Showing posts with label Doa dan Harapan. Show all posts
Showing posts with label Doa dan Harapan. Show all posts

Tuesday, November 12, 2013

hello again!

sudah sekian lama akhirnya, hello again! Saya sudah kembali ke Jakarta Sudah beraktivitas seperti biasa Tapi saya tetap suka jogjakarta Semoga Tuhan selalu melindungi saya dan semua orang yang termasuk dalam lingkup kenangan atas rindu saya, Aamiin.

Saturday, February 16, 2013

Terima Kasih Sudah Hadir

Halo kalian, apa kabar? Apa kalian masih berada pada keadaan baik-baik saja? Maaf belakangan ini saya memiliki berbagai macam hal yang harus dilakukan, sehingga jarang dapat berbagi cerita di sini. 

Ah, tidak terasa tinggal beberapa hari lagi saya berada di kota istimewa ini. Saya bingung bagaimana saya harus mengungkapkannya. Rasanya senang karena saya dapat kembali ke kampung halaman dengan gelar kebaikan setelah 3,5 tahun menempuh pendidikan di kota orang, tetapi rasanya juga sedih karena saya akan meninggalkan teman-teman yang telah tumbuh bersama saya dengan berbagai kenangan.

Saya banyak memikirkan bermacam hal yang tidak akan sama dan tidak akan bisa dilalui bersama dengan mereka setelah saya kembali ke kota kelahiran saya. Sedih. Ya, rasanya sedih. Saya bersyukur dapat bertemu dengan mereka dan mengenal mereka dengan baik, tetapi saya bersedih karena menyadari bahwa fase kehidupan seorang manusia bertemu dengan manusia lain pada akhirnya hanya memilki sebuah kenangan, hanya itu.

Belakangan ini banyak hal yang membuat saya tersadar untuk menghargai apa yang telah saya miliki dan menghargai mereka yang selalu menghargai keberadaan saya. Saya jadi ingin menulis tentang mereka dan berterima kasih kepada mereka yang sudah begitu baik karena bersedia memamerkan senyumnya setiap kali saya merasa lelah akan beberapa hal yang membuat pikiran saya tidak nyaman.

Tiara and Me
Ya, kamu yang dahulu pernah dengan terang-terangan pergi meninggalkan saya karena beberapa hal yang membuatmu tidak cocok berteman dengan saya atau lebih tepatnya terpengaruh untuk tidak merasa cocok dengan saya. Maaf begitu banyak hal dari saya yang jarang terduga dan jarang bisa kamu terima. Saya bukan teman yang seru yang bisa kamu ajak tertawa keterlaluan atau menari keterlaluan atau berekspresi keterlaluan hingga membuatmu senang hanya dengan melihat saya. Saya lega, setelah berbagai macam hal yang terjadi saya sudah bisa membiasakan diri saya menghadapimu dan saya rasa kamu pun seperti itu, sehingga setelah sekian banyak hal yang terjadi, pertemanan di antara kita bisa terjalin semakin erat. Saya akan banyak merindukanmu, merindukan makan bersamamu, merindukan berdiskusi bersama denganmu, merindukan naik motor dan berbincang dari belakang punggungmu. Saya akan sangat merasa kehilangan teman yang baik sepertimu, yang sering menyebutkan nama setiap orang yang tidak saya kenal dalam semua ceritamu. Saya akan sangat merasa kehilangan teman yang tidak pernah segan menceritakan cita-citanya, impian-impian masa depannya kepada saya. Saya akan banyak merindukanmu, merindukan perhatianmu terhadap saya yang tinggal sendiri di kota istimewa ini, merindukan omelanmu mengenai saya yang cuek dan kurang peka sebagai seorang wanita. Saya akan banyak merindukan tatapanmu setiap kali kamu bingung atas beberapa hal terduga yang telah saya lakukan. Saya akan banyak banyak banyak sekali merindukanmu. Saya harap kamu selalu berada dalam keadaan baik-baik saja, jangan bersedih lagi, jangan merasa sendirian lagi. Jogja dan Jakarta hanya berjarak 512km dan hanya butuh beberapa waktu untuk menjangkaunya. Terima kasih karena hal seburuk dan sekonyol apapun yang saya lakukan, kamu selalu berusaha untuk menghargainya.


Arindya and Me
Saya tidak pernah menyangka bisa berhubungan sedekat ini denganmu. Kita tidak punya kesibukan yang sama, dunia yang kita geluti hampir dapat dipastikan seratus persen berbeda, tetapi jika sudah bercerita denganmu, rasanya saya tidak ingin berhenti berbicara. Kamu adalah orang yang paling sulit saya temui, setelah (mungkin) presiden dan setiap kali saya menemukan waktu untuk menemuimu, saya tidak pernah tega  untuk menyia-nyiakannya. Maaf saya selalu manja jika sedang berhadapan denganmu, entah mengapa saya seperti menemukan sosok seorang kakak ketika bersamamu. Maaf jika selama beberapa bulan yang lalu, selama 1,5 bulan saya banyak melakukan hal tidak berguna dan merepotkanmu. Saya akan banyak merindukanmu, merindukan makan es krim bersamamu, merindukan berbelanja bersamamu, merindukan memasak bersamamu. Saya akan merasa sangat kehilangan sosok kakak yang bisa saya ajak cerita panjang lebar tentang banyak hal, saya akan merasa sangat kehilangan sosok kakak yang rela begadang untuk terus mendengarkan cerita atau bercerita dengan saya. Kamu benar, airmata tidak ada yang jual, jadi kalau saya mengeluarkannya dengan mudah, saya akan repot mendapat gantinya. Maaf saya selalu cengeng saat dihadapkan dengan perpisahan, saya hanya sulit menerima kenyataan bahwa kehidupan saya tidak akan lagi berjalan sama dengan hal yang sudah membuat saya terbiasa. Saya harap kamu selalu berada dalam keadaan baik-baik saja, saya harap kamu dapat meraih apapun yang kamu inginkan.

Terima kasih untuk kalian yang sudah begitu baik bersedia bertukar pikiran dengan saya dan melakukan berbagai macam hal bersama saya. Saya tidak tahu apakah mengenal saya menjadi salah satu hal yang kalian syukuri, tetapi saya ingin kalian tahu bahwa saya senang dapat membuat banyak kenangan bersama kalian, kalian adalah orang-orang baik yang keberadaannya di hidup saya akan selalu saya pertahankan. Saya senang bisa mengenal kalian dengan baik. Saya senang kalian berada di hidup saya. Senang sekali.


by Dita Oktamaya

Sunday, February 3, 2013

Selamat Bertambah Umur, Black Giraffe :)


"Aku hanya ingin memberikan sebuah kenangan, karena kenangan yang terkumpul bersamamu selama 365 hari adalah inspirasi untukku dan aku tidak akan pernah bisa melupakanmu. Bagiku, mengenalmu adalah titik gemar yang menjadi candu untuk menjalani hidup lebih baik lagi, selamat ulang tahun, Sahabatku."



Maaf saya lupa membeli lilin, hingga kamu tidak bisa meniup lilin ulang tahun seperti seharusnya manusia berulang tahun lainnya. Maaf saya merepotkanmu dengan tiba-tiba hadir di rumahmu dan membuat kegaduhan yang tidak seharusnya seorang manusia lakukan di rumah manusia yang lain. Maaf saya tidak bisa memberimu banyak kebaikan, hingga (sepertinya) kamu merasa begitu sengsara bersahabat dengan saya. Maaf karena terlalu banyak kesalahan dan kerepotan yang saya timbulkan, hingga kamu merasa gemas kepada saya. Maaf atas waktu yang terlalu sedikit, hingga kita tidak punya cukup ruang untuk menghabiskannya bersama. Maafkan atas segala kekonyolan, kebodohan, dan ketidakpekaan saya terhadap hal yang kamu inginkan.

Selamat ulang tahun, Sahabat yang tiada duanya, semoga di ulang tahunmu yang kesekian tahun ini membuatmu lebih bahagia dan bisa membahagiakan orang-orang yang berada di sampingmu dengan setia, membuatmu lebih menjadi pribadi yang selalu berhati nyaman seperti Jogjakarta, membuatmu lebih pandai merasa, membuatmu lebih banyak bersyukur atas apa yang ada. Sehat terus ya kamu, jadi nanti setelah berbagai hal yang memaksa kita untuk tidak bertemu dalam waktu yang lama terlalui, saya masih bisa melihatmu tersenyum bahagia dan tertawa bersama yang selalu membuat saya nyaman bersahabat denganmu *peluk erat*


by Dita Oktamaya

Tuesday, January 1, 2013

Selamat Tahun Baru 2013

Selamat tahun baru 2013!

Semoga tahun 2013 menjadi tahun yang dipenuhi dengan karya-karya yang dihasilkan atas dasar kebaikan.

Mulailah belajar untuk menghargai apa dan siapa yang kalian miliki.

Ingatlah, manusia bisa lelah dan menyerah kapan saja, jadi jangan biarkan orang-orang di sekitar kalian yang menyayangi kalian dengan tulus dan tanpa syarat, pergi meninggalkan kalian hanya karena merasa lelah dengan perilaku kalian.

Berusahalah pelan-pelan untuk menekan ego masing-masing, jika kalian saling menghargai dan menyayangi satu sama lain, hal itu bukanlah kesulitan terbesar dalam hidup. Jadi, berusahalah dengan baik untuk mempertahankan apa yang telah kalian miliki, jangan menyia-nyiakan mereka karena dari beribu hal yang menyebalkan yang terjadi, rasa sayang tidak akan pernah menimbulkan hasrat untuk menyia-nyiakan. Percayalah.

Begitulah, semoga tahun ini adalah tahun penuh keberkahan dan kebahagiaan. Semoga.



by Dita Oktamaya

Saturday, December 22, 2012

Selamat Hari Wanita Hebat, Mama

Mama, selamat hari ibu, semoga mama selalu dalam keadaan baik-baik saja, semoga mama panjang umur dan selalu sehat, semoga mama bisa selalu mendampingi dede dimana pun dede berada, semoga mama tidak pernah lelah jadi inspirasi untuk dede.

Mama adalah orang yang benar-benar menerapkan perilaku "talk less, do more" kepada dede. Mama yang selalu bilang kepada dede untuk "bekerja tanpa suara dan bekerja tanpa bau". Dede selalu ingat itu Ma, selalu.

Mama, selamat hari ibu, selamat hari wanita hebat. 

Ma, sehat terus ya, sampai 100 tahun lagi, nanti setelah 100 tahun berikutnya, mama terus sehat lagi, kita hidup sama-sama, bahagia. Biar nanti mama bisa menikmati gaji dede, biar nanti tetap bisa mendampingi wisuda S2, S3 dan berbagai macam gelar dan karya yang dede raih. Sehat terus ya, Ma. Dede sayang mama.



by Dita Oktamaya

Friday, December 7, 2012

I Do This For You, Sis

Mungkin belakangan ini orang-orang sering melihat saya tergopoh-gopoh berjalan sambil membawa komputer jinjing dan mondar-mandir keluar-masuk perpustakaan kampus. Melihat saya terbengong tiba-tiba sambil memeluk gitar dan sesekali memainkannya dengan tidak sabar. Melihat saya duduk terdiam seperti tidak memiliki daya untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Ya, saya belakangan ini seperti itu. 

Teman-teman mengatakan saya seperti anak ayam yang kehilangan induknya, seperti tubuh yang dipasang mesin kemudian dikendalikan oleh remote kontrol yang bergerak, tetapi tidak berekspresi. Saya menolak beberapa pekerjaan sukarela yang saya sukai untuk satu kewajiban saya. Kewajiban terakhir saya di Jogjakarta sebelum akhirnya saya kembali pulang ke Jakarta. Saya menolak, menolak beberapa hal yang menjadikan diri saya terkurung dengan berbagai macam pikiran membuat saya tidak tenang, menolak dengan berbagai macam pikiran bahwa saya tidak akan mendapat kesempatan yang sama untuk kedua kalinya. Ya, saya menolak hal yang saya sukai untuk kewajiban yang harus saya penuhi. Saya tidak menyesal, tetapi menolak sesuatu selalu membuat perasaan saya tidak baik, apalagi hal itu adalah hal yang saya sukai.

Bukan tanpa alasan.

Saya melakukan semua ini demi kamu, demi membuktikan bahwa apa yang kamu harapkan dari saya, bisa saya penuhi dengan baik. Saya melakukan semua ini demi membuat kamu merasa tidak sendirian lagi di kota metropolitan yang menyebalkan karena tahu saya akan kembali pulang ke sana. Saya melakukan semua ini demi kamu, demi memelukmu ketika kelelahan dan rasa ingin menyerah menghadangmu, demi menjadi samsak ketika kemarahan dan rasa gemas menghantuimu, demi menjadi pendengarmu ketika kebosanan dan kegundahan menyelimutimu. Saya melakukan semua ini demi kamu yang menginginkan saya cepat kembali pulang ke Jakarta. Ya, saya akan segera pulang, tidak lama lagi.

Kamu tidak banyak menghubungi saya belakangan ini karena begitu banyak hal yang harus kamu lakukan untuk kelulusan bidang profesimu. Saya pun begitu. Kita sama-sama tidak saling menghubungi. Sampai tiba beberapa hari yang lalu, saya membaca berita tentang seorang wanita yang mengalami kecelakaan di daerah dekat kampusmu. Saya panik, saya tidak bisa tidur karena khawatir, takut bahwa wanita itu adalah kamu. Saya mengirimkan sebuah pesan ke tempat obrolan online tempat kita sering bercerita dari jauh. Namun, itu sudah malam dan kamu tidak membalasnya. Saya berusaha menenangkan diri saya, mencoba menutup mata saya dan berharap pagi nanti kamu membalas pesan saya. 

Paginya kamu membalas pesan saya, saya lega. Kamu bertanya kenapa saya menghubungimu selarut itu, saya hanya berkata iseng karena tidak mungkin saya mengatakan alasan konyol yang membuat tidur saya tidak tenang. Kamu menggoda saya, mengatakan bahwa saya merindukanmu, saya berkelit dengan gengsi untuk tidak mengiyakan itu.

Mungkin iya. Saya rindu kamu.

Kamu adalah satu-satunya orang yang saya punya untuk berbagi berbagai macam hal, ketika saya tahu mama dan papa kesulitan untuk menyeimbangkan pikiran saya yang sering keluar dari jalur yang seharusnya. Kamu adalah satu-satunya orang yang saya punya untuk mejadi semangat saya agar dapat menyelesaikan kewajiban saya dengan baik. Kamu adalah satu-satunya orang yang saya punya ketika saya merasa tidak ada orang yang bisa saya ajak susah atas kekurangan saya. 

Kamu adalah orang tercerewet dan menyebalkan yang pernah saya temui di dunia ini, orang yang selalu banyak mau tahu tentang kehidupan pribadi saya, orang yang selalu banyak menyalahkan saya ketika ada beberapa hal tidak bisa kamu tangani dengan baik sendirian. Kamu adalah orang terjahil yang sering menggoda saya ketika saya sedang ingin banyak marah-marah. Kamu adalah orang yang selalu balik marah dengan lebih besar ketika saya memarahi kamu. Kamu adalah orang dengan segudang ketidaknyamanan yang anehnya selalu membuat saya nyaman berada di samping kamu.

Kamu adalah satu-satunya kakak yang saya punya. 

Saya tahu, kita harus banyak berkorban untuk menyelesaikan berbagai macam hal yang menjadi kewajiban kita, untuk membuktikan bahwa kita layak disebut sebagai manusia yang baik. Kamu selalu berkata saya bisa, kamu bisa, kita bisa. Kamu sering mengatakan bangga terhadap saya, terhadap karya-karya saya, terhadap apapun hal yang saya lakukan dan ya bagi saya, kamu adalah orang yang perkataannya selalu mempengaruhi jalan pikiran saya, kamu adalah acuan saya.

Di sini saya sedang berjuang untuk menyelesaikan tugas akhir saya dengan baik dan secepat yang saya bisa. Saya lakukan ini karena saya tahu kamu melakukan hal yang sama di sana. Maaf selama tiga tahun ini saya meninggalkanmu untuk menempuh pendidikan tinggi saya di Jogjakata, maaf tiga tahun lalu saya memutuskan semangatmu untuk berkuliah di tempat yang sama dengan saya, maaf jika banyak harapanmu akan saya belum saya penuhi dengan baik. Sekarang saya sedang berusaha keras untuk bisa sesegera mungkin kembali berkumpul bersama-sama lagi. 

I do this for you, Sis.
 
Sekarang tunggulah dengan manis, saya tidak akan pergi kemana-mana, karena seberapa jauh pun saya pergi, saya akan tetap kembali, saya akan pulang. Sesegera yang saya bisa.


by Dita Oktamaya

Saturday, November 24, 2012

Saya Yakin Kamu Bisa Lebih Dari Itu

Hal yang paling sulit saya hadapi adalah ketika seseorang yang saya kenal dengan sangat baik, ditinggalkan untuk selama-lamanya oleh orang yang paling ia sayangi. Ketika dihadapi dengan situasi seperti ini rasanya saya menjadi orang yang paling tidak berdaya sedunia.

Saya percaya dan sangat yakin bahwa ia sanggup menghadapi kondisi seburuk apapun seperti sekarang ini, tetapi justru saya lah yang kewalahan karena tidak tahu harus berkata apa untuk membuatnya nyaman dengan kenyataan yang sama sekali tidak nyaman untuk dirasakan.

Adik yang manis, dahulu, saya pernah berada di posisimu ketika kakek dan nenek yang saya sayangi meninggal dunia, tetapi saya pikir pasti rasanya sangat berbeda jauh dengan kondisimu sekarang ini. Sudah sangat jelas karena yang meninggalkanmu sekarang adalah salah satu dari orangtuamu yang darahnya mengalir langsung di dalam tubuhmu. Maka saya simpulkan bahwa saya tidak tahu harus berkata apa untuk sekedar menenangkanmu.

Ya, saya payah, Adik yang manis. Mungkin nama saya adalah nama yang ke seratus sekian yang muncul di kepalamu ketika kamu membutuhkan teman yang bahunya ingin kamu pinjam untuk bersandar. Namun, meskipun saya orang ke seratus, ketahuilah bahwa saya tidak akan pernah lelah untuk mengantri di belakang sembilan puluh sembilan temanmu yang lain untuk membuatmu kembali tersenyum.

Saya sangat percaya bahwa kamu adalah orang yang tegar, jadi teruslah bersemangat seperti sebagaimana dirimu biasanya. Segalanya tidak lagi sama, saya tahu dan itu berarti ketegaranmu tidak lagi sama seperti sebelumnya. Ya, saya yakin kamu bisa lebih dari itu.


by Dita Oktamaya

Friday, November 23, 2012

Berkah Dari Langit



Dulu saya punya sebuah mimpi. Mimpi melihat orang-orang tersenyum senang atas apa yang saya lakukan. Saya suka membuat orang-orang senang, siapapun itu, kenal tidak kenal, dekat tidak dekat, tahu nama tidak tahu nama, kenal muka tidak kenal muka, semua orang. Saya senang melihat semua orang merasa senang dan nyaman atas apa yang saya lakukan. 

Kemudian mimpi itu seolah disukai juga oleh langit, langit mengirim Anda untuk saya. Langit mempertemukan kita seolah tahu kita punya kesukaan yang hampir seratus persen sama. Bagi saya, anda adalah salah satu dari beribu berkah yang langit titipkan kepada saya. Anda yang membuat salah satu dari beribu mimpi saya membuat orang-orang senang melihat apa yang saya lakukan menjadi nyata.

Ya, pada akhirnya saya dan Anda memutuskan untuk berkarya bersama, membuat orang-orang tersenyum senang dengan lantunan nada. Anda adalah salah satu dari beribu berkah yang langit titipkan kepada saya dan saya selalu berterima kasih kepada langit untuk itu.

Kalau diperbolehkan, saya mau terus berkarya bersama Anda. Sampai habis suara karena baya, hingga habis waktu karena tiada.


by Dita Oktamaya

Tuesday, October 16, 2012

Semoga

Hari ini saya sudah mendapatkan kelanjutan kabar mengenai skripsi saya yang mulai semester ini harus (mau tidak mau, suka tidak suka) saya kerjakan dan selesaikan. Akhirnya, hari ini saya mengetahui siapa dosen pembimbing skripsi saya. Bapak yang sangat baik dan sangat sangat berkharisma. Beliau bersedia membantu saya mencapai target untuk lulus sesuai pada waktu yang saya inginkan.

Semoga apa yang saya jalani dengan dosen pembimbing skripsi saya ini diberi kelancaran dan keberkahan oleh Allah.

Semoga segalanya selalu baik-baik saja sesuai dengan rencana yang seharusnya.

Semoga saya tidak tiba-tiba menjadi orang tanpa tulang yang tidak bisa bangkit dari kasur (malas).

Semoga kalian semua diberi kesehatan dan kebaikan sehingga senantiasa dapat mendoakan saya yang berjuang untuk tugas akhir saya di sini.

Semoga orang tua saya selalu diberi sehat dan rezeki yang cukup oleh Allah, sehingga mereka tidak kekurangan satu apapun ketika masih menyekolahkan saya di sini.

Semoga kakak saya dimudahkan jalannya untuk menjadi apoteker terbaik di Indonesia dan mendapat pekerjaan yang sangat layak atas perjuangan kerasnya selama ini.

Semoga sahabat saya, Damar Rakhmayastri, dimudahkan presentasi seminarnya tanggal 17 Oktober 2012 nanti dan dilancarkan skripsinya, penelitiannya, penyelenggaraan pamerannya, dan segala bentuk macam hal yang dia lakukan, sehingga saya jarang bisa sering-sering menghabiskan waktu tertawa, bergosip, melakukan hal konyol karena imajinasi berlebih, diskusi, dan lain sebagainya (kecuali hari ini, saya senang karena hari ini saya seharian banyak tertawa dengan anak konyol ini).

Semoga jodoh (yang paling baik) saya datang di waktu yang tepat, sehingga saya dapat berani membuat komitmen bahwa dia adalah orang yang tepat untuk teman hidup saya.

Semoga semua teman-teman saya yang sedang menyusun skripsi maupun tidak sedang menyusun skripsi senantiasa diberi kebahagiaan, sehingga stress tidak menjangkiti mereka.

Semoga orang baik tetap menjadi orang baik.

Semoga orang yang tadinya jahat, menjadi orang yang baik.

Semoga kehidupan selalu seimbang.

Semoga dunia damai.

Semoga bumi terus berputar.

Semoga Allah selalu bersama saya.

Amin.


by Dita Oktamaya

Monday, October 15, 2012

Selamat Ulang Tahun!

Selamat ulang tahun! 

Iya, hari ini ulang tahun saya. Iya, saya tambah tua. Iya, saya seharusnya berpenampilan sesuai dengan usia saya. Iya, saya masih kaget ternyata saya sudah berumur sedemikian adanya. Iya, tanggung jawab semakin banyak di depan mata. Iya, saya takut menyadari hal itu. Iya, saya belum siap jadi orang yang dianggap 'dewasa' karena usia yang semakin bertambah. Iya, saya banyak mengiyakan tetapi sesungguhnya itu beban untuk saya. 

Hari ini saya dibangunkan oleh telepon dari mama saya yang berada di Jakarta. Mengucapkan selamat ulang tahun kepada saya dengan nada yang ceria, sedangkan saya dengan malas-malasan menerima telepon dari mama karena pada jam sedemikian paginya, saya masih tertidur. 

Setelah mama menelepon, beberapa menit kemudian papa juga menelepon. Sama seperti mama, papa menelepon mengucapkan selamat ulang tahun, tetapi papa dengan nada sedih kemudian terdengar sedikit terisak. Saya bingung hal apa yang membuat papa sedemikian sedih hingga menangis saat mengucapkan selamat ulang tahun kepada saya. Saya hanya mampu menenangkan sekedarnya karena pikiran saya masih kacau antara bingung dan mengantuk, memang bukan anak yang baik. 

Kemudian kakak saya menelepon saya, dengan nada suara yang ceria tanpa beban, seperti biasa. Mengucapkan selamat ulang tahun kepada saya, mengatakan ini-itu. Untungnya saya sudah benar-benar terjaga dari tidur saya, jadi saya dapat merespon kakak saya dengan baik dan benar.

Selanjutnya teman-teman yang datang menghampiri saya yang berantakan (meskipun sudah mandi), memberikan kue ulang tahun, menyanyikan lagu ulang tahun, berbincang bersama, tertawa bersama, dan menentukan hari kapan makan bersama padahal yang berulang tahun adalah saya.

Berikutnya teman kesayangan saya yang sampai detik ini saya juga heran mengapa dia bisa menjadi teman kesayangan saya, Damar, seorang perempuan bernama laki-laki. Dia mengirimkan pesan singkat, menanyakan keberadaan saya dan meminta saya untuk mengambil hadiah ulang tahun darinya. Sungguh, saya bingung mengapa Damar bisa menjadi teman kesayangan saya, padahal dia dengan sebegitu cueknya malah meminta saya menghampirinya untuk mengambil hadiah ulang tahun, bukan dia yang datang menghampiri saya dan mengucapkan selamat ulang tahun dengan baik dan benar, persahabatan yang unik. Memang pada akhirnya dia singgah ke kos saya, seperti biasa, mengacaukan kamar saya yang sudah kacau. (Hampir) makan kue ulang tahun di atas kasur saya, mencoret-coret time table saya, mempermainkan ukulele saya, dan membuat video untuk saya (yang ini tidak bisa dipublikasi karena merupakan konsumsi pribadi :D)

Lalu teman lelaki saya, manajer WEBG (saya pernah menulis tentang WEBG di postingan sebelum-sebelumnya) dia datang, kemudian hujan turun. Kami terjebak hujan. Dia memberikan hadiah ulang tahun kepada saya, kemudian kami menghabiskan bensin motor dengan cuma-cuma karena berkeliling kota Jogja tanpa arah dan tujuan.

Yang terakhir, teman saya, Alin. Dia menelepon saya, menyanyikan lagu ulang tahun dengan sangat baik. Dia bernyanyi, lewat telepon, karena sekarang dia berkuliah di Solo.

Ada banyak hal yang ingin saya katakan kepada mereka, terima kasih yang banyak banyak banyak banyak tak terhingga sampai saya bingung bingung bingung bingung bagaimana mengungkapkannya. 

Untuk mama dan papa : Terima kasih untuk dukungan dan doa yang selalu diberikan kepada saya dan selalu menyerahkan pilihan kepada saya dengan alasan yang penting saya suka menjalankannya, sampai akhirnya saya selalu ikhlas menjalani apapun karena saya menyukainya. Terima kasih karena kalian tidak pernah menuntut saya untuk jadi ini atau jadi itu. Saya akan berusaha untuk selalu membuat kalian bangga dengan apa yang saya lakukan. Dengan karya-karya saya, dengan cita-cita saya. Tolong jangan pernah berhenti mendoakan saya karena doa kalian selalu jadi semangat yang tidak pernah buat saya merasa sendirian di tempat jauh ini.

Untuk Kakak (Kak Tami) : Terima kasih untuk dukungan dan doa yang tidak pernah habis untuk saya. Terima kasih karena ketika banyak orang tidak percaya dengan kemampuan saya, kamu masih percaya. Terima kasih sudah menjadi teladan yang paling baik untuk adik macam saya. Saya tahu, menjadi anak pertama adalah hal yang tersulit dan membebankan karena harus menjadi contoh yang baik untuk adiknya, tapi sesulit apapun itu kamu selalu berhasil jadi contoh yang baik untuk saya. dan selalu bisa jadi penyemangat terbaik saya. Terima kasih untuk doa-doa baik yang kamu kasih untuk saya, karena doa-doa itu lah saya mampu bertahan sendirian di 512 km jauhnya dari rumah.

Untuk teman-teman (Tiara, Jessica, Febi, Fitri, Ayi) : Terima kasih sudah jadi teman yang suka tertawa, hal itu yang selalu berhasil menghibur saya ketika saya berada di sekitar kalian. Terima kasih telah meluangkan waktu untuk memberikan kejutan untuk saya, kalian teman yang baik.

Untuk Damar : Kamu adalah satu-satunya teman yang selalu ingin saya ceritakan apapun itu. Maafkan saya jika saya selalu banyak merepotkanmu dengan segala bentuk permintaan ini-itu. Terima kasih karena kamu selalu bersedia menyediakan rumah untuk saya berteduh ketika saya merasa haus akan keberadaan saya di rumah saya yang sesungguhnya. Terima kasih telah memperkenalkan saya dengan hal-hal baru yang sebelumnya tidak pernah saya kira saya menyukainya. Terima kasih karena kamu telah menjadi teman yang menyenangkan. Saya tahu saya bukan teman yang baik, yang selalu ditunggu kedatangannya, yang selalu diharapkan keberadaannya, tetapi saya suka sekali karena seperti apapun saya, kamu masih bersedia menjadi teman saya, sahabat saya, soul sister saya, partner bermusik dan segala bentuk kesenian saya, teman diskusi saya, teman tertawa saya, teman menangis saya, teman menggila saya, teman melakukan hal konyol dengan imajinasi yang berlebih. Terima kasih, Dam, kamu telah berusaha memahami saya dan menutupi segala kekurangan saya sebagai temanmu. Maafkan saya jika banyak hal yang saya lakukan menyakitimu dan membuat dirimu merasa tidak baik, maafkan saya teramat sangat. Jika kamu masih mempertanyakan mengapa saya menjadikanmu teman kesayangan saya, sampai saat ini pun saya tidak tahu pasti kenapa saya begitu menyayangimu, yang saya tahu sangat jelas adalah saya senang berteman denganmu karena kamu membuat saya membuat sesuatu.

Untuk Herry : Terima kasih sudah menjadi teman (dan manajer) yang baik dengan tingkat baik berlebihan sampai kamu rela meluangkan waktu untuk menemani saya ini-itu. Maaf jika saya banyak merepotkanmu, semoga kamu selalu diberi keberkahan karena telah menjadi orang baik.

Untuk Alin : Terima kasih nyanyian selamat ulang tahunnya. Kamu selalu bisa mengingatkan saya bahwa jarak bukanlah halangan seseorang untuk terus berteman, menjalin tali silaturahmi. Terima kasih kamu telah mengajari saya banyak hal tentang pandangan-pandanganmu tentang masa depan. Terima kasih kamu selalu berusaha meluangkan waktu untuk menemui saya ketika kamu mampu. Kamu teman yang baik.

Dan untuk teman-teman lain yang memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada saya, terima kasih banyak  karena kalian telah bersedia meluangkan waktu untuk itu. Semoga hari kalian selalu menyenangkan, semoga keberkahan hadir di antara kalian. Semoga di usia saya yang bertambah ini, saya masih bisa terus berada di hati kalian. Semoga kita selalu diberi kesehatan dan kemudahan dalam menjalani berbagai macam hal dalam hidup kita. Semoga Allah selalu memberkahi setiap langkah kita. Semoga.


by Dita Oktamaya

Tuesday, June 12, 2012

Big Hug For WEBG

Ukulele punya Baobao berwarna coklat (Simone) dan Ukulele punya saya berwarna biru (Nano)



Saya : "Ngomong-ngomong, aku serius mengenai duo yang aku ingin bentuk denganmu loh. Aku pengen punya teman yang bisa diajak gila dengan musik."
Baobao : "Wah, aku juga serius. Sama kayak kamu, aku juga pengen punya teman yang bisa diajak berbagi tentang musik."
Saya : "Ah, thanks God i found you."
Baobao : "Me too."


Tepat sekali, itu adalah perbincangan saya dengan Baobao (Yup, Baobao is Damar. I made a nickname for her). Kami sepakat untuk membuat duo, duo yang terbentuk ketika kami berdua bersama-sama duduk menonton video duo wanita asal Korea Selatan (mereka artis indie jadi kemungkinan jarang ada yang tahu, nama duo mereka adalah J Rabbit) bertalenta yang bisa memainkan berbagai macam alat musik untuk memainkan lagu-lagu yang menyenangkan.

Awalnya saya ragu untuk mengajaknya membentuk duo karena dia terlalu bertalenta dan saya terlalu timpang untuk disejajarkan dengan dia. Dalam bidang musik, dia beberapa level jauh di atas saya. Saya tidak bisa apa-apa dan tidak mengerti apa-apa, sama sekali, tetapi saya pikir sudahlah, saya ingin ada sesuatu yang saya kerjakan bersama dia tentang hal yang saya suka sejak dulu (bermusik) dan tidak ada pilihan lain selain mengajaknya membentuk duo karena seriously, partner yang saya ingin saya punya adalah teman kesayangan saya itu, cuma dia, karena dia cuma satu :D

Pada akhirnya, saya berani mengatakan niat saya untuk membentuk duo bersama dia. Kalian tahu bagaimana responnya? Sangat baik! Dia mengatakan "Yuk!" dengan nada yang semangat, segera setelah saya mengatakan niat saya itu, seperti sebuah reflek yang baik ketika kalian diajak makan untuk ditraktir. Saya ingat sekali dengan jelas karena itu jawaban paling menyenangkan yang saya dengar dari dia pada saat itu. Ah, saya lega.

Setelah itu, kami pun mencari nama yang cocok untuk duo kami. Awalnya saya memberi nama 'No Name' terinspirasi dari nama cafe yang saya singgahi ketika saya mendapat kesempatan berkunjung ke Korea Selatan. Cafe tersebut adalah cafe yang menyenangkan dan membuat nyaman. Setelah beberapa pertimbangan, Baobao mengatakan tidak mau memakai nama 'No Name' karena terlalu tidak menggambarkan seperti apa kami. Maka dari itu, kami pun merombak nama duo kami.

Saya kembali memberi nama 'Marshmallow and Cotton Candy' karena teringat perbincangan ketika dia pertama kali bermain ke kos saya. Saya bertanya padanya apakah dia menyukai marshmallow dan dia mengangguk, kemudian dia mengatakan dia suka permen kapas dan dia harap saya suka permen kapas juga, saya pun mengangguk karena saya memang suka permen kapas. Jadi, karena kami sama-sama suka kedua hal itu saya pun memberi nama duo kami dengan 'Marshmallow and Cotton Candy', tetapi lagi-lagi Baobao tidak setuju karena namanya terlalu manis untuk kami berdua yang cuek dan tidak bisa dandan dengan baik dan benar.

Nama duo pun kembali dipikirkan, saya mengatakan bagaimana jika nama duo kami 'Yin dan Yang' karena teringat dengan filosofi Baobao mengenai warna kulit kami berdua. Kulit saya agak putih dan kulit Baobao agak gelap. Baobao adalah teman yang terkadang imajinasinya melebihi batas kemampuan saya, dia berkata kami berdua ibarat Yin dan Yang yang menjadi satu. Dia bilang :

"Ketika kita bersama dunia ini menjadi seimbang, maka dari itu kita berteman dekat. Jika kita tidak berteman dekat, dunia kehilangan Yin dan Yang, kehilangan keseimbangan."

Dulu dia pernah mengatakan hal semanis itu, jika saya tidak salah ingat.

Namun, lagi-lagi Baobao menolak nama itu karena takut dikira sebagai duo penyanyi lagu-lagu mandarin. Akhirnya setelah sekian banyak menolak, Baobao mengatakan pendapatnya mengenai nama duo kami. Dia memberi nama 'Elephant and Giraffe Who Love Marshmallow and Cotton Candy', tetapi sekarang gantian saya yang menolaknya karena namanya terlalu panjang untuk diingat dan dia pun mengiyakan.

Baobao sepertinya bimbang, dia pun menemukan sebuah nama lagi dan mengatakan nama duo kami 'White Elephant and Black Giraffe Who Can't Eat Shrimp and Crab' karena kami sama-sama tidak bisa makan udang dan kepiting ketika kondisi tubuh kami tidak dalam keadaan baik. Kalian tahu bagaimana reaksi saya? Saya menolaknya lagi, namanya masih terlalu panjang, sepertinya Baobao suka sekali dengan nama yang panjang =..= tetapi kemudian saya berpikir, dari nama yang panjang itu ada hal yang menarik perhatian saya.

Pada akhirnya, semua berakhir ketika saya membuat sebuah album foto baru di account facebook saya. Album foto khusus foto-foto kami berdua (yang ekspresinya banyak yang tidak karuan) dan menamainya : WEBG (White Elephant and Black Giraffe) dan kalian tahu bagaimana respon Baobao : "Uwo WEBG <3" seperti itu dan saya lega. Akhirnya kami menemukan nama yang cocok untuk duo kami :)

Kalian pasti bingung kenapa WEBG?

White and Black = Yin dan Yang. Saya tidak akan lupa perkataan Baobao yang mengatakan bahwa kedekatan pertemanan kami adalah ibarat Yin dan Yang, jadi ketika kami jauh, dunia akan kehilangan keseimbangannya. Dan saya memasukan Yin dan Yang dengan bahasa yang berbeda, White and Black.

Elephant and Giraffe, ini bukan karena analogi fisik kami yang seperti kedua binatang tersebut. Bukan. Meskipun Baobao sekarang memanggil saya dengan sebutan Bakpau yang tergambar dari pipi saya yang katanya lucu, buntal seperti bakpau, tetapi bukan karena masalah fisik kami yang tergambar dari kedua binatang itu. Bukan. Hahaha. Elephant and Giraffe, Gajah dan Jerapah, saya sangat menyukai Gajah dan Baobao sangat menyukai Jerapah. Maka dari itu, saya menggunakan Elephant and Giraffe sebagai hal yang mewakili kesukaan kami berdua.

Dan itulah nama duo kami, agak panjang? Memang. Oleh karena itu, kami berdua menyingkat nama duo kami menjadi WEBG (White Elephant and Black Giraffe). Kami adalah grup duo yang namanya ditentukan melalui album foto di facebook dengan persetujuan bersama yang tercetus dari comment pada tanggal 17 Januari 2012. Kami grup duo dengan konsep lagu dalam 4 versi bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Korea, dan Bahasa Perancis (saya akan berusaha dengan giat untuk menyanyi dengan Bahasa Perancis, Bao, mohon bantuannya!).

Grup duo yang tanggal 10 Juni 2012 yang lalu melakukan debut di Monumen Serangan Umum Satu Maret, 0 km, Yogyakarta. Saya sebagai vokalis dan Baobao (Damar) sebagai pemain ukulele. Kami biasanya menyesuaikan dengan beberapa alat musik, seperti keyboard, gitar, marakas, dan glockenspiel, tetapi karena kami sama-sama suka bermain ukulele, fokus kami adalah duo berukulele.

Saya senang sekali karena saya memiliki hal yang bisa dikerjakan dengan teman kesayangan saya, meskipun saya sendiri masih susah untuk disandingkan dengan dia yang terlalu bertalenta dan terlalu cerdas. Ah, tak apa, semoga ketidaktahuan saya selalu bisa diisi dengan pengetahuan yang dimiliki Baobao. Jadi ingat perkataan Baobao's mom :


"Kalau duo dan berkarya bersama ya memang harus saling mengisi dan melengkapi. Sukses terus, pasti."


Terima kasih, Tante. Perkataan tante akan saya ingat :)


Ya, sekarang saya punya WEBG. Punya partner yang sangat sangat baik. I heart WEBG. Segala sesuatu yang kami dapat adalah bonus yang menyenangkan dari kebersamaan yang kami lalui untuk menikmati musik dan membuat orang yang melihat kami senang. Saya sayang sekali dengan WEBG dan sayang sekali dengan partner saya yang sabarnya melebihi orang yang sedang menunggu siput berjalan. Big hug for my lovely bestfriend partner and WEBG, semoga kita berdua ke depannya selalu menjadi lebih baik ya, Aamiin.



by Dita Oktamaya

Saturday, June 9, 2012

Hello Mr. Right!

Teruntuk kamu,

Hai, bagaimana rasanya membaca tulisan ini? Senang? Bingung? Atau bagaimana? Mungkin ketika kamu membaca tulisan ini sekarang kamu sedang duduk di sampingku sembari makan puding yang kubuat dengan susah payah dan menurutku gagal, tetapi menurutmu enak dan layak untuk dimakan.

Aku ingin cerita, maaf sebelumnya karena ketika aku menulis ini aku sama sekali belum mengetahui dimana keberadaanmu, siapa namamu, bagaimana impian-impian besarmu tentang masa depanmu atau harapan terindahmu tentang kita. Aku hanya ingin bercerita, hari ini aku melihat sepasang kakek-nenek makan berdua di sebuah kedai kaki lima. Menurutku itu menarik, kenapa? Karena mereka terlihat sangat damai, duduk berdua di kursi yang berhadapan dan lebar meja yang berada di antara mereka tidak terlalu besar, sehingga mereka makan dengan piring dempet-dempetan. Aku katakan sekali lagi, hari ini adalah hari dimana aku belum bertemu kamu, tetapi aku ingin sekali bertemu denganmu, sesegera mungkin.

Mungkin ketika kamu membaca tulisanku ini kita sudah terbiasa menggelar sajadah bersama dan kamu berdiri di depanku menggunakan baju koko berwarna putih yang kupilihkan untukmu. Aku suka warna putih, sebenarnya aku suka warna biru, tetapi warna putih lebih cocok untukmu yang selalu terlihat bersih dan rapi.

Kamu tahu? Aku ini perempuan yang keras kepala, kamu pasti sudah tahu dengan jelas seperti apa aku, tetapi ketahuilah aku ingin sekedar berbagi cerita agar kamu dapat mengetahui seperti apa perempuan yang kamu pilih untuk selalu kamu lihat pertama kali ketika kamu membuka mata dan kamu lihat terakhir kali ketika kamu menutup mata di setiap harinya.

Aku minta maaf atas kekeraskepalaanku ini. Seperti yang kamu ketahui, sejak dulu aku terbiasa melakukan segala hal sendiri, sehingga ketika kedua kepala kita bertemu banyak hal kecil yang mungkin menjadi permasalahan yang kadang berujung tidak baik dan kamu jadi merasa tidak dibutuhkan karena beranggapan aku bisa melakukan segala sesuatunya sendirian. Padahal tidak, aku masih butuh kamu dan selalu butuh kamu. Aku katakan sekali lagi saat aku menulis tulisan ini aku tidak pernah tahu kamu orang yang seperti apa, tetapi aku percaya adalah suatu kebohongan jika aku bisa berdiri sendiri tanpa kamu di sampingku. Mungkin kedengarannya terlalu berlebihan, tetapi percayalah dalam pikiranku tanpa kamu aku adalah gitar yang hanya terdiri dari lima senar dengan satu senar terputus. Tidak lengkap. Suaranya tidak selaras. Aneh.

Oh ya, aku suka bermain gitar dan ukulele, hanya sebatas kunci nada dasar, tidak ahli sama sekali. Ketika menulis tulisan ini aku yang belum pernah menemuimu ini sedikit berharap kamu dapat bermain alat musik bersenar itu setidaknya satu level di atasku, tapi tidak apa jika memang ternyata kamu tidak bisa memainkan alat musik macam apapun karena yang terpenting adalah aku nyaman berada di sampingmu.

Aku suka berkhayal, sekarang pun ketika menulis tulisan ini aku sedang berkhayal bagaimana ekspresimu ketika membaca tulisan tentangmu olehku yang sebenarnya belum mengetahui seperti apa dirimu seutuhnya, saat ini, ketika aku sedang menulis tulisan ini. Aku paling suka air putih. Aku tidak terlalu suka makanan dan minuman manis, tetapi aku suka marshmallow, es krim vanila, permen kapas, dan greentea latte. Mungkin semua hal yang aku katakan di atas semuanya sudah kamu ketahui, tetapi ada satu hal yang ingin kukatakan dan mungkin kamu juga sudah mengetahuinya, tetapi aku ingin terus mengatakannya berkali-kali, aku suka kamu. Suka sekali.

Kenangan saat masih kuliah sangat banyak, terutama ketika aku masih tinggal di Jogja. Saat ini, ketika aku menulis tulisan ini aku tidak tahu ke mana kamu membawaku tinggal nantinya, tetapi yang terpenting adalah selama bersama kamu, aku merasa aman. Di Jogja aku belajar hidup mandiri, belajar berdiri sendiri di kaki sendiri, belajar terbiasa melakukan segala sesuatu sendiri dengan mengandalkan diri sendiri. Di Jogja juga aku menemukan sahabat terbaik yang sering kubuat tulisan tentangnya di blogku ini dan kamu pasti sudah tahu karena aku pasti banyak bercerita tentang dia kepadamu, kan?

Kamu tahu? Aku selalu takut aku adalah tipe orang yang mudah membuat orang lain bosan. Aku bukanlah perempuan yang mudah mengekspresikan apa yang diinginkannya, ketika kamu membaca tulisan ini aku rasa kamu sudah terbiasa denganku yang seperti ini dan aku harap kamu tidak pernah lelah terhadapku yang mungkin sering membuatmu berpikir berputar-putar untuk mengetahui apa maksudku. Aku juga pencemburu, jadi jangan heran jika tiba-tiba aku meledak berkata cemburu ketika kamu bersikap terlalu baik terhadap perempuan lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan darah yang mengalir di tubuhmu dan aku. Ketika sedang membaca tulisan ini mungkin kamu juga sudah terbiasa denganku yang ketika marah meledak dan berkata marah, tetapi ketahuilah setelah itu kamu selalu aman karena aku pasti sudah melupakannya.

Saat ini aku memang belum mengetahui seperti apa dirimu sebenarnya, tetapi aku ingin mengatakan bahwa pastinya kamu adalah pria hebat dengan pemikiran cerdas dan sudut pandang yang menarik perhatianku hingga aku juga memilihmu sebagai pria yang kulihat pertama kali saat kubuka mata dan kulihat terakhir kali saat kututup mata di setiap harinya. Pastinya kamu adalah pria yang tidak mementingkan kecantikan fisik seorang perempuan karena kamu tahu sekali aku hanya perempuan dengan kecantikan berada di tingkat rata-rata yang tidak bisa berdandan manis dan berpakaian rapi secara baik dan benar. Pastinya kamu adalah pria dengan tingkat kesabaran yang sangat tinggi hingga mau mendengar cerita-ceritaku yang mungkin tidak terlalu penting, tetapi terus aku ceritakan. Pastinya kamu adalah pria dengan level humor yang baik, sehingga aku selalu tertawa senang setiap kali kamu berbagi cerita denganku. Aku yakin kamu pasti pria yang seperti itu dan terima kasih sudah menjadi pria sebaik itu.

Seperti yang kamu tahu, aku belum pernah menemuimu ketika menulis tulisan ini, jadi seperti apapun kamu dan bagaimana perasaanmu ketika membaca tulisan ini tolong katakan kepadaku. Di dunia ini hanya terdapat 1% orang yang memiliki indra keenam dan aku bukanlah 1% itu. Jadi apapun masalah yang kita berdua hadapi nanti, janji saling mengatakannya agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berujung tidak baik ya, setuju?

Oh ya, mengenai kakek-nenek yang makan bersama di kedai kaki lima itu, aku percaya kita bisa menjadi seperti itu, yang terpenting adalah jangan pernah menyerah atas apapun yang kamu anggap itu baik. Jika itu bukan hal yang baik, kita sama-sama tahu kalau Tuhan tidak pernah tidur, jadi biar Dia yang melakukan bagiannya, karena bagian kita hanya percaya atas kebaikan yang ada.

Sejak tadi aku bercerita ini, bercerita itu, kamu pasti bingung sebenarnya apa yang ingin aku katakan padamu, kan? Sederhana saja, aku ingin berterima kasih, karena dari berbagai kesempatan yang dilewati dan dari berjuta perempuan yang diciptakan Tuhan di dunia ini, kamu menemukanku dan memilihku, di waktu yang tepat.


With a bunch of love,


Dita Oktamaya

Tuesday, June 2, 2009

Jalan Untukku

Aku terpaku, terdiam memikirkan begitu banyak hal indah yang akan kuhadapi di masa depan nanti. Terpenjara dalam ribuan tanya tentang kehidupan yang ku alami. Kemudian aku menatap lurus ke depan, terbayang seolah-olah Allah berada di hadapanku dan berkata :

"Ini jalan yang Aku pilihkan untukmu, naikkan derajatmu setinggi langit yg Kuciptakan, sejauh matamu memandang, sesederhana dirimu di hadapanKu. Karena Aku tahu sesungguhnya kau akan kembali padaKu seperti apapun bentukmu."

Muliakan ciptaanMu ini Ya Allah. Amin



By Dita Oktamaya