㅋ




항상 연락해 주세요! 제 목소리를 듣고 싶으면 좀 알려 주세요. 제가 전화할게요! ㅋㅋ








-----






NB : 당신은 사랑받기 위해 태어난 사람, 당신은 삶속에서 그사랑 받고 있지요 (그노래를 기억하죠? 언니는 사랑받기 위해 태어난 사람인데 제가 언니를 알 수 있어서 너무 기뻐요. 저한테 언니는 선물인데요. 변하지말아요! Don't ever change because i can't smile without you, 언니)





>>> 부드러운 목소리로 제 이름을 불러 주면 저는 변함없이 언니의 귀여운 동생 디따인데요. ㅋㅋ










*In the case like this there are a thousand good reason i want you to stay >~<






By Dita Oktamaya

Thursday, July 22, 2010

#4

Manusia datang dan pergi. Jika mereka sudah datang, maka bersiaplah untuk kehilangan. Tetapi percayalah jika mereka sudah pergi, meninggalkanmu dalam sepi dan nanti lama setelah sekian banyak hal yang kau lalui dengan kehilanganmu akan mereka, tanpa kehadiran mereka dalam hari-harimu, maka percayalah. Entah kapan waktunya, mereka akan kembali, lagi. -Dita Oktamaya


By Dita Oktamaya

#3

Bermimpilah untuk tetap bertahan hidup, bukan hidup untuk bermimpi. -Dita Oktamaya
By Dita Oktamaya

Thursday, July 1, 2010

Terima Kasih Aku Menemukanmu

Matahari menyilaukan pandangan mataku
Menghangatkan perjalanan ini meski lelah menghampiriku
Aku menghitung langkah kaki yang tersisa di belakang
Sebentar lagi aku dapat menemuimu

Ribuan peluh membanjiriku
Mengalir melalui keceriaan yang akan menyapaku
Di sana, di tempat aku bersamamu
Di waktu yang akan kuhabiskan denganmu
Nanti, setelah aku menemukanmu

Aku menghentikan langkah, kutatap kaki penopang langkahku
Perih! Aku terluka! Aku menangis!
Di tengah kepedihan diri aku masih mengingatmu
Kau di mana? Aku mencarimu, selalu
Aku melanjutkan langkahku, sebentar lagi aku dapat menemuimu

Kawan,
Jika belum kutemukan dirimu maka bertahanlah
Bertahanlah di sana untuk menungguku datang

Kawan,
Jika pudar jejak yang berada di belakang maka ukirlah
Demi waktu yang terlalu sedikit untuk dihabiskan bersama

Kawan,
Jika belum dengan baik aku menjagamu maka jagalah dirimu
Demi keinginan hatiku yang selalu kalah oleh ketegaranmu

Kawan,
Jika belum ada rindu di hatimu untukku maka biarlah aku merindumu
Biarlah aku merindumu demi perih yang telah kulalui tanpamu

Dan Kawan,
Jika belum ada hal yang ingin kau sampaikan maka perkenankanlah aku lebih dulu
Demi duniaku yang indah karena kehadiranmu dan aku berterima kasih untuk itu


Poem by Dita Oktamaya

Thursday, June 24, 2010

Penduduk Dunia




Yang dilakukan seorang makhluk bernama manusia terhadap mimpi-mimpi dan keyakinannya adalah mereka hanya tinggal mempercayainya. -Donny Dhirgantoro (dalam buku : 5cm)



Cukup lama rasanya tidak berdiskusi dengan kalian lagi. Apa kabar?


Hari ini saya cukup merasa lega karena baru saja menyelesaikan ujian akhir di semester kedua ini. Jika boleh sedikit bercerita, saya ingin mengatakan bahwa saya rindu sekali dengan kota kelahiran saya, Jakarta. Padahal baru saja beberapa minggu yang lalu saya pulang untuk melepas rindu kepada keluarga. Cengeng ya? :)


Dua hari yang lalu adalah ulang tahun Jakarta. Biasanya di Jakarta ada semacam pasar festival untuk menyambut hari ulang tahunnya, namanya Pekan Raya Jakarta (PRJ), berlangsung selama 1 bulan. Waktu yang cukup lama untuk mengadakan sebuah festival untuk sekedar perayaan hari ulang tahun, itulah Jakarta :)


Berbicara tentang kota ini, bagaimana menurut pendapat kalian tentang Jakarta?


Menurut saya, Jakarta itu adalah surga bagi orang yang siap untuk menghadapi perbedaan yang besar. Tempat yang juara bagi orang-orang yang siap terpuruk dan terjatuh ke dalam jurang yang paling dalam sekali pun. Orang yang berani menginjakkan kakinya di Jakarta adalah seorang kompetitor hebat, orang yang terbuka terhadap persaingan yang pesat dalam kehidupan, dan tentu saja orang yang sudah memiliki cukup banyak bekal untuk tinggal di sana, memiliki bekal keberanian dan keyakinan dalam diri mereka untuk dapat menjadi minoritas meskipun tidak ada mayoritas karena semuanya berbeda. Tidakkah kalian sependapat dengan saya?


Saya jadi ingat, jauh hari sebelum saya pindah ke Yogyakarta untuk menempuh studi saya di sini. Papa saya mengatakan tentang pentingnya setiap diri makhluk hidup jika makhluk hidup itu berani menghargai dirinya sendiri. Mengerti maksud saya?


Papa bercerita tentang pentingnya wawancara dalam perekrutan tenaga kerja dalam kantornya, beliau bertanya apakah saya mengerti tentang mengapa setiap kantor melakukan wawancara dan diskusi tentang jumlah gaji yang layak untuk diberikan kepada calon pekerja. Saya menjawab, untuk bertahan hidup karena orang bekerja untuk mencari uang, uang untuk bertahan hidup. Papa hanya tersenyum mendengar jawaban saya.


Beliau menepuk bahu saya pelan, "Ada hal yang lebih penting dari nilai nominal gaji yang diterima oleh para pekerja. Begini saja, apa kamu mau jadi penduduk dunia? Tahu apa itu penduduk dunia?"


Saya memicingkan mata saat itu, penduduk dunia? Bukankah saya sudah hidup di dunia?


Saya menjawab, "Bagaimana jika dedek mau? Apa harus ada banyak hal yang dedek lakukan untuk menjadi penduduk dunia?"


Beliau tertawa, "Yang kamu butuhkan hanya mempelajari dirimu, memaksimalkan potensi yang ada dalam sini." papa menunjuk ke keningnya.


"Bukan kepintaran akademik saja karena kepintaran akademik itu hanya suatu kebutuhan sesaat, bukan kepentingan yang mutlak..." Papa melanjutkan, "Tapi kecerdasaan untuk menghargai segala hal yang terjadi dalam hidup, sekecil apapun itu. Bukan tentang pengalaman, tetapi tentang pelajaran yang kamu ambil dari setiap permasalahan yang kamu lihat tidak dari satu sisi. Dunia itu luas dek, ketika kamu merasa lelah, jangan egois karena masih ada beratus juta orang di luar sana yang juga merasakan kelelahan untuk bertahan hidup dan demi memiliki hidup yang jauh lebih baik. Jadi kamu terlalu sombong jika kamu mengeluh kamu lelah dengan hanya hal-hal kecil yang kamu lakukan."


"Maksudnya?" saya masih mengerutkan dahi. Masih tidak mengerti ke mana arah pembicaraan kami pergi.


"Itulah kenapa setiap kantor membutuhkan catatan riwayat hidup para calon pekerjanya. Mereka yang membutuhkan tenaga kerja menyeleksi pekerja yang memiliki banyak pengalaman, tapi tunggu ini bukan tentang pengalaman tertentu, tetapi ini tentang pelajaran yang kamu dapatkan selama kamu menempuh pengalaman itu. Tahu kan definisi pengalaman itu apa? Pengalaman itu adalah pengetahuan yang di alami dalam kenangan. Sebenarnya tidak terlalu benar jika seseorang menyatakan bahwa dirinya adalah orang yang tidak memiliki pengalaman, padahal sudah jelas dia menjalani hidupnya, bukan benda mati."


Saya terdiam, lama.


"Kemarin papa sempat mewawancari seseorang yang melamar pekerjaan di kantor papa. Papa bertanya tentang gaji yang dia inginkan. Dan dia menjawab, terserah kantor ingin memberi berapa. Itu salah besar, dek. Jika kamu ingin bekerja dan kamu melamar pekerjaan itu, seharusnya kamu sudah tahu seberapa besar pengetahuanmu tentang pekerjaan itu, kamu tahu seperti apa potensi yang ada dalam dirimu. Ini bukan masalah besar nominal gaji yang akan diberikan, tetapi masalah menghargai dirimu sendiri. Jika kamu menjawab pertanyaan itu seperti calon pekerja tersebut, itu berarti kamu belum sepenuhnya mencintai dirimu sendiri. Meskipun terkadang, ketika kamu menyukai pekerjaan itu, kamu akan lupa tentang materi yang akan kamu terima sebagai imbalan pekerjaanmu. Bukankah kamu sendiri yang mengatakan bahwa kerjakan apa yang menjadi kesukaanmu, bukan apa yang orang lain suka dan suruh kamu untuk mengkerjakannya. Karena kamu percaya bahwa setiap manusia akan sukses dalam bidang yang dia suka jika dia menyadari bahwa kesukaannya dapat berguna bagi dia dan tidak membuang waktunya untuk mengalahkan segala aktivitasnya. Bukankah begitu?"


Saya mengangguk.


"Dan penduduk dunia adalah orang-orang seperti itu dek, orang yang sukses dibidang yang dia sukai bagaimana pun bentuknya. Karena orang-orang seperti itu adalah orang yang melakukan semua pekerjaannya dengan ini." Papa menunjuk ke arah dadanya. "Dan ini." menunjuk ke arah keningnya.


Saya mengangguk, "Jadi penduduk dunia adalah orang-orang yang tekun menjalani apa yang dia suka, apa yang berguna bagi dia? Orang yang selalu berani untuk menghargai dirinya, orang yang sadar bahwa tidak hanya dia saja yang membanting tulangnya demi mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik? Orang yang menghargai setiap hal dalam kehidupan, sekecil apapun itu dan melihatnya dari berbagai sisi yang berbeda?"


Papa mengangguk, "Dan orang yang akan menjadi penduduk dunia itu salah satunya sedang duduk di depan papa."


Saya tersenyum, "Pa, dedek mau jadi penduduk dunia. Bukan untuk uang, tetapi untuk membuktikan kepada dunia bahwa ada manusia yang bernama Dita Oktamaya yang siap meraih sukses di bidang yang dia suka. Bukan manusia yang hanya berupa daging yang dapat berjalan dan diberi nama, melainkan manusia yang dapat memberi manfaat kepada manusia lain."


Papa mengangguk, "Dan dunia akan berkata, terima kasih telah hadir di sini."
-----





by Dita Oktamaya

Tuesday, June 1, 2010

Mutiara yang Terbit di Pagi Hari (Matahari?)


Hai! Sudah lama sekali rasanya saya tidak menyapa kalian, apa kabar? Semoga baik-baik saja. Saya baik, terlebih jika tidak ada ujian akhir semester minggu ini. Melelahkan, tetapi menjalani segala sesuatu dengan ikhlas itu akan menjadi lebih baik dari apa yang kalian pikirkan dibandingkan dengan hanya mengeluhkan hal-hal yang tidak berguna. Bukankah begitu? :)


Bagaimana kehidupan kalian? Apa sama melelahkannya seperti saya? Tetapi, tetap tersenyum ya. Karena jika Tuhan saja senang dengan orang-orang yang tersenyum apalagi makhluk ciptaannya, indah sekali melihat setiap orang tersenyum, bukan? :)


Kali ini saya akan menceritakan kepada kalian tentang seorang teman. Dia adalah orang asing atau orang baru dalam cerita hidup saya yang sebenarnya kehadirannya kadang tidak saya sadari, tetapi entah kenapa ketidaksadaran saya akan kehadirannya membuat saya merasa sedikit lega saat melihat dia, namanya Keissa Meda Dayagi atau lebih sering saya panggil Kei.


Dia adalah gadis sederhana dengan lesung pipi yang terlihat samar di sebelah kanan pipinya, gadis yang selalu berbicara dengan aksen khas melayunya. Gadis yang akhir-akhir ini mulai tersenyum dengan persahabatan saya.


Dia tidak istimewa, tidak! Tetapi setidaknya dia ada ketika saya membutuhkan teman untuk bersandar, bukan dengan sengaja, bahkan saya tidak pernah percaya bahwa saya pernah bersandar dan bercerita dengan orang sekonyol dia. I swear, Kei ^6^


Dia gadis yang konyol.
Ya! Bahkan kalian mungkin tidak akan dapat membaca apa yang dipikirkannya. She's unpredictable. Dia adalah teman yang tidak dapat berbicara apa-apa ketika saya menangis di depannya. Dia adalah teman yang tidak akan membahas hal sedih yang kalian ceritakan kepadanya.


Dia adalah gadis yang langsung menelan bakmi yang dimakannya dengan hanya sedikit gigitan. Gadis yang akan menangis dengan kencang ketika merindukan ibu yang disayanginya. Keissa, gadis yang akan membuang muka jika kalian memintanya untuk meminum air mineral yang tidak disukainya.


Dia bukanlah gadis istimewa, dia hanya gadis biasa dengan berbagai banyak bentuk pertanyaan konyol tentang hidupnya. Gadis yang tidak pernah memiliki daya untuk memakan masakan yang terbuat dari udang. Gadis yang berbeda. Dan dia adalah teman saya bagaimana pun keadaannya.


Beberapa hari yang lalu, saat saya sedang bersandar di bahunya dan bercerita tentang banyak hal yang membuat saya jenuh dengan aktifitas saya, saya bertanya tentang arti nama uniknya


Saya : "Dita nggak pernah kepikiran untuk curhat (curahan hati) ke Kei, Kei kan orang asing. Kita baru kenal. Dita cerita karena Dita nyaman dengan cuma ngeliat Kei. Kita boleh kenalan lagi dari awal nggak?" (mengulurkan tangan ke arahnya).


Kei : (menjabat tangan saya) "Keissa Meda Dayagi."


Saya : "Dita Oktamaya. Itu beneran nama Kei? Artinya apa?"


Kei : "Keissa artinya Mutiara, Meda artinya terbit, Dayagi artinya pagi. Kata ibu itu bahasa Jepang. Jadi nama Kei artinya mutiara yang terbit di pagi hari."


Saya : "Matahari maksudnya?"


Kei : "Oh iya, matahari ya? Mungkin aja, baru sadar." (tertawa sendiri)


Setelah percakapan itu selesai dia mengantar saya pulang. Saya lupa mengatakan terima kasih kepadanya, maka saya pun mengirim pesan singkat melalui ponsel saya. Dan dia membalas pesan saya yang membuat saya menitikan airmata, terharu :


"Selama dita merasa nyaman, Kei akan jadi pendengar yang baik kok buat Dita, tapi maaf ya kalau Kei nggak bisa ngomong apa-apa. Kei selalu nggak bisa ngomong apa-apa kalau ada teman yang menangis di hadapan Kei."


Saya tersenyum. Tidak, saya salah, ternyata gadis konyol satu ini memang gadis yang istimewa.


Kei, bisakah kita berteman selamanya?


Saya ingin mengatakannya saat itu, maka saya membalas pesan singkatnya dengan segera :


"Kei, teman yang baik kadang adalah seseorang yang tidak bisa mengatakan apa-apa saat temannya menangis di hadapannya. Kei nggak perlu ngasih nasehat, uang, makanan, atau rumah ke Dita, selama Kei merasa nyaman mendengar tangisan Dita. Dita hanya membutuhkan keberadaan Kei di samping Dita. Dan hal itu, lebih dari cukup."
-----


Kei, jika Kei membaca tulisan ini, Dita ingin berterima kasih karena ketika seluruh dunia terasa tidak peduli dengan Dita. Kei ada. Dan sepertinya memang Kei akan selalu ada. Terima Kasih.


Terima kasih, Kei. Bukan karena mendengar cerita Dita beberapa hari yang lalu, tapi karena sudah membuat Dita nyaman berteman dengan Kei.


Terima kasih, Kei. Bukan karena usaha Kei untuk bisa menemani Dita ketika Dita butuh teman, tetapi karena sudah membuat Dita tertawa pada setiap percakapan tidak penting yang kita lakukan setiap harinya.


Terima kasih, Kei. Bukan karena keharusan Dita berterima kasih karena Kei selalu ada untuk Dita, tetapi karena Kei masuk ke dalam kehidupan Dita dengan tulus.


Terima kasih, Kei. Untuk semuanya.


Boleh kita berteman selamanya? Boleh Dita menjadi teman yang mendengar suara Kei ketika sedih atau senang? Boleh Kei?


Jika Boleh, terima kasih, Kei.
Bukan karena Kei bersedia masalahnya dicampuri oleh orang seperti Dita, tetapi karena Kei sudah membuat Dita merasa berguna menjadi seorang teman dengan berbagi cerita dunia Kei, apapun itu.


Dan jika Kei menangis membaca ini, percayalah Dita lebih menangis membaca ini karena hal yang ada di sini tidak akan pernah bisa Dita ungkapkan secara lisan kepada Kei.


Terima kasih, Kei. Ini adalah terima kasih yang terakhir dalam tulisan ini, tetapi tidak terakhir dalam setiap hal yang Kei lakukan untuk Dita, apapun itu.
Terima kasih karena telah menjadi Keissa Meda Dayagi, Mutiara yang terbit di pagi hari, matahari Dita :)




-----



NB : Dedicated to my friend Keissa Meda Dayagi. Can we start over? I'm Dita Oktamaya and it'll be my pleasure to see you until the end of my lifetime, nice to see you, new friend :)




--pic : koleksi pribadi




By Dita Oktamaya

Monday, February 22, 2010

Percayakah Dirimu?

Percayakah dirimu tentang persahabatan tanpa akhir?
Persahabatan yang tercipta tanpa syarat,
Berjalan tanpa terikat, apa adanya

Bukan tentang saling mengisi ketidaksempurnaan yang kita miliki,
tetapi mengukir ketidaksempurnaan itu agar menjadi sesuatu yang berarti

Percayakah dirimu tentang cinta sampai mati?
Cinta yang tidak berwujud, tetapi nyata
Berjalan seperti awan yang kapanpun dapat hilang disapu angin

Bukan tentang membangkitkan kesetiaan dan berjanji akan kejujuran,
tetapi menyapu angin agar tidak menghilangkan awan

Percayakah dirimu tentang perpisahan dan pertemuan?
Pertemuan yang berawal indah lalu sedih menghias ketika perpisahan itu ada

Bukan tentang merasa kehilangan dan kesedihan,
tetapi rasa terima kasih karena telah dipertemukan

Percayakah dirimu tentang semua itu?
Aku percaya.

Bukan tentang kebencian atas kenyataan yang dihadapi,
tetapi cara bagaimana menghadapi hidup dengan lebih berani

Bukan tentang melihat kesedihan itu menghampiri,
tetapi bagaimana keindahan itu menyelimuti

Percaya padaku

Bukan tentang seberkas kata yang tertulis di sini,
tetapi tentang bagaimana kau melihat segala hal dari beberapa sisi

Maka kau akan percaya

Bukan karena aku, bukan karena apa yang telah kau baca di sini
tetapi karena dirimu menyadari satu hal,
dunia terlalu sempit untuk dilihat hanya dalam satu sisi


Poem by Dita Oktamaya

Monday, February 15, 2010

A Letter For Her





Masih banyak waktu, katamu
aku yang memelukmu, enggan melepasnya
menatap mata mungilmu, kapan lagi?
(There is much time, you said
I hugged you, and trust me i don't want to let you go.
I was looking at your small eyes, but when?)
Masih banyak waktu, ucapmu menenangkanku
mengusap airmata yang mengalir di pipiku
Jangan menangis! Dengarkan kakakmu!
(There is much time, you said it to make me calm.
You wiped my tears upon my cheek, don't cry! Listen to me, your sister!)
Aku menatap matamu yang mungil
yang entah kapan lagi aku dapat menatapnya seperti itu
Aku memelukmu sekali lagi, lebih erat
(I was looking at your small eyes
and i don't know when will i could to see your small eyes like that, again.
I hugged you, for one more time, tighter)
Hiduplah dengan baik, bisikku
Jaga dirimu untukku karena kau begitu berharga
Dan kau menangis! Begitu tersedu dan aku pun begitu
(Please live comfortly, i wishpered
and please take care of yourself for me because you're so precious to me.
And you cried! Cried a lot and so do i)
Masih banyak waktu, kataku
menatap mata mungilmu dengan lebih tegar
dan yakinlah suatu saat kita dapat bertemu lagi, entah kapanpun itu
(There is much time, i said
looked at your small eyes with smile
and trust me, someday we will meet again, even if we don't know when will it happens)
Kamu mengangguk, masih banyak waktu
aku menatap mata mungilmu sekali lagi, kita saling menatap
Jangan menangis, pintaku
Kamu tersenyum, tidak akan lagi, kita berpisah dengan bahagia
(You agreed to me, there is much time
I was looking at your eyes for one more time again, we were looking at each other
please don't cry, i begged you
You smile, not anymore, we will separated with the happiness within')
Kamu mengusap rambutku, dan menciumnya
Aku akan sangat merindukanmu, ucapmu
Aku tersenyum, sebelum kau pergi aku pun selalu merindukanmu
(You touched my hair and give me a kissed
I will miss you a lot, you said
i smiled, before you go and leave i always missing you, everytime)
Kamu tersenyum singkat, kemudian menangis lagi
Jaga dirimu, janji ya? Dan kamu mengangguk dalam pelukanku
Aku selalu merindukanmu, kakakku
(You smiled just for awhile and then cried again
Please take care yourself, promise me? I always missing you, my sister)
See? I'm missing you. It's true. I'm dying to meet you right now. What are you doing there?
Does everything's going right? Does you spend your days without anyhard? I wonder.
언니 (Sister), you know i never being so nice to you. Always did wrong things, careless, and the things that i always did wrong the most is i'm a kind of silly girl who only little bit could understand what you said, but i do love you 언니 (Sister).
You always talked to me, even if you know that i probably didn't know what things that you always said in your own language (Korean language), but i forced myself to get it, and yeah i got it! Even if you have to speak your story, slowly and repeatly, i'm sorry for that. And i promise you to improve my Korean Language, so that you wouldn't worry anymore and use english to talk to me, someday. We will meet again, right? I hope so.
I miss you 언니 (Sister). Did i ever told you that i'm a writer? Just joking, but my book has published a year ago, it just because i was included 25 persons whose short story was choosen by publisher, nothing special. ㅋㅋㅋ
Now, do you have anything you want to share? Because i have one, no no, two, or three??No, i guess i have a lot of things to talk to you, to share with you. See? i told you, you got silly sister in Indonesia. Hope you didn't regret and please don't. ㅋㅋㅋ
언니 (Sister), will you let me to say something? I missed you. I'm missing you. I miss you. With all my heart. You know, it's hard to separated with you, separated that far until i always cry when i remaind of our memories here, in Indonesia.
It's okay if you not remember all of our memories, but please remember about our sisterhood. About the promise which we had take, about our silly jokes, and about the hat and the letter that you had give to me. I remember all, that's why i write this letter to you. I write this to you, 언니 (Sister).
Guess what? I always wonder what are you doing in there, what kind of friend that you meet each day, what kind of food that you eat everytime, what kind of subject that you learn every schooltime, i always curious about you. Do you curious about me? ㅋㅋㅋ
I always wanted to know, how busy 서울 (Seoul) until i always wonder, did you eat your meal on time? Did you reach your school on time? Did you feel tiring and almost giving up to your activities? I wonder about it 언니 (Sister). I always wonder every single small things that you do in there, in Korea, in your home, in your school. Am i stupid? Yes, i really am and i also silly.
Dear 언니 (Sister), you know i always wanted to have time when we can meet again, the moment which will raise our memories. You also know that i want to studying in there, 서울 (Seoul), i know it's hard to make it come true, but someday i will. For my future, my parent, you, and our memories. So, wish me luck! Please pray for me!
Now, let me to hug you tightly from far away, because i'm afraid that i will fall faint if i didn't do it. I'm missing you 언니 (Sister), this time, yesterday, the day before yesterday, tomorrow, the day after tomorrow, everytime, every single i breath. I'm missing you as always. I really am. Even if you used to be by my side a couple days ago. I always missed you even if i looking at your face days ago.
I love you 언니 (Sister) and it won't change by anything. Sisterhood won't broken up by anything, right? Please 언니 (Sister), please take care of yourself, please live comfortly and happyly, because your happiness is my breath. Please don't cry, because your tears is my pain. Please be happy 언니 (Sister), because someday when we meet again, i want to see your smiling eyes dan hear your laugh, whenever it is until it come to the truth, I will missing you, always.


-----


Dedicate to : 황지희 (Hwang Jihee), the person who always give me smile when we both had spend our holidays together at pasific asia society program in Indonesia. Thanks for everything, Dear. You're so lovely. Thanks for choose me as your little sister for the first and the last. With you, i know the beautiful of Friendship and Sisterhood. Please take care of yourself, because so do i. Until we meet again and we could take care of ourselve each other. I miss and love you,always. Your little sister, 황하늘 (Hwang Haneul).





by Dita Oktamaya

Friday, January 29, 2010

Untuk Kita

Jika aku dapat membuat keajaiban, aku akan terbang ke tempatmu, menemanimu hingga waktu jenuh dan berhenti berputar, hanya sesaat, untuk kita.
by Dita Oktamaya

Friday, January 1, 2010

Selamat Tahun Baru!



Hai apa kabar? Sebelumnya, Selamat Tahun Baru!!!!!!!!!!! :)
Bagaimana malam pergantian tahun kalian? Menyenangkan? Jika kalian bertanya kepada saya, saya akan menjawab : Tidak tahu.

Kenapa?

Jujur saja, saya tidak pernah menghabiskan malam tahun baru di luar rumah (selama di Jakarta), tidak karena saya yang menginginkannya dan juga tidak karena saya tidak memiliki teman untuk menghabiskan waktu bersama saat itu. Saya selalu tertidur, entah kenapa.

Aneh ya? Saya rasa juga seperti itu.

Saya juga merasa tidak ada yang perlu dirayakan saat malam pergantian tahun tiba, tidak ada yang terlalu spesial selain kembang api yang selalu terdengar seperti suara orang-orang yang sedang melakukan peperangan jika kalian tidak berada di luar rumah saat malam pergantian tahun.

Malam pergantian tahun adalah sesederhana itu sehingga kalian dapat mendengar gaduhnya suara trompet ditiup, menemui para penjaja makanan berkeliaran saat tengah malam, dan mendapati bundaran HI (khusus untuk yang bertempat tinggal di Jakarta) terasa sangat ramai, bahkan penuh sesak.

Malam pergantian tahun adalah sesederhana itu!

Begitu sederhana malam pergantian tahun baru, tetapi begitu istimewa karena kalian tidak akan menemukan hal semacam itu ketika malam-malam pergantian hari setelahnya.

Tidak, jangan bercanda.

Saya benarkan? Bukankah kalian tidak ingin meniup trompet dan menyalakan kembang api saat malam biasa? Atau membawa rombongan keluarga dan teman-teman kalian ke bundaran HI atau Alun-alun kota kalian masing-masing (kecuali jika kalian berniat untuk berorasi), tidakkah kalian tidak ingin melakukan itu?

Malam pergantian tahun ini bagi saya adalah (sekali lagi) malam yang saat saya menyambutnya dengan hal yang biasa (kelelahan dan kelelapan saya dalam tidur), yaitu bermimpi indah saat malam pergantian tahun.

Kalian pikir saya bercanda?

Tidak, saya memang tidur, tetapi kedua orangtua saya selalu membangunkan saya ketika pesta kembang api dimulai, mungkin menurut mereka setidaknya anak bungsu tukang tidur mereka bisa merasakan meriahnya malam pergantian tahun dengan melihat tarian api yang tersaji di gelapnya malam yang penuh dengan harapan baru.

Meskipun demikian, saya memiliki keinginan begitu besar untuk tahun 2010 ini. Impian saya.

Dengan meninggalkan 2009 yang sekarang dapat kita sebut sebagai tahun lalu, bukan berarti kita meninggalkan segala apa yang belum kita raih dan kita impikan, bukan? Dan saya melakukan hal itu.

Saya akan meraihnya, mimpi saya. Dan begitu pun kalian, setuju ya?

Kalian tahu? Malam pergantian tahun saya adalah sesederhana itu dan karena itulah saya membaginya dengan kalian, bukan karena kalian terlalu sederhana, tetapi karena saya ingin membuatnya menjadi begitu istimewa, sama seperti kalian di hati saya :)

Selamat tahun baru semua! Sesuatu yang baru bukan berarti ada keusangan di dalam kenangan lama! Keep smile and keep unique! :)



--pic : google.com



by Dita Oktamaya