Showing posts with label Congratulations. Show all posts
Showing posts with label Congratulations. Show all posts

Thursday, January 10, 2013

Terima Kasih, Tuhan

Hari ini saya dinyatakan lulus sebagai Sarjana Sastra, Program Studi Bahasa Korea, Universitas Gadjah Mada. 

Terima kasih, Tuhan, karena segala hal berjalan dengan baik di awal tahun.

Semoga tahun ini menjadi tahun yang baik untuk meneruskan langkah menghasilkan karya yang baik untuk menghargai hidup yang telah Kau berikan. 

Terima kasih, Tuhan, karena banyak orang-orang hebat dan baik yang mengelilingi.

Terima kasih, Tuhan, karena ketentuan-ketentuan yang Kau buat memberikan banyak pelajaran untuk menjadi manusia lebih baik dalam hidup.

Terima kasih, Tuhan., untuk kedewasaan yang perlahan timbul agar semua orang mendapat kebaikan dan kebahagiaan.

Terima kasih untuk segala-galanya, Tuhan. Terima kasih sudah menjadi Pencipta yang baik yang memberikan keseimbangan untuk semua. Semoga berkahmu terus berjalan setiap waktu, Aamiin.



by Dita Oktamaya

Tuesday, January 1, 2013

Selamat Tahun Baru 2013

Selamat tahun baru 2013!

Semoga tahun 2013 menjadi tahun yang dipenuhi dengan karya-karya yang dihasilkan atas dasar kebaikan.

Mulailah belajar untuk menghargai apa dan siapa yang kalian miliki.

Ingatlah, manusia bisa lelah dan menyerah kapan saja, jadi jangan biarkan orang-orang di sekitar kalian yang menyayangi kalian dengan tulus dan tanpa syarat, pergi meninggalkan kalian hanya karena merasa lelah dengan perilaku kalian.

Berusahalah pelan-pelan untuk menekan ego masing-masing, jika kalian saling menghargai dan menyayangi satu sama lain, hal itu bukanlah kesulitan terbesar dalam hidup. Jadi, berusahalah dengan baik untuk mempertahankan apa yang telah kalian miliki, jangan menyia-nyiakan mereka karena dari beribu hal yang menyebalkan yang terjadi, rasa sayang tidak akan pernah menimbulkan hasrat untuk menyia-nyiakan. Percayalah.

Begitulah, semoga tahun ini adalah tahun penuh keberkahan dan kebahagiaan. Semoga.



by Dita Oktamaya

Sunday, February 5, 2012

Cassiopeia di Langit Seoul

Jika aku menyukai diriku dua langkah, aku menyukaimu lima langkah
-- Dita Oktamaya --




Menulis merupakan bagian dari hidup saya, dari jiwa saya.

Ah, tidak.

Menulis adalah nama tengah saya yang tidak terlihat. Atau bagaimana saya menggambarkannya ya?

Ya begitulah. Saya dan kegiatan apapun yang berhubungan dengan menulis tidak dapat dipisahkan.

Jika kalian menemukan orang dengan bakat menggambar atau bermusik menghabiskan waktu kesendiriannya dengan memainkan musik atau menggambar. Saya pun demikian, saya menulis.

Saya berbakat? Ah, tidak. Tidak tahu.

Orang bilang saya berbakat dalam menulis, tetapi menurut saya, saya hanya sekedar tergila-gila dengan kata-kata. Saya suka mengungkapkan apa yang saya rasakan dan apa yang menjadi pemikiran saya melalui tulisan. Saya suka menulis.

Saya bukanlah orang yang kreatif yang bisa menjadikan sesuatu menjadi terlihat lebih menarik. Saya hanya suka menulis. Saya suka menulis hingga saya bingung bagaimana mengungkapkan rasa suka saya terhadap menulis dan akhirnya membuat saya terus menjalaninya.

Sering terlintas di benak saya tentang rasa suka saya terhadap kegiatan saya dalam menulis. Ketika saya menyadari bahwa saya menyukai diri saya dua langkah lebih dari sebelumnya, saya bisa lebih menyukai menulis lima langkah dari sebelumnya.

Aneh? Ah, menurut saya tidak.

Saya yakin kalian memiliki sesuatu yang kalian suka dan membuat kalian memiliki hasrat untuk melakukannya meskipun kalian kesulitan untuk memiliki waktu yang tepat.

Mengerti maksud saya? Begini, saya menyukai menulis, meskipun tidak setiap hari saya memiliki waktu untuk melakukannya, tetapi hasrat untuk menulis selalu ada di setiap saya menjalani hari-hari saya.

Sekarang, sebut saja saya beruntung. Saya telah mengatakan di atas bahwa saya bukanlah orang yang kreatif, saya hanya tergila-gila dengan kata-kata hingga saya menuangkan menjadi sebuah tulisan.

Dan coba tebak? Tulisan saya diterbitkan :)

Ini adalah karya fiksi kedua saya yang diterbitkan setelah salah satu cerpen saya memenangkan hadiah hingga dijadikan buku kumpulan cerpen (berjudul Catatan Kecil Tentang Dia) bersama 23 orang penulis (yang jauh lebih hebat) lainnya saat diadakan kompetisi menulis dahulu.

Cerpen itu sebenarnya bukan karya fiksi seutuhnya karena cerpen itu dibuat berdasarkan hal-hal yang pernah saya alami, jadi sampai saat ini pun saya masih merasa bingung dimasukan ke dalam kategori apa cerpen itu. Ya, baiklah. Sudahlah.

Buku fiksi kedua saya ini berjudul Cassiopeia di Langit Seoul. Sejujurnya novel ini adalah karya lama saya ketika masih berada di Sekolah Menengah Atas, beberapa tahun lalu. Maka dari itu, sebut saya beruntung karena ternyata penantian (setelah ditolak berbagai macam penerbit) tidak selalu menimbulkan hasil yang sia-sia :)

Apakah saya hanya menyukai kata-kata saja? Tidak.

Saya menyukai kata-kata dan saya menyukai orang-orang yang meluangkan waktunya untuk membaca tulisan saya. Saya suka kegiatan ini. Saya suka tulisan saya dibaca oleh orang lain, rasanya seperti saya memiliki banyak teman yang merasakan apa yang otak saya rasakan saat tulisan itu tercipta, seperti berkomunikasi lebih dalam meskipun tidak secara langsung.

Saya suka sekali kegiatan seperti ini. Saya suka kata-kata. Saya suka menulis. Saya suka kalian. Terima kasih sudah menjadi orang baik yang rela meluangkan waktu untuk sekedar mampir dan membaca beberapa (atau mungkin semua) tulisan saya. Kehadiran kalian tidak akan terganti oleh apapun :)


By Dita Oktamaya

Friday, July 8, 2011

Rasanya Baru Kemarin



Hai kalian! Apa kabar? Apakah liburan kalian menyenangkan?



Maaf sepertinya sudah sangat lama saya tidak datang berkunjung berbagi cerita dengan kalian padahal saya sudah menyatakan bahwa saya akan lebih sering datang ke sini, tetapi karena padatnya jam kuliah dan pekerjaan yang membuat gila, saya masih belum dapat memenuhinya :(



Di pertengahan tahun 2011 bolehkah saya bertanya bagaimana resolusi tahun 2011 ini? Apa sudah banyak yang terealisasikan? :)



Jika kalian bertanya bagaimana dengan saya? Maka saya akan menjawab masih belum terpenuhi semuanya, hampir sebagian besar! Meskipun begitu, tahun 2011 belum berakhir, Kawan. Jadi, bersemangatlah! :)



Well, untuk sekedar berbagi cerita, beberapa bulan yang lalu saya patut menyukuri bahwa target saya yang paling besar tahun ini dapat terealisasikan, yaitu target menerbitkan buku dengan nama saya tertera di atas judul buku sebagai penulisnya.



Saya berhasil menerbitkan satu buku non-fiksi berjudul "Belajar Kilat Bahasa Korea"



Saya tidak percaya bahwa itu adalah buku tulisan saya. Kenapa?



Well, kalian pernah mendengar apa yang disebut napak tilas?



Begini, pernahkah kalian berada dalam posisi ketika kalian merasa ketidakpercayaan atas kenyataan hidup yang membuat kalian begitu bahagia karena sesungguhnya kenyataan itu membuat kalian mencapai target terbesar yang terealisasikan dengan lancar tanpa hambatan suatu apapun? Dan pada akhirnya kalian menyebutkan kalimat yang sebenarnya tidak disadari bahwa orang lain akan mengatakan hal yang sangat sama persis ketika mereka berada di posisi kalian : "Rasanya baru kemarin".



Ya, rasanya baru kemarin saya memegang pensil dan mulai menulis di selembar kertas bekas pemberian mama saya yang hanya ada jika pekerjaan beliau ada yang salah cetak. Ketika itu saya masih berumur 9 tahun.



Saat itu, ketika sedang menulis yang saya pikirkan hanya satu hal : Saya ingin orang lain tahu bahwa di dunia ini ada seorang perempuan yang menginginkan namanya tertera di atas sampul buku sebagai penulis buku tersebut.



Mama seperti mengetahui keinginan saya, sehingga mama membelikan saya berbagai macam bentuk kertas untuk menyalurkan ide-ide yang berada di kepala saya melalui tulisan. Sejak saat itu saya menarik kesimpulan bahwa mama mendukung keinginan saya untuk menulis dan saya menjadi orang yang percaya bahwa orang lain dapat merasakan kebahagiaan dan kesuksesan ketika dia menjalani dan menekuni segala sesuatu yang dia sukai. Pola pikir itu pun terbentuk hingga saat ini.



Konyol? Mungkin. Bagaimana menurut kalian?



Saat duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) saya mendapatkan ponsel yang cukup canggih pada saat itu. Setelah itu saya melanjutkan menulis di catatan elektronik yang terdapat di ponsel saya. Saya menulis cerita pendek, cerita bersambung, dan lain sebagainya. Kemudian saya mengirim cerita tersebut ke ponsel teman-teman saya menggunakan bluetooth yang tidak mengharuskan saya mengeluarkan biaya (pulsa) untuk mengirimkannya.



Menurut kalian apa yang ada dalam pikiran saya saat itu?



Saya ingin teman-teman saya terhibur dengan tulisan saya, dengan karya-karya saya. Saya ingin orang lain menganggap saya sebagai Dita Oktamaya yang menghasilkan suatu karya, bukan Dita Oktamaya yang hanya sekedar nama, bukan siapa-siapa.



Menurut kalian bagaimana hasilnya? Ya, mungkin pikiran kalian sama dengan kenyataan yang sebenarnya, mereka menyukainya :)



Saat berada di Sekolah Menengah Atas (SMA) saya tetap menulis, masih tetap menghibur teman-teman saya dengan karya-karya yang saya hasilkan. Hingga saya mendapat kabar bahwa ada kompetisi menulis cerita pendek (cerpen) di salah satu penerbit terkenal di Indonesia. Saya pun mencoba mengirimkan karya saya dan bagaimana menurut kalian? Ya, saya berhasil :)



Cerpen karya saya berhasil menang dan dibukukan bersama 24 karya pemenang yang lain. Bahagia? Pasti :)



Tapi ingatkah kalian apa yang saya inginkan sesungguhnya? Tepat sekali.



Karena itu buku karya bersama, maka nama saya bukanlah satu-satunya nama yang tertulis di buku itu, sehingga saya menjadikan buku itu sebagai suatu kenangan penyemangat saya untuk menulis jauh lebih baik lagi.



Awal masuk kuliah, banyak teman saya yang mengetahui bahwa saya sudah berhasil menghasilkan suatu karya sebagai penulis dan pada akhirnya mereka mempercayakan saya untuk menulis skenario drama festival jurusan saya yang pada saat itu harus ditulis dengan Bahasa Korea.



Di awal kuliah yang pada saat itu pengetahuan saya mengenai Bahasa Korea sangat minim kalian pasti berpikiran saya nekat? Ya, saya memang nekat karena jika saya tidak senekat pada saat itu, maka festival jurusan saya tidak dapat berjalan dan saya tidak ingin membebani teman-teman saya hanya karena saya tidak berani mengambil risiko atas tanggung jawab yang dipercayakan kepada saya.


Kenekatan saya itu bukan tanpa dasar saya melakukannya, bagi saya belajar atau berkuliah tidaklah dengan hanya duduk di dalam kelas atau duduk di belakang meja. Kuliah juga dapat dilakukan ketika saya berbincang dengan dosen (yang kebetulan pada saat itu adalah Orang Korea) dan teman-teman mahasiswa asing yang belajar bahasa Indonesia (yang juga Orang Korea) dengan Bahasa Korea yang sangat belum teratur dan untungnya dosen dan teman-teman saya menghargai saya sebagai mahasiswi semester satu pada saat itu. Kemudian perbincangan berlanjut ketika saya menceritakan tentang skenario drama dan mereka pun bersedia meluangkan waktu untuk memperbaiki bahasa Korea saya dan kami pun bekerja sama.



Bagaimana hasilnya? Mereka hebat! Saya sudah tahu itu! Karena orang-orang yang datang menyukai drama tersebut :)



Hingga beberapa semester berlalu dan pada akhirnya kakak kelas saya menawarkan saya untuk menulis buku tentang dasar-dasar tata bahasa Bahasa Korea dan mengenalkan saya kepada pemimpin distributor naskah. Dan hasilnya? Buku pertama dengan nama saya tertera sebagai penulis buku tersebut terbit :)


Bagaimana menurut kalian? Bukankah rasanya baru kemarin?



Butuh waktu beberapa tahun untuk mendapatkan yang diinginkan, ingatlah bahwa jika kalian memang beruntung pada saat itu maka apa yang ingin kalian capai tidak akan pergi kemana-mana.



Bagaimana jika gagal?



Mungkin kalian akan sering mendengar : "Manusia hanya bisa berencana, Tuhan yang menentukan, rencana Tuhan pasti lebih indah."



Ya, rencana Tuhan pasti lebih Indah, tetapi bukankah secara tidak langsung orang yang mengatakan itu berkata bahwa rencana kita tidak indah?



Saya lebih suka mengatakan bahwa rencana Tuhan mungkin sama dengan kita, yang membedakan adalah urutan prioritas yang mana yang lebih dulu pantas kita dapatkan.



Jika kita menempatkan target yang paling besar dalam rencana kita di urutan pertama, bisa saja Tuhan menempatkannya pada urutan kedua atau ketiga sehingga pada kehidupan kita, kita jadi merasa gagal.



Ada pepatah yang menyatakan bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Bukan. Tidak. gagal bukanlah kesuksesan, gagal adalah kegagalan itu sendiri. Kita tidak dapat menyangkalnya. Namun, gagal bukan berarti rencana kita salah atau buruk, kita hanya menyusunnya berbalik dengan Tuhan. Mengerti maksud saya?




Lalu bagaimana kita tahu bahwa rencana kita sama dengan Tuhan?





Kalian memahami makna berusaha? Itulah keinginan Tuhan. Berusaha dan berani mengambil risiko dengan catatan kalian tidak membodohi diri kalian dan orang lain saat melakukannya.



Jika kalian bertanya dengan mengeluarkan buku pertama apakah saya merasa puas? Tidak. Saya manusia dan manusia bersifat tidak pernah puas.



Saya masih harus banyak belajar untuk lebih baik dan lebih baik lagi. Jangan pernah menyerah, Kawan! Jika ada yang mengatakan bahwa kalian tidak bisa apa-apa, buktikan bahwa kalian bisa menjadi apa-apa. Jika ada yang mengatakan bahwa mereka tidak menyukai kalian, percayalah itu bukan karena kalian tidak baik, mereka hanya merasa mereka tidak bisa melakukan hal baik untuk kalian, that's a human being.



Tidak ada manusia yang diciptakan bodoh dan buruk. Jika begitu, Tuhan tidak akan mengambil risiko untuk menciptakan kalian, benar bukan? :)



Tetap semangat, Kawan! Orang sukses adalah orang yang tepat menempatkan urutan targetnya dengan Tuhan dan orang gagal adalah sebaliknya, tetapi bukan berarti kalian tidak dapat mencapainya. Keep health and stay unique all :)




-----




NB : Dedicated to kegagalan. Saya tidak akan pernah menyerah seberapa sering pun kamu datang menghampiri saya. Begitu juga kawan-kawan saya yang setia membaca tulisan saya :)






---pic : koleksi pribadi






by Dita Oktamaya

Wednesday, May 13, 2009

New Life is Begin!

Dear all beloved people in my life,
Thanks for all of your wishes. I accepted in one of best university in Indonesia, Gadjah Mada University, Majoring in Korean Literature, the major which i dreamt of. I know this is not the end of my fight, but it is the beginning.
Thanks for my God who always leading me, my family who always stay by my side in every second i breath, my friends in Jakarta whom i'll leave for soon, this city have so much great things (the polution is not including!), and of course thanks to you all who always supporting me! I really appreciate your wishes for me. Hope you are always in Health condition. Keep in touch and Stay unique!




25-04-09
With love, Dita Oktamaya


By Dita Oktamaya