Showing posts with label Korea Selatan. Show all posts
Showing posts with label Korea Selatan. Show all posts

Monday, October 1, 2012

Cerpen itu...

Hari ini saya (sengaja) mengunjungi pusat studi korea demi keberlangsungan hidup skripsi saya. Ah, berlebihan memang. Mana ada skripsi hidup? Di sana saya bertemu dengan beberapa teman kuliah saya yang (pada dasarnya, selalu) tingkat kerajinan dan kepintarannya dalam menerima ilmu (jauh) di atas saya. 

Kami saling membantu mencari buku yang kami butuhkan. Melihat wajah-wajah tegang seperti mereka saya jadi ingin membuat suasana terasa menyenangkan, sehingga sesekali saya melontarkan lelucon kepada mereka. Untung saja mereka tertawa. Hal yang harus diketahui bahwa membuat orang yang tingkat kepintarannya (jauh) di atas kita tertawa adalah hal yang (terlalu) sulit untuk dilakukan. Karena lelucon kita akan (terasa) seperti lelucon tidak cerdas, tak bermakna. Banyak tidak nyambungnya.

Namun, mereka tertawa dan (sangat) cukup menyenangkan berbincang dengan mereka. Hal yang tidak dapat dilupakan hari ini adalah ketika salah seorang dari mereka tiba-tiba (curhat colongan) mengatakan bahwa dia hampir tidak berdaya menerjemahkan cerpen berbahasa korea yang menjadi bahan skripsinya.

Dia : "Kalau dalam kamus bahasa Indonesia, definisi cerpen kan cerita yang selesai dibaca dengan sekali duduk ya, Dit?"
Saya : "He eh. Trus?"
Dia : "Meskipun aku udah duduk berkali-kali nih ya, tetap aja cerpen berbahasa Korea ini enggak selesai-selesai juga aku baca."

Entah perasaan saya saja atau kalian juga merasakan hal yang sama. Saya agak tergelitik (karena lucu) dengan pernyataan cerdas teman saya itu. 


by Dita Oktamaya

Tuesday, June 12, 2012

Big Hug For WEBG

Ukulele punya Baobao berwarna coklat (Simone) dan Ukulele punya saya berwarna biru (Nano)



Saya : "Ngomong-ngomong, aku serius mengenai duo yang aku ingin bentuk denganmu loh. Aku pengen punya teman yang bisa diajak gila dengan musik."
Baobao : "Wah, aku juga serius. Sama kayak kamu, aku juga pengen punya teman yang bisa diajak berbagi tentang musik."
Saya : "Ah, thanks God i found you."
Baobao : "Me too."


Tepat sekali, itu adalah perbincangan saya dengan Baobao (Yup, Baobao is Damar. I made a nickname for her). Kami sepakat untuk membuat duo, duo yang terbentuk ketika kami berdua bersama-sama duduk menonton video duo wanita asal Korea Selatan (mereka artis indie jadi kemungkinan jarang ada yang tahu, nama duo mereka adalah J Rabbit) bertalenta yang bisa memainkan berbagai macam alat musik untuk memainkan lagu-lagu yang menyenangkan.

Awalnya saya ragu untuk mengajaknya membentuk duo karena dia terlalu bertalenta dan saya terlalu timpang untuk disejajarkan dengan dia. Dalam bidang musik, dia beberapa level jauh di atas saya. Saya tidak bisa apa-apa dan tidak mengerti apa-apa, sama sekali, tetapi saya pikir sudahlah, saya ingin ada sesuatu yang saya kerjakan bersama dia tentang hal yang saya suka sejak dulu (bermusik) dan tidak ada pilihan lain selain mengajaknya membentuk duo karena seriously, partner yang saya ingin saya punya adalah teman kesayangan saya itu, cuma dia, karena dia cuma satu :D

Pada akhirnya, saya berani mengatakan niat saya untuk membentuk duo bersama dia. Kalian tahu bagaimana responnya? Sangat baik! Dia mengatakan "Yuk!" dengan nada yang semangat, segera setelah saya mengatakan niat saya itu, seperti sebuah reflek yang baik ketika kalian diajak makan untuk ditraktir. Saya ingat sekali dengan jelas karena itu jawaban paling menyenangkan yang saya dengar dari dia pada saat itu. Ah, saya lega.

Setelah itu, kami pun mencari nama yang cocok untuk duo kami. Awalnya saya memberi nama 'No Name' terinspirasi dari nama cafe yang saya singgahi ketika saya mendapat kesempatan berkunjung ke Korea Selatan. Cafe tersebut adalah cafe yang menyenangkan dan membuat nyaman. Setelah beberapa pertimbangan, Baobao mengatakan tidak mau memakai nama 'No Name' karena terlalu tidak menggambarkan seperti apa kami. Maka dari itu, kami pun merombak nama duo kami.

Saya kembali memberi nama 'Marshmallow and Cotton Candy' karena teringat perbincangan ketika dia pertama kali bermain ke kos saya. Saya bertanya padanya apakah dia menyukai marshmallow dan dia mengangguk, kemudian dia mengatakan dia suka permen kapas dan dia harap saya suka permen kapas juga, saya pun mengangguk karena saya memang suka permen kapas. Jadi, karena kami sama-sama suka kedua hal itu saya pun memberi nama duo kami dengan 'Marshmallow and Cotton Candy', tetapi lagi-lagi Baobao tidak setuju karena namanya terlalu manis untuk kami berdua yang cuek dan tidak bisa dandan dengan baik dan benar.

Nama duo pun kembali dipikirkan, saya mengatakan bagaimana jika nama duo kami 'Yin dan Yang' karena teringat dengan filosofi Baobao mengenai warna kulit kami berdua. Kulit saya agak putih dan kulit Baobao agak gelap. Baobao adalah teman yang terkadang imajinasinya melebihi batas kemampuan saya, dia berkata kami berdua ibarat Yin dan Yang yang menjadi satu. Dia bilang :

"Ketika kita bersama dunia ini menjadi seimbang, maka dari itu kita berteman dekat. Jika kita tidak berteman dekat, dunia kehilangan Yin dan Yang, kehilangan keseimbangan."

Dulu dia pernah mengatakan hal semanis itu, jika saya tidak salah ingat.

Namun, lagi-lagi Baobao menolak nama itu karena takut dikira sebagai duo penyanyi lagu-lagu mandarin. Akhirnya setelah sekian banyak menolak, Baobao mengatakan pendapatnya mengenai nama duo kami. Dia memberi nama 'Elephant and Giraffe Who Love Marshmallow and Cotton Candy', tetapi sekarang gantian saya yang menolaknya karena namanya terlalu panjang untuk diingat dan dia pun mengiyakan.

Baobao sepertinya bimbang, dia pun menemukan sebuah nama lagi dan mengatakan nama duo kami 'White Elephant and Black Giraffe Who Can't Eat Shrimp and Crab' karena kami sama-sama tidak bisa makan udang dan kepiting ketika kondisi tubuh kami tidak dalam keadaan baik. Kalian tahu bagaimana reaksi saya? Saya menolaknya lagi, namanya masih terlalu panjang, sepertinya Baobao suka sekali dengan nama yang panjang =..= tetapi kemudian saya berpikir, dari nama yang panjang itu ada hal yang menarik perhatian saya.

Pada akhirnya, semua berakhir ketika saya membuat sebuah album foto baru di account facebook saya. Album foto khusus foto-foto kami berdua (yang ekspresinya banyak yang tidak karuan) dan menamainya : WEBG (White Elephant and Black Giraffe) dan kalian tahu bagaimana respon Baobao : "Uwo WEBG <3" seperti itu dan saya lega. Akhirnya kami menemukan nama yang cocok untuk duo kami :)

Kalian pasti bingung kenapa WEBG?

White and Black = Yin dan Yang. Saya tidak akan lupa perkataan Baobao yang mengatakan bahwa kedekatan pertemanan kami adalah ibarat Yin dan Yang, jadi ketika kami jauh, dunia akan kehilangan keseimbangannya. Dan saya memasukan Yin dan Yang dengan bahasa yang berbeda, White and Black.

Elephant and Giraffe, ini bukan karena analogi fisik kami yang seperti kedua binatang tersebut. Bukan. Meskipun Baobao sekarang memanggil saya dengan sebutan Bakpau yang tergambar dari pipi saya yang katanya lucu, buntal seperti bakpau, tetapi bukan karena masalah fisik kami yang tergambar dari kedua binatang itu. Bukan. Hahaha. Elephant and Giraffe, Gajah dan Jerapah, saya sangat menyukai Gajah dan Baobao sangat menyukai Jerapah. Maka dari itu, saya menggunakan Elephant and Giraffe sebagai hal yang mewakili kesukaan kami berdua.

Dan itulah nama duo kami, agak panjang? Memang. Oleh karena itu, kami berdua menyingkat nama duo kami menjadi WEBG (White Elephant and Black Giraffe). Kami adalah grup duo yang namanya ditentukan melalui album foto di facebook dengan persetujuan bersama yang tercetus dari comment pada tanggal 17 Januari 2012. Kami grup duo dengan konsep lagu dalam 4 versi bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Korea, dan Bahasa Perancis (saya akan berusaha dengan giat untuk menyanyi dengan Bahasa Perancis, Bao, mohon bantuannya!).

Grup duo yang tanggal 10 Juni 2012 yang lalu melakukan debut di Monumen Serangan Umum Satu Maret, 0 km, Yogyakarta. Saya sebagai vokalis dan Baobao (Damar) sebagai pemain ukulele. Kami biasanya menyesuaikan dengan beberapa alat musik, seperti keyboard, gitar, marakas, dan glockenspiel, tetapi karena kami sama-sama suka bermain ukulele, fokus kami adalah duo berukulele.

Saya senang sekali karena saya memiliki hal yang bisa dikerjakan dengan teman kesayangan saya, meskipun saya sendiri masih susah untuk disandingkan dengan dia yang terlalu bertalenta dan terlalu cerdas. Ah, tak apa, semoga ketidaktahuan saya selalu bisa diisi dengan pengetahuan yang dimiliki Baobao. Jadi ingat perkataan Baobao's mom :


"Kalau duo dan berkarya bersama ya memang harus saling mengisi dan melengkapi. Sukses terus, pasti."


Terima kasih, Tante. Perkataan tante akan saya ingat :)


Ya, sekarang saya punya WEBG. Punya partner yang sangat sangat baik. I heart WEBG. Segala sesuatu yang kami dapat adalah bonus yang menyenangkan dari kebersamaan yang kami lalui untuk menikmati musik dan membuat orang yang melihat kami senang. Saya sayang sekali dengan WEBG dan sayang sekali dengan partner saya yang sabarnya melebihi orang yang sedang menunggu siput berjalan. Big hug for my lovely bestfriend partner and WEBG, semoga kita berdua ke depannya selalu menjadi lebih baik ya, Aamiin.



by Dita Oktamaya

Thursday, April 19, 2012

Kata Buku #1



Saya sedang dalam proses penyelesaian membaca buku yang sudah cukup lama saya beli, mungkin sekitar awal Desember tahun lalu, jika tidak salah ingat. Buku terjemahan, karya Shin Kyung Sook, asal Korea Selatan yang judul bahasa Inggrisnya tertulis "Please Look After Mom". Apakah di antara kalian ada yang tahu buku itu?

Menurut saya, hasil terjemahan pada buku ini sangat baik dan saya rasa saya tidak pernah mengerutkan kening setiap membaca buku ini dikarenakan tidak mengerti kata-kata yang digunakan sang penerjemah. Bagus, kan?

Ada beberapa dialog pada buku ini yang membuat saya menjadi banyak berpikir, maksudnya banyak berpikir tentang kehidupan yang sedang saya jalani, orang-orang yang berada di sekitar saya, dan banyak hal lainnya (sebagian besar hal kecil) yang terkadang luput dari pikiran saya. Salah satunya adalah dialog sang ibu ketika anaknya bertanya apakah beliau senang berada di dapur dan memasak di dapur, sang ibu menatap lekat-lekat anaknya dan berkata :

"Bukan masalah senang atau tidak senang. Aku memasak karena sudah seharusnya. Aku mesti di dapur supaya kalian semua bisa makan dan pergi ke sekolah. Mana bisa kita hanya melakukan apa yang kita sukai? Ada hal-hal yang mesti dilakukan, entah suka atau tidak. Kalau hanya melakukan apa-apa yang kausukai, lalu siapa yang akan mengerjakan apa-apa yang tidak kausukai?"

Ya, saya juga berpikir demikian, begitulah hidup. Manusia memang sudah seharusnya keluar dari zona nyaman, suka atau tidak suka. Itu alami, itu manusiawi, itu wajar. Setuju dengan saya?

Dan seharusnya saya sudah tahu itu sejak awal dan sekarang saya tahu.

Dialog itu selalu berada di pikiran saya ketika saya merasa tidak nyaman atas hal yang saya kerjakan dan saya menjadi belajar.

Dan saya menjadi tahu bahwa ternyata manusia tidak pernah berhenti untuk belajar dan seharusnya saya tahu itu sejak awal dan sekarang saya tahu. Saya menjadi tahu.

Saya suka membaca buku karena membuat saya tahu banyak hal yang membuat saya sadar bahwa sesungguhnya saya sudah tahu itu sejak awal. Buku membuat saya sadar seberapa tidak sadarnya saya tentang pengetahuan yang sebenarnya sudah saya tahu.


---pic : google.com

by Dita Oktamaya

Thursday, March 1, 2012

Pamer

Ah, saya ingin pamer!

Jujur belakangan ini saya sedang sangat teramat egois karena banyak hal yang saya ingin kalian juga mengetahuinya. Maaf ya, tetapi semoga apa yang saya ceritakan ini selalu menyenangkan, jadi kalian tidak perlu repot-repot melempar sendal ke muka saya jika ternyata kalian tidak menyukai cerita saya. Jangan sampai.


Baiklah, sudah lama sebenarnya ingin bercerita tentang ini. Tentang perjalanan saya di Korea Selatan bulan Oktober tahun lalu. Dari mana memulainya ya? Ada ide?

Jujur saya bingung jika disuruh bercerita tentang perjalanan saya di Korea Selatan kemarin, sangat singkat. Singkat sekali. Mungkin hanya 2 minggu. Jika kalian bertanya untuk apa saya pergi ke sana, saya akan menjawab : Jalan-jalan.

Saya sesungguhnya tidak mengerti perjalanan ini untuk apa dan bagaimana, yang saya tahu (dan ingat) saya diminta mendaftar, membuat essay, mengumpulkan foto, formulir, fotokopi passport, curicculum vitae dan menunggu hasil dari ketua Jurusan saya yang lama, inspirator saya nomer 1 setelah saya menginjakan kaki di Jurusan saya yang sangat saya cintai.
Jika kalian bertanya kenapa saya rela berusaha membuat essay dan repot mengurus ini-itu hanya demi pergi ke Korea Selatan, jawaban saya : Penasaran.

Penasaran yang pertama, karena saya belum pernah pergi ke luar negri sebelumnya dan hal itu membuat saya penasaran karena saya tidak pernah melihat negara lain di luar Indonesia secara langsung, jadilah Korea Selatan negara pertama yang saya kunjungi.

Penasaran yang kedua, karena di Indonesia tidak ada musim gugur dan saya sangat tertarik dengan musim gugur setelah membaca novel karya Ilana Tan yang berjudul Autumn in Paris, jadi saya penasaran ingin melihat daun-daun berserakan di jalan yang menjadikan jalanan begitu amat sangat berantakan, tetapi indah dan sejuk. Ya, meskipun ternyata saya bukan pergi ke Paris tetapi ke Seoul.

Penasaran yang ketiga, karena saya ingin bertemu dengan teman-teman saya di sana, saya penasaran apakah mereka baik-baik saja, apakah kami benar-benar berada di bumi yang sama dan melihat langit yang sama, tetapi tinggal di negara dengan waktu yang berbeda. Saya penasaran untuk melihat perbedaan yang susah dilihat dengan kasat mata.

Begitulah dan rasa penasaran saya semua terjawab sudah. Saya pergi ke sana setelah menempuh berbagai macam kerepotan, tetapi semua berjalan dengan baik berkat sang Inspirator yang dengan sangat baik mengurus visa saya dengan cara mengintruksi saya melalui email karena beliau sudah lebih dulu berada di Seoul.

Ketika sampai di sana saya hanya bisa tersenyum, jadi ini rasanya berada di negara lain di luar Indonesia, jadi ini rasanya musim gugur di negara empat musim, jadi ini rasanya bertemu dengan teman-teman bermata kecil saya setelah beberapa lama tidak bertemu, jadi ini rasanya, menyenangkan sekali.


Ini saya setiba di Bandara Incheon, Korea Selatan (Saya suka susu rasa pisang yang sedang saya genggam erat-erat itu)


Ini saya saat program berlangsung, saya harus memakai rompi itu kemana-mana, nama program itu PYEX (PAS (Pasific Asia Society) Youth Exchange)


Saya senang rasa penasaran saya terjawab bahkan sejak kedatangan saya di negri ginseng tersebut, saya bahkan senang sekali teramat sangat melihat teman saya dengan gaya khasnya mengomeli saya karena dia telah menunggu lama di pintu keluar bandara, wanita bermata kecil itu dengan gaya khasnya mengomeli saya dengan bahasa ibunya (bahasa Korea) kemudian memeluk saya erat, rindu katanya.


(Dari kiri ke kanan) ada 2 teman saya dari satu jurusan saya di kampus dan ada teman bermata kecil saya yang dengan setia menanti kedatangan kami di Bandara Incheon :)


(Dari kiri ke kanan) Bapak inilah inspirator saya, akhirnya ketemu juga setelah program kami selesai, kami berjalan-jalan bersama dua teman saya juga dari jurusan yang sama dengan saya :)


Saya senang karena saya tahu saya mendapat banyak teman baru dari Indonesia dan dari negara-negara tetangga (Asia Tenggara dan sekitarnya) dan berkat mereka saya sempat mempelajari lagu selamat ulang tahun dan kalau kau suka hati dalam berbagai versi bahasa (meskipun tidak semua saya ingat) serta menyanyikannya di mana saja, bersama-sama.

Baru kali ini saya merasa bahwa bahasa Internasional bukanlah bahasa Inggris (karena sebagian besar dari kami tidak dapat berbahasa Inggris), melainkan bahasa Korea, how sweet! Saya dan mereka, sama-sama tidak menggunakan bahasa Korea sebagai bahasa Ibu kami, tetapi saat itu kami dengan cueknya, dengan aksen kami masing-masing berkomunikasi dengan bahasa orang yang notabennya adalah bukan bahasa Internasional, jika kalian bertanya bagaimana rasanya? Menyenangkan. Saya senang, senang sekali teramat sangat.


Inilah wajah-wajah kami secara keseluruhan :D


Menunggu makanan datang, kami sudah sangat kelaparan (bersama teman-teman dari Mongol)


Foto ini diambil saat kami makan di outback, saat itu kami makan banyak sekali :P

Saya bertemu dengan teman-teman dari Indonesia juga, jumlah kami seluruhnya ada 8 orang dan tim Indonesia adalah satu-satunya tim yang seluruh anggotanya adalah mahasiswa, sehingga kami adalah tim yang paling berisik, paling tidak bisa diam, paling suka ketawa keras-keras, paling suka tantangan, paling muda, tetapi paling mudah untuk diatur. Dan tim kami terkenal sebagai tim yang pelafalan bahasa Koreanya sangat baik (thanks to bahasa Indonesia yang tidak menuntut orang Indonesia menggunakan aksen tertentu yang sulit untuk diubah).


Ini Tim Indonesia yang berjumlah 8 orang, kantong plastik berwarna hitam itu bukan sampah, tetapi barang belanjaan kami


Foto ini diambil di Gedung DPR Korea Selatan (jika tidak salah ingat), hanya tim kami yang dengan cueknya berpose seperti itu


Foto ini diambil ketika kami meminta izin untuk berjalan-jalan di malam hari ( setelah program ini-itu kami ikuti di pagi hingga menjelang sore hari), sepertinya hanya tim ini yang tidak mengenal kata lelah :)


Lihat betapa segar bugarnya kami? Tidak ada kata lelah untuk berjalan-jalan :D


Program yang saya ikuti ini memiliki 2 koordinator acara, dua-duanya wanita. Yang satu tidak terlihat sudah menjadi wanita dewasa karena suara dan gayanya sangat imut, yang satu lagi terlihat sangat dewasa dengan gayanya yang khas, tetapi memiliki kepanikan tersendiri ketika sedang lelah, sehingga dia sulit sekali untuk fokus. Mereka sangat baik. Baik dan menyenangkan.

Tim Indonesia memiliki panggilan tersendiri untuk 2 koordinator ini, untuk koordinator yang imut kami memanggilnya "wanita empat musim" karena sedingin apapun udara musim gugur saat itu, dia dengan santainya menggunakan legging tipis (sekali) dan rok pendek (sekali). Untuk koodinator yang sulit untuk fokus kami memanggilnya "wanita siap kerja" karena selalu berpakaian rapi dan formal, resmi, tetapi terlihat simple dan kami menyukainya, sangat khas.


Ini saya bersama koordinator acara saya yang disebut sebagai "Wanita Empat Musim"


Ini saya bersama koordinator acara saya yang disebut sebagai "Wanita Siap Kerja"


Mereka semua adalah para volunteer dan koordinator acara yang bertanggung jawab atas program ini, mereka sangat baik dan bersama mereka sangat menyenangkan :)

Hingga saat ini mereka berdua masih sering berhubungan dengan saya melalui media online, menanyakan sudah makan atau belum, mengucapkan selamat pagi atau selamat tidur. Mereka bergosip tentang pekerjaan mereka dengan saya dan saya bergosip (atau lebih tepatnya minta diajari) tentang tugas-tugas saya dengan mereka.

Begitulah mereka menunjukan bahwa jarak bukanlah penghalang ketika persahabatan yang baik terjalin, itu yang mereka ingin tunjukan kepada saya ketika hari terakhir keberadaan saya di sana, saya mengatakan bahwa Korea Selatan dan Indonesia, Seoul dan Jogjakarta itu sangat jauh, saya takut mereka lupa saya karena saya tidak kelihatan di hadapan mereka. Mereka mengatakan kepada saya bahwa manusia memang pada akhirnya memiliki kesibukan
masing-masing, bukan lupa atau tidak ingat, tetapi mereka yakin saya pasti berada di antara tumpukan pekerjaan yang membuat pikiran mereka sibuk. Semoga saja. Saya harap begitu.

Oh, apakah saya sudah bercerita tentang saya yang sangat menyukai duo indie yang berasal dari Korea Selatan bernama J Rabbit? Saya sangat suka mereka, tetapi sayangnya sebagian besar teman-teman bermata kecil milik saya tidak terlalu mengetahui keberadaan duo
indie tersebut, mereka bahkan heran bagaimana saya bisa mengetahui duo indie tersebut padahal saya adalah orang Indonesia dan tinggal di Indonesia. Saya rasa mereka belum terlalu paham fungsi internet yang sebenarnya :P

Dan hal yang tak terduga adalah dari beberapa orang teman yang saya tanya mengenai J Rabbit, koordinator saya yang memiliki panggilan "wanita siap kerja" adalah satu-satunya orang yang juga mengetahui dan menyukai duo indie tersebut, that's great! Kami sama-sama menyukai J Rabbit karena lagunya tidak melulu tentang cinta. Meskipun memang ada beberapa lagu tentang cinta yang dikemas dengan manis dan menggemaskan, tetapi kebanyakan lagu mereka adalah tentang hidup, tentang semangat yang harus bisa diraih seseorang ketika berada di titik jenuh kehidupannya, tentang hari esok yang membuat banyak orang bertanya-tanya untuk apa dan akan seperti apa. Saya suka J Rabbit, mereka mengagumkan.

Dan hal yang paling tak terduga adalah koordinator saya tersebut ternyata diam-diam membeli CD J Rabbit (yang saat di Korea dulu ingin saya beli, tetapi ternyata selalu sold
out) dan mengirimkannya ke Indonesia. Kami memang sempat bertukar alamat tempat tinggal kami, awalnya saya pikir untuk apa, ternyata untuk ini. Saya sangat senang sekali. Dia tidak mengatakan apa-apa selain bersyukur karena paketnya dapat sampai ke tangan saya dengan baik. Ah, koordinator yang (sangat) baik.

Katanya, saya lah yang membuatnya berlaku demikian, saat itu saya memang sedang iseng mengirim buku belajar bahasa Indonesia dan sebuah kalung khas Indonesia ke Korea Selatan. Dia mengatakan sangat senang menerimanya dan dia pun mengirimi saya CD itu. Oh, sejujurnya saya tidak pernah berpikir untuk mendapat imbalan seperti ini ketika dahulu saya memberikan barang-barang yang saya sendiri pun iseng mengirimnya karena saya ingin dia mengetahui setidaknya sedikit tentang bahasa Indonesia. Namun, saya sangat berterima kasih karena pemberiannya sangat menyenangkan. Dalam paket itu pun terdapat surat tulisan tangannya yang membuat saya ingin selalu menangis setiap membacanya.


Ini adalah paket kiriman koordinator acara saya yang disebut "Wanita Siap Kerja", kertas kecil berbentuk Hanbok (baju tradisional Korea) itu adalah surat tulisan tangannya


Ah, saya rindu masa-masa di Korea Selatan, saya rindu tidur di bis yang memiliki tempat menaruh minum tersendiri di setiap tempat duduknya. Saya rindu berjalan-jalan di udara dingin musim gugur yang membuat saya hampir mimisan. Saya rindu menyanyi lagu dengan berbagai versi bahasa. Saya rindu jajan di pinggir jalan kota Seoul. Saya rindu menawar harga barang-barang kerajinan di sana dan mendapat diskon karena saya orang asing yang katanya pintar berbahasa Korea.


Saya rindu menaiki kereta bawah tanah yang stasiunnya berada sangat jauh dari tempat saya menginap hingga saya harus berjalan kaki di udara dingin yang membuat kaki gemetar. Saya bahkan rindu menunggu lampu hijau bagi pejalan kaki menyala dan saya bahkan rindu diomeli dengan kedua koordinator saya karena saya selalu tidur di setiap kesempatan dan selalu jarang menghabiskan makanan yang katanya mahal (karena porsi makan orang Korea bisa 3x lipat lebih besar dari porsi makan saya). Saya rindu Korea Selatan, saya rindu mereka, saya juga rindu tim Indonesia, apa kabar kalian? Semoga kalian selalu baik-baik saja. Tidak apa-apa ya saya pamer di sini, pamer tentang keberuntungan saya bertemu kalian dan mendapatkan kalian masih tinggal dengan baik di hati saya.


-----


Bagi kalian yang penasaran dengan J Rabbit, inilah mereka :








mereka mengagumkan, bukan? :D



By Dita Oktamaya

Sunday, February 5, 2012

Cassiopeia di Langit Seoul

Jika aku menyukai diriku dua langkah, aku menyukaimu lima langkah
-- Dita Oktamaya --




Menulis merupakan bagian dari hidup saya, dari jiwa saya.

Ah, tidak.

Menulis adalah nama tengah saya yang tidak terlihat. Atau bagaimana saya menggambarkannya ya?

Ya begitulah. Saya dan kegiatan apapun yang berhubungan dengan menulis tidak dapat dipisahkan.

Jika kalian menemukan orang dengan bakat menggambar atau bermusik menghabiskan waktu kesendiriannya dengan memainkan musik atau menggambar. Saya pun demikian, saya menulis.

Saya berbakat? Ah, tidak. Tidak tahu.

Orang bilang saya berbakat dalam menulis, tetapi menurut saya, saya hanya sekedar tergila-gila dengan kata-kata. Saya suka mengungkapkan apa yang saya rasakan dan apa yang menjadi pemikiran saya melalui tulisan. Saya suka menulis.

Saya bukanlah orang yang kreatif yang bisa menjadikan sesuatu menjadi terlihat lebih menarik. Saya hanya suka menulis. Saya suka menulis hingga saya bingung bagaimana mengungkapkan rasa suka saya terhadap menulis dan akhirnya membuat saya terus menjalaninya.

Sering terlintas di benak saya tentang rasa suka saya terhadap kegiatan saya dalam menulis. Ketika saya menyadari bahwa saya menyukai diri saya dua langkah lebih dari sebelumnya, saya bisa lebih menyukai menulis lima langkah dari sebelumnya.

Aneh? Ah, menurut saya tidak.

Saya yakin kalian memiliki sesuatu yang kalian suka dan membuat kalian memiliki hasrat untuk melakukannya meskipun kalian kesulitan untuk memiliki waktu yang tepat.

Mengerti maksud saya? Begini, saya menyukai menulis, meskipun tidak setiap hari saya memiliki waktu untuk melakukannya, tetapi hasrat untuk menulis selalu ada di setiap saya menjalani hari-hari saya.

Sekarang, sebut saja saya beruntung. Saya telah mengatakan di atas bahwa saya bukanlah orang yang kreatif, saya hanya tergila-gila dengan kata-kata hingga saya menuangkan menjadi sebuah tulisan.

Dan coba tebak? Tulisan saya diterbitkan :)

Ini adalah karya fiksi kedua saya yang diterbitkan setelah salah satu cerpen saya memenangkan hadiah hingga dijadikan buku kumpulan cerpen (berjudul Catatan Kecil Tentang Dia) bersama 23 orang penulis (yang jauh lebih hebat) lainnya saat diadakan kompetisi menulis dahulu.

Cerpen itu sebenarnya bukan karya fiksi seutuhnya karena cerpen itu dibuat berdasarkan hal-hal yang pernah saya alami, jadi sampai saat ini pun saya masih merasa bingung dimasukan ke dalam kategori apa cerpen itu. Ya, baiklah. Sudahlah.

Buku fiksi kedua saya ini berjudul Cassiopeia di Langit Seoul. Sejujurnya novel ini adalah karya lama saya ketika masih berada di Sekolah Menengah Atas, beberapa tahun lalu. Maka dari itu, sebut saya beruntung karena ternyata penantian (setelah ditolak berbagai macam penerbit) tidak selalu menimbulkan hasil yang sia-sia :)

Apakah saya hanya menyukai kata-kata saja? Tidak.

Saya menyukai kata-kata dan saya menyukai orang-orang yang meluangkan waktunya untuk membaca tulisan saya. Saya suka kegiatan ini. Saya suka tulisan saya dibaca oleh orang lain, rasanya seperti saya memiliki banyak teman yang merasakan apa yang otak saya rasakan saat tulisan itu tercipta, seperti berkomunikasi lebih dalam meskipun tidak secara langsung.

Saya suka sekali kegiatan seperti ini. Saya suka kata-kata. Saya suka menulis. Saya suka kalian. Terima kasih sudah menjadi orang baik yang rela meluangkan waktu untuk sekedar mampir dan membaca beberapa (atau mungkin semua) tulisan saya. Kehadiran kalian tidak akan terganti oleh apapun :)


By Dita Oktamaya

Saturday, July 31, 2010

민혜진이 언니에게 ^6^



언니, 안녕!!^6^ 잘지내요? ㅋㅋ


아마 이편지를 볼때 언니는 비행기를 타고 갔어요. 짧은 시간이 너무 빠르게 보냈어요. 저는 언니랑 같이 즐거운 시간 항상 지냈어요. 그렇니까 너무 고마워요. 언니는 저를 잊지 않을거지 맞죠? ㅋㅋ




우리 mathematic 선생님, 열심히 노력해요. 언니 전공이 너무 어려운 것 같아요. 저도 언니에게 한국말을 열심히 공부할게요! 제 한국말이 좋게 돼서 한국에서 우리 다시 만날 수 있어요. ㅋㅋ




언니, 혼자 느끼면 안돼요. 알겠죠??


언니는 오빠나 언니나 동생이나 없지라도 저를 가지고 있어요. 제가 언니에게 친구가 될 수 있고 동생도 될 수 있고 엄마도 될 수 있고 할머니도 될 수 있을거예요. ㅋㅋ 그럼 혼자 느끼면 안 돼요. 언니는 제 하루 기쁘게 만들어서 너무 고마워요. ^6^




자!! 여기까지 끝납시다! ㅋㅋ


언니는 무슨 말인지 알겠죠?? 제 한국말 나빠서 미안해요.


혜진이 언니 잘 살아야해요, 제발. 아프지말고 행복한 하루 항상 받아야돼요. 오케이??




제가 언니를 잊지 않을게요. 언니는 잊지 못한 사람인데 그래요. 이제 우리 헤어져요. 근데 언니는 항상 제 마음에 있다고 알았어요?? ^6^




언니, 제가 언니를 만날 수 있어서 너무 많이 고마웠어요. 고마워요 언니, 우리는 영원한 언니-동생-친구 인데 맞죠??ㅋㅋ




항상 연락해 주세요! 제 목소리를 듣고 싶으면 좀 알려 주세요. 제가 전화할게요! ㅋㅋ








-----






NB : 당신은 사랑받기 위해 태어난 사람, 당신은 삶속에서 그사랑 받고 있지요 (그노래를 기억하죠? 언니는 사랑받기 위해 태어난 사람인데 제가 언니를 알 수 있어서 너무 기뻐요. 저한테 언니는 선물인데요. 변하지말아요! Don't ever change because i can't smile without you, 언니)





>>> 부드러운 목소리로 제 이름을 불러 주면 저는 변함없이 언니의 귀여운 동생 디따인데요. ㅋㅋ










*In the case like this there are a thousand good reason i want you to stay >~<






By Dita Oktamaya

Monday, February 15, 2010

A Letter For Her





Masih banyak waktu, katamu
aku yang memelukmu, enggan melepasnya
menatap mata mungilmu, kapan lagi?
(There is much time, you said
I hugged you, and trust me i don't want to let you go.
I was looking at your small eyes, but when?)
Masih banyak waktu, ucapmu menenangkanku
mengusap airmata yang mengalir di pipiku
Jangan menangis! Dengarkan kakakmu!
(There is much time, you said it to make me calm.
You wiped my tears upon my cheek, don't cry! Listen to me, your sister!)
Aku menatap matamu yang mungil
yang entah kapan lagi aku dapat menatapnya seperti itu
Aku memelukmu sekali lagi, lebih erat
(I was looking at your small eyes
and i don't know when will i could to see your small eyes like that, again.
I hugged you, for one more time, tighter)
Hiduplah dengan baik, bisikku
Jaga dirimu untukku karena kau begitu berharga
Dan kau menangis! Begitu tersedu dan aku pun begitu
(Please live comfortly, i wishpered
and please take care of yourself for me because you're so precious to me.
And you cried! Cried a lot and so do i)
Masih banyak waktu, kataku
menatap mata mungilmu dengan lebih tegar
dan yakinlah suatu saat kita dapat bertemu lagi, entah kapanpun itu
(There is much time, i said
looked at your small eyes with smile
and trust me, someday we will meet again, even if we don't know when will it happens)
Kamu mengangguk, masih banyak waktu
aku menatap mata mungilmu sekali lagi, kita saling menatap
Jangan menangis, pintaku
Kamu tersenyum, tidak akan lagi, kita berpisah dengan bahagia
(You agreed to me, there is much time
I was looking at your eyes for one more time again, we were looking at each other
please don't cry, i begged you
You smile, not anymore, we will separated with the happiness within')
Kamu mengusap rambutku, dan menciumnya
Aku akan sangat merindukanmu, ucapmu
Aku tersenyum, sebelum kau pergi aku pun selalu merindukanmu
(You touched my hair and give me a kissed
I will miss you a lot, you said
i smiled, before you go and leave i always missing you, everytime)
Kamu tersenyum singkat, kemudian menangis lagi
Jaga dirimu, janji ya? Dan kamu mengangguk dalam pelukanku
Aku selalu merindukanmu, kakakku
(You smiled just for awhile and then cried again
Please take care yourself, promise me? I always missing you, my sister)
See? I'm missing you. It's true. I'm dying to meet you right now. What are you doing there?
Does everything's going right? Does you spend your days without anyhard? I wonder.
언니 (Sister), you know i never being so nice to you. Always did wrong things, careless, and the things that i always did wrong the most is i'm a kind of silly girl who only little bit could understand what you said, but i do love you 언니 (Sister).
You always talked to me, even if you know that i probably didn't know what things that you always said in your own language (Korean language), but i forced myself to get it, and yeah i got it! Even if you have to speak your story, slowly and repeatly, i'm sorry for that. And i promise you to improve my Korean Language, so that you wouldn't worry anymore and use english to talk to me, someday. We will meet again, right? I hope so.
I miss you 언니 (Sister). Did i ever told you that i'm a writer? Just joking, but my book has published a year ago, it just because i was included 25 persons whose short story was choosen by publisher, nothing special. ㅋㅋㅋ
Now, do you have anything you want to share? Because i have one, no no, two, or three??No, i guess i have a lot of things to talk to you, to share with you. See? i told you, you got silly sister in Indonesia. Hope you didn't regret and please don't. ㅋㅋㅋ
언니 (Sister), will you let me to say something? I missed you. I'm missing you. I miss you. With all my heart. You know, it's hard to separated with you, separated that far until i always cry when i remaind of our memories here, in Indonesia.
It's okay if you not remember all of our memories, but please remember about our sisterhood. About the promise which we had take, about our silly jokes, and about the hat and the letter that you had give to me. I remember all, that's why i write this letter to you. I write this to you, 언니 (Sister).
Guess what? I always wonder what are you doing in there, what kind of friend that you meet each day, what kind of food that you eat everytime, what kind of subject that you learn every schooltime, i always curious about you. Do you curious about me? ㅋㅋㅋ
I always wanted to know, how busy 서울 (Seoul) until i always wonder, did you eat your meal on time? Did you reach your school on time? Did you feel tiring and almost giving up to your activities? I wonder about it 언니 (Sister). I always wonder every single small things that you do in there, in Korea, in your home, in your school. Am i stupid? Yes, i really am and i also silly.
Dear 언니 (Sister), you know i always wanted to have time when we can meet again, the moment which will raise our memories. You also know that i want to studying in there, 서울 (Seoul), i know it's hard to make it come true, but someday i will. For my future, my parent, you, and our memories. So, wish me luck! Please pray for me!
Now, let me to hug you tightly from far away, because i'm afraid that i will fall faint if i didn't do it. I'm missing you 언니 (Sister), this time, yesterday, the day before yesterday, tomorrow, the day after tomorrow, everytime, every single i breath. I'm missing you as always. I really am. Even if you used to be by my side a couple days ago. I always missed you even if i looking at your face days ago.
I love you 언니 (Sister) and it won't change by anything. Sisterhood won't broken up by anything, right? Please 언니 (Sister), please take care of yourself, please live comfortly and happyly, because your happiness is my breath. Please don't cry, because your tears is my pain. Please be happy 언니 (Sister), because someday when we meet again, i want to see your smiling eyes dan hear your laugh, whenever it is until it come to the truth, I will missing you, always.


-----


Dedicate to : 황지희 (Hwang Jihee), the person who always give me smile when we both had spend our holidays together at pasific asia society program in Indonesia. Thanks for everything, Dear. You're so lovely. Thanks for choose me as your little sister for the first and the last. With you, i know the beautiful of Friendship and Sisterhood. Please take care of yourself, because so do i. Until we meet again and we could take care of ourselve each other. I miss and love you,always. Your little sister, 황하늘 (Hwang Haneul).





by Dita Oktamaya

Monday, December 14, 2009

Korean Days In Yogyakarta


Hai apa kabar?? Baik-baikkah kalian? Maaf saya telah cukup lama ber-hibernasi dari dunia blog belakangan ini, sinyal internet di Yogyakarta (kamar kos saya) tidak terlalu baik :(

Ada yang ingin disampaikan?? Kalau saya ada, saya rindu kalian :)

Beberapa bulan yang lalu saya tiba di Yogyakarta, memulai kehidupan baru sebagai seorang mahasiswi. Saya ingat sebelum berangkat ke Yogyakarta ada seorang teman yang meminta saya untuk menulis tentang malioboro pada malam hari.

Sejujurnya, saya bingung ingin mengatakan apa, hari pertama di Yogyakarta, seorang teman mengajak saya untuk pergi mencari es degan (kelapa) untuk kakaknya yang sedang hamil, tetapi hasilnya nihil! Kami tidak menemukan es degan sama sekali, pada akhirnya kami pun berkunjung ke malioboro pada malam hari.

Ya, saat itu kondisi saya tidak sedang dalam keadaan baik, maka dari itu teman saya mengajak saya ke suatu warung lesehan yang cukup nyaman sebenarnya, jika tidak bertubi-tubi pengamen datang menyanyikan lagu yang sebenarnya tidak dapat disebut lagu (kalian pasti mengerti maksud saya). Saat itu kami banyak bercerita, menceritakan tentang Yogyakarta pada malam hari. Kehidupan yang berjalan perlahan namun pasti.

Kalian tahu?

Setelah beberapa bulan tinggal di Yogyakarta, saya merasakan bahwa waktu berjalan begitu lambat. Tidak ada sesuatu dalam keadaan terburu-buru, semuanya terasa berjalan perlahan. Bagi kalian yang tinggal di Yogyakarta, apa juga merasa demikian? Atau semuanya hanya perasaan saya saja?

Anyway, tiga hari yang lalu, kampus saya (jurusan lebih tepatnya) mengadakan sebuah acara bernama : Korean Days.
Ya, seperti namanya, kami membuat acara berdasarkan apa yang menjadi hal-hal yang kami pelajari.

Kami memperkenalkan budaya Korea kepada masyarakat di dalam atau pun luar kampus. Hal yang terpenting adalah bagaimana kalian memperkenalkan apa yang telah kalian pelajari dengan cara yang menyenangkan. That's a point, dude!

Acara ini dilaksanakan pada tanggal 9-10 Desember 2009 yang lalu. Tidak hanya memperkenalkan budaya, tetapi kami pun juga memperkenalkan makanan-makanan khas Korea. Banyak pengunjung yang terlihat puas (menurut saya) karena mengetahui lebih banyak tentang budaya Korea yang akhir-akhir ini banyak menarik perhatian mereka.

Acara puncak dilaksanakan pada malam hari tanggal 10 Desember kemarin. Dalam puncak acara ini, kami mempersembahkan pentas seni dengan berbagai macam hal bernuansa Korea.

Jujur, acara puncak malam itu sungguh membuat saya waswas. Bagaimana tidak? Saya ditunjuk sebagai koordinator dalam pertunjukkan drama dari angkatan saya. Selain sebagai penulis naskah, saya juga berperan sebagai sutradara dan music director dalam drama ini.

Menurut saya, waktu latihan tidaklah begitu banyak untuk mempersiapkan ini semua, saya mencoba untuk tetap berpikir positif bahwa saya dan teman-teman yang menjadi aktor dan aktris saya pasti bisa melakukan itu semua meskipun kami selalu khawatir akan melanggar jam malam kos untuk berlatih drama ini. Dan pada akhirnya, ya kami berhasil!

Para penonton merasa puas dengan pementasan yang kami lakukan, tepuk tangan dan canda tawa kesenangan terdengar di telinga saya, ya kami berhasil! Setidaknya untuk malam ini. Thanks to God :)

Well, selain sebagai Koordinator Drama, saya juga menjadi salah satu pemain dalam sebuah grup alat musik tradisional korea atau lebih dikenal sebagai 사물놀이 (Samulnori). Samulnori adalah permainan empat alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara dipukul, yang terdiri atas 장구 (Janggu), 쇄 (Swae), 북 (Buk), dan 징 (Jing). Saya memainkan Janggu yang dimainkan menggunakan dua buah pemukul seperti drum dalam sebuah band.

Malam itu adalah malam yang sangat berkesan bagi saya. Ya, katakanlah saya adalah gadis yang cengeng. Hari itu saya menangis, tersedu-sedu, melihat segalanya telah dilalui dengan lancar, mendengar tepuk tangan para penonton, tepuk tangan yang mengirimkan kelegaan karena merasa beban telah hilang. Satu pelajaran yang membuat saya tidak dapat berhenti berpikir bahkan hingga saya mengetik postingan ini : Bahagia bukan hanya saat kalian merasa senang tanpa kesedihan, tetapi bahagia adalah saat di mana kalian membuat orang lain bahagia dengan apa yang telah kalian usahakan bahkan orang yang tidak kalian kenal sekali pun.

Tahukah kalian? Mempelajari budaya Korea seperti ini tidaklah membuat saya lupa akan budaya Indonesia, tidak seperti itu! Saya makin mencintai budaya Indonesia bahkan jauh lebih besar dari sebelumnya. Tetap semangat, teman! Karena hanya kalian yang mengerti bahwa mimpi kalian sudah berada di depan mata untuk kalian raih :)

Saya dan seluruh Pemain Drama


Saya dan Seluruh Panitia Korean Days 2009 FIB UGM



Saya dan Seluruh Bagian dari Pemain Samulnori


Saya bermain 장구 (Janggu)


징 (Jing)



북 (Buk)



장구 (Janggu)



쇄(Swae)


By Dita Oktamaya