Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts

Monday, May 7, 2012

Kata Dosen #3

Sebenarnya hal yang beliau katakan ini merupakan reaksi beliau terhadap tugas kuliah milik mahasiswa dan mahasiswinya (kami) yang di dalamnya terdapat banyak kesalahan dan harus segera diperbaiki.

Namun, mendengar apa yang beliau katakan ini saya merasa sedikit tergelitik dan jadi beberapa kali memutar otak untuk setidaknya lebih sering menerapkan hal yang dikatakan beliau di dalam keseharian saya :

"Yang terpenting adalah jika kalian melakukan kesalahan, kalian harus tahu dimana letak kesalahannya dan tahu bagaimana cara memperbaikinya."


by Dita Oktamaya

Thursday, March 1, 2012

Pamer

Ah, saya ingin pamer!

Jujur belakangan ini saya sedang sangat teramat egois karena banyak hal yang saya ingin kalian juga mengetahuinya. Maaf ya, tetapi semoga apa yang saya ceritakan ini selalu menyenangkan, jadi kalian tidak perlu repot-repot melempar sendal ke muka saya jika ternyata kalian tidak menyukai cerita saya. Jangan sampai.


Baiklah, sudah lama sebenarnya ingin bercerita tentang ini. Tentang perjalanan saya di Korea Selatan bulan Oktober tahun lalu. Dari mana memulainya ya? Ada ide?

Jujur saya bingung jika disuruh bercerita tentang perjalanan saya di Korea Selatan kemarin, sangat singkat. Singkat sekali. Mungkin hanya 2 minggu. Jika kalian bertanya untuk apa saya pergi ke sana, saya akan menjawab : Jalan-jalan.

Saya sesungguhnya tidak mengerti perjalanan ini untuk apa dan bagaimana, yang saya tahu (dan ingat) saya diminta mendaftar, membuat essay, mengumpulkan foto, formulir, fotokopi passport, curicculum vitae dan menunggu hasil dari ketua Jurusan saya yang lama, inspirator saya nomer 1 setelah saya menginjakan kaki di Jurusan saya yang sangat saya cintai.
Jika kalian bertanya kenapa saya rela berusaha membuat essay dan repot mengurus ini-itu hanya demi pergi ke Korea Selatan, jawaban saya : Penasaran.

Penasaran yang pertama, karena saya belum pernah pergi ke luar negri sebelumnya dan hal itu membuat saya penasaran karena saya tidak pernah melihat negara lain di luar Indonesia secara langsung, jadilah Korea Selatan negara pertama yang saya kunjungi.

Penasaran yang kedua, karena di Indonesia tidak ada musim gugur dan saya sangat tertarik dengan musim gugur setelah membaca novel karya Ilana Tan yang berjudul Autumn in Paris, jadi saya penasaran ingin melihat daun-daun berserakan di jalan yang menjadikan jalanan begitu amat sangat berantakan, tetapi indah dan sejuk. Ya, meskipun ternyata saya bukan pergi ke Paris tetapi ke Seoul.

Penasaran yang ketiga, karena saya ingin bertemu dengan teman-teman saya di sana, saya penasaran apakah mereka baik-baik saja, apakah kami benar-benar berada di bumi yang sama dan melihat langit yang sama, tetapi tinggal di negara dengan waktu yang berbeda. Saya penasaran untuk melihat perbedaan yang susah dilihat dengan kasat mata.

Begitulah dan rasa penasaran saya semua terjawab sudah. Saya pergi ke sana setelah menempuh berbagai macam kerepotan, tetapi semua berjalan dengan baik berkat sang Inspirator yang dengan sangat baik mengurus visa saya dengan cara mengintruksi saya melalui email karena beliau sudah lebih dulu berada di Seoul.

Ketika sampai di sana saya hanya bisa tersenyum, jadi ini rasanya berada di negara lain di luar Indonesia, jadi ini rasanya musim gugur di negara empat musim, jadi ini rasanya bertemu dengan teman-teman bermata kecil saya setelah beberapa lama tidak bertemu, jadi ini rasanya, menyenangkan sekali.


Ini saya setiba di Bandara Incheon, Korea Selatan (Saya suka susu rasa pisang yang sedang saya genggam erat-erat itu)


Ini saya saat program berlangsung, saya harus memakai rompi itu kemana-mana, nama program itu PYEX (PAS (Pasific Asia Society) Youth Exchange)


Saya senang rasa penasaran saya terjawab bahkan sejak kedatangan saya di negri ginseng tersebut, saya bahkan senang sekali teramat sangat melihat teman saya dengan gaya khasnya mengomeli saya karena dia telah menunggu lama di pintu keluar bandara, wanita bermata kecil itu dengan gaya khasnya mengomeli saya dengan bahasa ibunya (bahasa Korea) kemudian memeluk saya erat, rindu katanya.


(Dari kiri ke kanan) ada 2 teman saya dari satu jurusan saya di kampus dan ada teman bermata kecil saya yang dengan setia menanti kedatangan kami di Bandara Incheon :)


(Dari kiri ke kanan) Bapak inilah inspirator saya, akhirnya ketemu juga setelah program kami selesai, kami berjalan-jalan bersama dua teman saya juga dari jurusan yang sama dengan saya :)


Saya senang karena saya tahu saya mendapat banyak teman baru dari Indonesia dan dari negara-negara tetangga (Asia Tenggara dan sekitarnya) dan berkat mereka saya sempat mempelajari lagu selamat ulang tahun dan kalau kau suka hati dalam berbagai versi bahasa (meskipun tidak semua saya ingat) serta menyanyikannya di mana saja, bersama-sama.

Baru kali ini saya merasa bahwa bahasa Internasional bukanlah bahasa Inggris (karena sebagian besar dari kami tidak dapat berbahasa Inggris), melainkan bahasa Korea, how sweet! Saya dan mereka, sama-sama tidak menggunakan bahasa Korea sebagai bahasa Ibu kami, tetapi saat itu kami dengan cueknya, dengan aksen kami masing-masing berkomunikasi dengan bahasa orang yang notabennya adalah bukan bahasa Internasional, jika kalian bertanya bagaimana rasanya? Menyenangkan. Saya senang, senang sekali teramat sangat.


Inilah wajah-wajah kami secara keseluruhan :D


Menunggu makanan datang, kami sudah sangat kelaparan (bersama teman-teman dari Mongol)


Foto ini diambil saat kami makan di outback, saat itu kami makan banyak sekali :P

Saya bertemu dengan teman-teman dari Indonesia juga, jumlah kami seluruhnya ada 8 orang dan tim Indonesia adalah satu-satunya tim yang seluruh anggotanya adalah mahasiswa, sehingga kami adalah tim yang paling berisik, paling tidak bisa diam, paling suka ketawa keras-keras, paling suka tantangan, paling muda, tetapi paling mudah untuk diatur. Dan tim kami terkenal sebagai tim yang pelafalan bahasa Koreanya sangat baik (thanks to bahasa Indonesia yang tidak menuntut orang Indonesia menggunakan aksen tertentu yang sulit untuk diubah).


Ini Tim Indonesia yang berjumlah 8 orang, kantong plastik berwarna hitam itu bukan sampah, tetapi barang belanjaan kami


Foto ini diambil di Gedung DPR Korea Selatan (jika tidak salah ingat), hanya tim kami yang dengan cueknya berpose seperti itu


Foto ini diambil ketika kami meminta izin untuk berjalan-jalan di malam hari ( setelah program ini-itu kami ikuti di pagi hingga menjelang sore hari), sepertinya hanya tim ini yang tidak mengenal kata lelah :)


Lihat betapa segar bugarnya kami? Tidak ada kata lelah untuk berjalan-jalan :D


Program yang saya ikuti ini memiliki 2 koordinator acara, dua-duanya wanita. Yang satu tidak terlihat sudah menjadi wanita dewasa karena suara dan gayanya sangat imut, yang satu lagi terlihat sangat dewasa dengan gayanya yang khas, tetapi memiliki kepanikan tersendiri ketika sedang lelah, sehingga dia sulit sekali untuk fokus. Mereka sangat baik. Baik dan menyenangkan.

Tim Indonesia memiliki panggilan tersendiri untuk 2 koordinator ini, untuk koordinator yang imut kami memanggilnya "wanita empat musim" karena sedingin apapun udara musim gugur saat itu, dia dengan santainya menggunakan legging tipis (sekali) dan rok pendek (sekali). Untuk koodinator yang sulit untuk fokus kami memanggilnya "wanita siap kerja" karena selalu berpakaian rapi dan formal, resmi, tetapi terlihat simple dan kami menyukainya, sangat khas.


Ini saya bersama koordinator acara saya yang disebut sebagai "Wanita Empat Musim"


Ini saya bersama koordinator acara saya yang disebut sebagai "Wanita Siap Kerja"


Mereka semua adalah para volunteer dan koordinator acara yang bertanggung jawab atas program ini, mereka sangat baik dan bersama mereka sangat menyenangkan :)

Hingga saat ini mereka berdua masih sering berhubungan dengan saya melalui media online, menanyakan sudah makan atau belum, mengucapkan selamat pagi atau selamat tidur. Mereka bergosip tentang pekerjaan mereka dengan saya dan saya bergosip (atau lebih tepatnya minta diajari) tentang tugas-tugas saya dengan mereka.

Begitulah mereka menunjukan bahwa jarak bukanlah penghalang ketika persahabatan yang baik terjalin, itu yang mereka ingin tunjukan kepada saya ketika hari terakhir keberadaan saya di sana, saya mengatakan bahwa Korea Selatan dan Indonesia, Seoul dan Jogjakarta itu sangat jauh, saya takut mereka lupa saya karena saya tidak kelihatan di hadapan mereka. Mereka mengatakan kepada saya bahwa manusia memang pada akhirnya memiliki kesibukan
masing-masing, bukan lupa atau tidak ingat, tetapi mereka yakin saya pasti berada di antara tumpukan pekerjaan yang membuat pikiran mereka sibuk. Semoga saja. Saya harap begitu.

Oh, apakah saya sudah bercerita tentang saya yang sangat menyukai duo indie yang berasal dari Korea Selatan bernama J Rabbit? Saya sangat suka mereka, tetapi sayangnya sebagian besar teman-teman bermata kecil milik saya tidak terlalu mengetahui keberadaan duo
indie tersebut, mereka bahkan heran bagaimana saya bisa mengetahui duo indie tersebut padahal saya adalah orang Indonesia dan tinggal di Indonesia. Saya rasa mereka belum terlalu paham fungsi internet yang sebenarnya :P

Dan hal yang tak terduga adalah dari beberapa orang teman yang saya tanya mengenai J Rabbit, koordinator saya yang memiliki panggilan "wanita siap kerja" adalah satu-satunya orang yang juga mengetahui dan menyukai duo indie tersebut, that's great! Kami sama-sama menyukai J Rabbit karena lagunya tidak melulu tentang cinta. Meskipun memang ada beberapa lagu tentang cinta yang dikemas dengan manis dan menggemaskan, tetapi kebanyakan lagu mereka adalah tentang hidup, tentang semangat yang harus bisa diraih seseorang ketika berada di titik jenuh kehidupannya, tentang hari esok yang membuat banyak orang bertanya-tanya untuk apa dan akan seperti apa. Saya suka J Rabbit, mereka mengagumkan.

Dan hal yang paling tak terduga adalah koordinator saya tersebut ternyata diam-diam membeli CD J Rabbit (yang saat di Korea dulu ingin saya beli, tetapi ternyata selalu sold
out) dan mengirimkannya ke Indonesia. Kami memang sempat bertukar alamat tempat tinggal kami, awalnya saya pikir untuk apa, ternyata untuk ini. Saya sangat senang sekali. Dia tidak mengatakan apa-apa selain bersyukur karena paketnya dapat sampai ke tangan saya dengan baik. Ah, koordinator yang (sangat) baik.

Katanya, saya lah yang membuatnya berlaku demikian, saat itu saya memang sedang iseng mengirim buku belajar bahasa Indonesia dan sebuah kalung khas Indonesia ke Korea Selatan. Dia mengatakan sangat senang menerimanya dan dia pun mengirimi saya CD itu. Oh, sejujurnya saya tidak pernah berpikir untuk mendapat imbalan seperti ini ketika dahulu saya memberikan barang-barang yang saya sendiri pun iseng mengirimnya karena saya ingin dia mengetahui setidaknya sedikit tentang bahasa Indonesia. Namun, saya sangat berterima kasih karena pemberiannya sangat menyenangkan. Dalam paket itu pun terdapat surat tulisan tangannya yang membuat saya ingin selalu menangis setiap membacanya.


Ini adalah paket kiriman koordinator acara saya yang disebut "Wanita Siap Kerja", kertas kecil berbentuk Hanbok (baju tradisional Korea) itu adalah surat tulisan tangannya


Ah, saya rindu masa-masa di Korea Selatan, saya rindu tidur di bis yang memiliki tempat menaruh minum tersendiri di setiap tempat duduknya. Saya rindu berjalan-jalan di udara dingin musim gugur yang membuat saya hampir mimisan. Saya rindu menyanyi lagu dengan berbagai versi bahasa. Saya rindu jajan di pinggir jalan kota Seoul. Saya rindu menawar harga barang-barang kerajinan di sana dan mendapat diskon karena saya orang asing yang katanya pintar berbahasa Korea.


Saya rindu menaiki kereta bawah tanah yang stasiunnya berada sangat jauh dari tempat saya menginap hingga saya harus berjalan kaki di udara dingin yang membuat kaki gemetar. Saya bahkan rindu menunggu lampu hijau bagi pejalan kaki menyala dan saya bahkan rindu diomeli dengan kedua koordinator saya karena saya selalu tidur di setiap kesempatan dan selalu jarang menghabiskan makanan yang katanya mahal (karena porsi makan orang Korea bisa 3x lipat lebih besar dari porsi makan saya). Saya rindu Korea Selatan, saya rindu mereka, saya juga rindu tim Indonesia, apa kabar kalian? Semoga kalian selalu baik-baik saja. Tidak apa-apa ya saya pamer di sini, pamer tentang keberuntungan saya bertemu kalian dan mendapatkan kalian masih tinggal dengan baik di hati saya.


-----


Bagi kalian yang penasaran dengan J Rabbit, inilah mereka :








mereka mengagumkan, bukan? :D



By Dita Oktamaya

Thursday, June 24, 2010

Penduduk Dunia




Yang dilakukan seorang makhluk bernama manusia terhadap mimpi-mimpi dan keyakinannya adalah mereka hanya tinggal mempercayainya. -Donny Dhirgantoro (dalam buku : 5cm)



Cukup lama rasanya tidak berdiskusi dengan kalian lagi. Apa kabar?


Hari ini saya cukup merasa lega karena baru saja menyelesaikan ujian akhir di semester kedua ini. Jika boleh sedikit bercerita, saya ingin mengatakan bahwa saya rindu sekali dengan kota kelahiran saya, Jakarta. Padahal baru saja beberapa minggu yang lalu saya pulang untuk melepas rindu kepada keluarga. Cengeng ya? :)


Dua hari yang lalu adalah ulang tahun Jakarta. Biasanya di Jakarta ada semacam pasar festival untuk menyambut hari ulang tahunnya, namanya Pekan Raya Jakarta (PRJ), berlangsung selama 1 bulan. Waktu yang cukup lama untuk mengadakan sebuah festival untuk sekedar perayaan hari ulang tahun, itulah Jakarta :)


Berbicara tentang kota ini, bagaimana menurut pendapat kalian tentang Jakarta?


Menurut saya, Jakarta itu adalah surga bagi orang yang siap untuk menghadapi perbedaan yang besar. Tempat yang juara bagi orang-orang yang siap terpuruk dan terjatuh ke dalam jurang yang paling dalam sekali pun. Orang yang berani menginjakkan kakinya di Jakarta adalah seorang kompetitor hebat, orang yang terbuka terhadap persaingan yang pesat dalam kehidupan, dan tentu saja orang yang sudah memiliki cukup banyak bekal untuk tinggal di sana, memiliki bekal keberanian dan keyakinan dalam diri mereka untuk dapat menjadi minoritas meskipun tidak ada mayoritas karena semuanya berbeda. Tidakkah kalian sependapat dengan saya?


Saya jadi ingat, jauh hari sebelum saya pindah ke Yogyakarta untuk menempuh studi saya di sini. Papa saya mengatakan tentang pentingnya setiap diri makhluk hidup jika makhluk hidup itu berani menghargai dirinya sendiri. Mengerti maksud saya?


Papa bercerita tentang pentingnya wawancara dalam perekrutan tenaga kerja dalam kantornya, beliau bertanya apakah saya mengerti tentang mengapa setiap kantor melakukan wawancara dan diskusi tentang jumlah gaji yang layak untuk diberikan kepada calon pekerja. Saya menjawab, untuk bertahan hidup karena orang bekerja untuk mencari uang, uang untuk bertahan hidup. Papa hanya tersenyum mendengar jawaban saya.


Beliau menepuk bahu saya pelan, "Ada hal yang lebih penting dari nilai nominal gaji yang diterima oleh para pekerja. Begini saja, apa kamu mau jadi penduduk dunia? Tahu apa itu penduduk dunia?"


Saya memicingkan mata saat itu, penduduk dunia? Bukankah saya sudah hidup di dunia?


Saya menjawab, "Bagaimana jika dedek mau? Apa harus ada banyak hal yang dedek lakukan untuk menjadi penduduk dunia?"


Beliau tertawa, "Yang kamu butuhkan hanya mempelajari dirimu, memaksimalkan potensi yang ada dalam sini." papa menunjuk ke keningnya.


"Bukan kepintaran akademik saja karena kepintaran akademik itu hanya suatu kebutuhan sesaat, bukan kepentingan yang mutlak..." Papa melanjutkan, "Tapi kecerdasaan untuk menghargai segala hal yang terjadi dalam hidup, sekecil apapun itu. Bukan tentang pengalaman, tetapi tentang pelajaran yang kamu ambil dari setiap permasalahan yang kamu lihat tidak dari satu sisi. Dunia itu luas dek, ketika kamu merasa lelah, jangan egois karena masih ada beratus juta orang di luar sana yang juga merasakan kelelahan untuk bertahan hidup dan demi memiliki hidup yang jauh lebih baik. Jadi kamu terlalu sombong jika kamu mengeluh kamu lelah dengan hanya hal-hal kecil yang kamu lakukan."


"Maksudnya?" saya masih mengerutkan dahi. Masih tidak mengerti ke mana arah pembicaraan kami pergi.


"Itulah kenapa setiap kantor membutuhkan catatan riwayat hidup para calon pekerjanya. Mereka yang membutuhkan tenaga kerja menyeleksi pekerja yang memiliki banyak pengalaman, tapi tunggu ini bukan tentang pengalaman tertentu, tetapi ini tentang pelajaran yang kamu dapatkan selama kamu menempuh pengalaman itu. Tahu kan definisi pengalaman itu apa? Pengalaman itu adalah pengetahuan yang di alami dalam kenangan. Sebenarnya tidak terlalu benar jika seseorang menyatakan bahwa dirinya adalah orang yang tidak memiliki pengalaman, padahal sudah jelas dia menjalani hidupnya, bukan benda mati."


Saya terdiam, lama.


"Kemarin papa sempat mewawancari seseorang yang melamar pekerjaan di kantor papa. Papa bertanya tentang gaji yang dia inginkan. Dan dia menjawab, terserah kantor ingin memberi berapa. Itu salah besar, dek. Jika kamu ingin bekerja dan kamu melamar pekerjaan itu, seharusnya kamu sudah tahu seberapa besar pengetahuanmu tentang pekerjaan itu, kamu tahu seperti apa potensi yang ada dalam dirimu. Ini bukan masalah besar nominal gaji yang akan diberikan, tetapi masalah menghargai dirimu sendiri. Jika kamu menjawab pertanyaan itu seperti calon pekerja tersebut, itu berarti kamu belum sepenuhnya mencintai dirimu sendiri. Meskipun terkadang, ketika kamu menyukai pekerjaan itu, kamu akan lupa tentang materi yang akan kamu terima sebagai imbalan pekerjaanmu. Bukankah kamu sendiri yang mengatakan bahwa kerjakan apa yang menjadi kesukaanmu, bukan apa yang orang lain suka dan suruh kamu untuk mengkerjakannya. Karena kamu percaya bahwa setiap manusia akan sukses dalam bidang yang dia suka jika dia menyadari bahwa kesukaannya dapat berguna bagi dia dan tidak membuang waktunya untuk mengalahkan segala aktivitasnya. Bukankah begitu?"


Saya mengangguk.


"Dan penduduk dunia adalah orang-orang seperti itu dek, orang yang sukses dibidang yang dia sukai bagaimana pun bentuknya. Karena orang-orang seperti itu adalah orang yang melakukan semua pekerjaannya dengan ini." Papa menunjuk ke arah dadanya. "Dan ini." menunjuk ke arah keningnya.


Saya mengangguk, "Jadi penduduk dunia adalah orang-orang yang tekun menjalani apa yang dia suka, apa yang berguna bagi dia? Orang yang selalu berani untuk menghargai dirinya, orang yang sadar bahwa tidak hanya dia saja yang membanting tulangnya demi mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik? Orang yang menghargai setiap hal dalam kehidupan, sekecil apapun itu dan melihatnya dari berbagai sisi yang berbeda?"


Papa mengangguk, "Dan orang yang akan menjadi penduduk dunia itu salah satunya sedang duduk di depan papa."


Saya tersenyum, "Pa, dedek mau jadi penduduk dunia. Bukan untuk uang, tetapi untuk membuktikan kepada dunia bahwa ada manusia yang bernama Dita Oktamaya yang siap meraih sukses di bidang yang dia suka. Bukan manusia yang hanya berupa daging yang dapat berjalan dan diberi nama, melainkan manusia yang dapat memberi manfaat kepada manusia lain."


Papa mengangguk, "Dan dunia akan berkata, terima kasih telah hadir di sini."
-----





by Dita Oktamaya

Monday, June 8, 2009

Inspirasi?

Wonder Girls



Sudah lama tidak menulis blog, apa kabar? Rindu saya? :)
Well, sebenarnya banyak yang terdapat dalam pikiran saya ingin saya bagi kepada kalian, tapi saya tidak mungkin membicarakannya dalam satu waktu :)

Bagaimana jika kita membicarakan tentang inspirasi?

Apa kalian memiliki seseorang yang dijadikan inspirasi? Orang yang nantinya ingin kalian temui, berbincang-bincang, menjadikan teman diskusi yang asik? Selain Orangtua, tentunya. Jika kalian bertanya pada saya, saya punya.

Mereka adalah salah satu inspirasi saya dalam menulis, tidak banyak, hanya lima orang gadis dalam satu group vokal wanita. Wonder Girls. Mereka berasal dari Korea Selatan (saya lebih dulu menyukai negara ini dibandingkan dengan mereka sendiri).

Mereka adalah Min Sun Ye (ketua/vokal), Park Ye Eun (vokal), Kim Yu Bin (rapper/vokal), Sun Mi (vokal), An So Hee (Vokal). Mereka memiliki keunikan dan kelembutan pribadi masing-masing. Di situlah letak kekaguman saya kepada mereka.




Min Sun Ye (Leader Min/Mommy)

Saat pertama kali melihat penampilan mereka dengan lagu "Tell Me", saya sangat menyukai dia yang baru saya ketahui ternyata adalah ketua dari group vokal ini. Ketua yang sungguh bijaksana dan selalu merasa harus ada di belakang untuk memastikan bahwa para anggotanya dalam keadaan baik-baik saja. Saya sangat terinspirasi olehnya karena jika dibandingkan dengan yang lainnya (Yu Bin dan Ye Eun), Sun Ye (panggilannya) dapat dibilang berusia lebih muda, tetapi cukup dewasa dalam memimpin (panggilannya adalah mommy dan itu adalah merupakan panggilan teman-teman saya untuk saya, miripkah? ^6^). Orang yang paling disayangi dalam kehidupan sederhananya adalah sang nenek karena dukungan sang nenek itulah dia dapat meraih impiannya menjadi seorang penyanyi. Banyak cerita dan nasehat-nasehat Min Sun Ye yang menjadi inspirasi dalam hidup saya, banyak hal-hal kecil dilakukannya yang membuat saya tersentuh dan menangis. Dia tidak pernah berbicara kepada para wonderful (sebutan untuk fans mereka) secara langsung (basa-basi), tetapi dia selalu mengangkat kedua jari jempolnya dan tersenyum setiap akhir penampilan mereka di atas panggung, seolah berkata :
"Terima kasih atas dukungan kalian, You're wonderful!"




Park Ye Eun (Daddy)

Jika Min Sun Ye adalah Mommy, maka Park Ye Eun adalah Daddy dalam group vokal ini. Dia mungkin "the dirtiest" member in this group (karena sering kali ketika selesai melakukan workout menggunakan trademill, dengan peluh yang membasuh sekujur tubuhnya, dia akan selalu tertidur!), tetapi dia adalah orang yang sangat down-to-earth and smart! Dialah gadis luar biasa yang melakukan segala sesuatunya dengan biasa. She is star and always is. Tetapi jangan harap dia akan memakai make up ketika mengikuti kelas di kuliahnya, jangan harap dia akan membawa manajernya untuk senantiasa memenuhi kebutuhannya ketika mengikuti pelajaran di kampusnya, jangan harap dia meminta diantar-jemput ke kampusnya karena dia akan lebih memilih untuk naik bus bersama teman-temannya. Dia sangat menyukai makan (dan begitupun saya, mirip jugakah dengan saya? ^6^). Dialah orang yang selalu berada di tengah malam, membuka jendela pada balkon kamarnya dan menyapa para fans (fanatik) yang masih berada di luar yang menyempatkan waktu untuk menunggu (diusir? ^6^). Park Ye Eun adalah anggota yang sering sekali mengatakan : "Kalian sudah makan?" kepada fans, dan jika para fans mengatakan belum makan dia akan terlihat sangat khawatir, dan ya dialah orang yang selalu membeli roti dan air minum untuk dibagikan kepada fansnya, dan inilah yang membuat saya tersentuh (kalian tidak saling kenal, kan?)




Kim Yu Bin (Sister All the Way)

Dia adalah orang ter"coklat" di group vokal wanita ini. Orang yang tertua (21 tahun ini jika dihitung berdasarkan kelahirannya, tahun 1988). Suaranya sangat berat dan indah, saat weekend, satu-satunya orang yang pasti ditemui dalam asrama adalah dirinya. Jika anggota lainnya menghabiskan waktu bersama keluarga di luar (karena hari-hari biasa mereka akan ditempatkan dalam satu rumah, asrama, jarang bertemu keluarga karena kesibukan pekerjaan dan jadwal yang padat), maka dia akan tinggal sendirian di asrama, memandang foto keluarganya yang seluruhnya berada di luar Korea Selatan. Dia adalah orang yang mudah sekali tersentuh dengan kepolosan anak kecil, ia pun pernah mencium bibir seorang anak kecil berumur empat tahun (budaya korea selatan mungkin, saat melihat anak kecil yang lugu dan lucu, tentu saja jika kalian diperkenalkan), anak kecil itu menarikan dan menyanyikan lagu-lagu wonder girls, sungguh menggemaskan! Yu Bin adalah orang yang selalu menyebutkan "wonderful" ketika menerima suatu penghargaan. Dia juga tergolong gadis yang tomboy namun feminin (sekali lagi, saya pun juga begitu, jujur saja, mirip jugakah dia dengan saya? ^6^)




Sun Mi (4 - D Alien)

Sun Mi lebih muda dari saya, jika tahun ini saya 18 tahun (kelahiran 1991), maka dia 17 tahun (kelahiran 1992). Banyak orang selalu bertanya-tanya tentang nama panjangnya (karena biasanya, nama korea terdapat tiga kata, contohnya seperti Min Sun Ye, tetapi Sun Mi hanya dua kata). Dia adalah gadis yang paling ceria dan paling cerewet di group vokal wanita ini, suaranya yang khas akan membuat kalian menyangka bahwa dia adalah salah satu penyanyi dalam soundtrack manga (film kartun jepang). Sebutannya adalah 4-D Alien karena banyak hal yang dikatakan dan dipikirkannya hanya dia saja yang mengerti, contohnya dia akan tiba-tiba berkata :
"Lets do our best to safe the earth!" dan memperagakan seperti pahlawan-pahlawan di film fantasi (baiklah, mungkin ini memang bukan hal yang baik dilakukan, tetapi jujur, saya pun sering melakukan itu dan membuat teman-teman saya memandang saya heran kemudian tertawa). Jujur, membuat orang lain tertawa dan bahagia adalah hal yang paling saya sukai, begitupun Sun Mi (bukan bermaksud menyamakan, tetapi kali ini kalian tidak bisa mengalihkan topik lagi, mirip juga kah dia dengan saya? ^6^)




An So Hee (Baby)

Dia memiliki umur yang sama dengan Sun Mi dan otomatis dia lebih muda dari saya. Namanya An So Hee, tetapi banyak orang menulisnya dengan Ahn Soo Hee. Jika dilihat dari hangul (huruf korea) dapat dituliskan An So Hee, begitulah. So Hee adalah anggota yang paling muda (berbeda satu bulan saja dengan Sun Mi, tetapi di korea selatan perbedaan umur harus selalu dijunjung tinggi berapa pun perbedaannya, bahkan satu detik! Bukan kembar, pastinya). Dia terlihat sangat jutek ketika memandang sekeliling karena matanya yang paling sipit dan pipinya yang gembul di antara para anggota lainnya dan tidak ada kata-kata yang dikeluarkannya begitu saja. Baru saya tahu ternyata baru-baru ini orangtuanya bercerai, tetapi dia tidak pernah menunjukkan kesedihannya ketika sedang bekerja (tampil di televisi atau acara off air lainnya, cukup professional). So Hee adalah orang yang jarang sekali berbicara, jika tampil di televisi (selain sedang interview, tentunya). Dia akan selalu terlihat malu-malu dan kebingungan, dia akan selalu berada di samping Sun Ye jika itu terjadi, menjadi satu dalam sebuah group vokal wanita menjadikan mereka saling melengkapi seperti saudara satu sama lainnya. So Hee adalah gadis kecil yang mandiri, pernah suatu ketika saat sedang mengambil adegan mengendarai motor dalam sebuah film, So Hee terjatuh dari motor. Dia tidak menangis dan tidak terlihat ketakutan ketika peristiwa itu terjadi, padahal luka yang diderita cukup parah. Dia tidak mengatakan apa-apa, melainkan pergi ke toilet dan membersihkan luka itu sendirian. So Hee merupakan orang yang introvert (jarang terbuka kepada banyak orang), dia sering terlihat tertawa dan senang di luar penampilannya, tetapi jarang ada yang tahu isi hatinya yang sebenarnya (bukan munafik). Dan sekali lagi, jika memikirkan hal-hal yang telah saya lalui pada masa lalu kemarin, kepribadian So Hee cukup banyak menggambarkan saya. Bukan ingin menyamakan lagi, tetapi itulah manusia, bukan?

Banyak pelajaran yang saya dapatkan dari para anggota Wonder Girls (WG) itu. Cukup membuat saya berpikir bahwa saya telah menemukan lima orang yang kepribadiannya berkumpul menjadi satu dan jadilah saya saat ini. Mereka sungguh menginspirasikan saya dengan berbagai macam hal. Ingin sekali suatu saat saya mendapat kesempatan untuk berbincang-bincang dengan mereka, sekedar bertukar pengalaman lucu ataupun pahit, menghabiskan waktu bersama, mengambil foto bersama, mengerjakan suatu proyek bersama.

Kedengarannya sangat bermimpi ya? Begitulah. Mimpi ini terus saya simpan hingga nanti saya bertemu mereka, hingga nanti mereka tidak memiliki tenaga untuk mendengar mimpi-mimpi saya lagi dan pada akhirnya mewujudkannya menjadi nyata. Mereka adalah salah satu inspirasi saya dalam menjalani hidup. Mereka memang "siapa-siapa" sehingga saya mengidolakan mereka dan menjadikan mereka inspirasi saya. Norak sekali rasanya, bukan? Tetapi itulah yang menjadi motivasi saya untuk terus berkarya dan menjadi "siapa-siapa" seperti mereka, hingga mungkin suatu saat posisi kami berbalik dan mereka akan berkata, kami banyak belajar dari Dita Oktamaya.


Inilah mereka menggunakan pakaian tradisional korea selatan (hanbok) :



Mereka dalam suatu video clip mereka, good job girls:




Dan Ini salah satu lagu favorite saya dari mereka, Park Ye Eun (Daddy) has compossed this song :




NB : Dedicated to Wonder Girls, thanks for everything which you all never gave to me face-to-face. You all wonderful, you know? So, keep it up, because there are so many people love, adore, and want to meet you, just like me. Good job girls, i'm not your fan, ok? I'm your "friend". I'll always be with you like friend do :)



By Dita Oktamaya