Tuesday, November 12, 2013

hello again!

sudah sekian lama akhirnya, hello again! Saya sudah kembali ke Jakarta Sudah beraktivitas seperti biasa Tapi saya tetap suka jogjakarta Semoga Tuhan selalu melindungi saya dan semua orang yang termasuk dalam lingkup kenangan atas rindu saya, Aamiin.

Thursday, March 28, 2013

Aku Ingin Melihat Senyummu Itu Sekali Lagi, Boleh?

Malam ini masih saja aku termangu, membuka bilah-bilah sekat dalam memori yang perlahan terhapus oleh kecerobohanku melepasmu. Hari ini kuharap banyak hal baik kau dapat hingga senyum terukir sebelum lelap kau tidur.

Ah, aku ingin melihat senyummu itu sekali lagi, boleh?

Tidak ada luka padaku, padamu. Tidak ada kosong pengumbar harap yang membuatmu sakit, membuatku sakit. Hanya ada jarak yang begitu pekat. Kita terikat, aku, kamu.

Sudah. Hanya itu.

Kita bukan berpisah, bukan pula dihadapkan oleh perpisahan.

Kita hanya terbagi, kamu dengan dia dan aku dengannya.



by Dita Oktamaya

Friday, March 22, 2013

Melalui Pesan Singkat Itu

Pagiku kusuguhkan untukmu
Aku tahu banyak rindu yang sulit kau ungkapkan padaku
Entahlah, mungkin karena malu?
Atau mungkin ada alasan lain yang membuatmu ingin agar aku tak tahu?
Sudah. Sudah. Itu bukan masalah yang harus semua orang tahu

Pagi ini aku menyapamu
Melalui pesan singkat dengan jarak beberapa kilometer yang jauh dari jangkauanku
Sudah lama sekali tak kulihat parasmu
Apa pagi ini nasi goreng lezat mengenyangkanmu?
Aku berpikir banyak tentangmu
Maka aku menyuguhkan pagi ini untukmu
dengan menyapamu
melalui pesan singkat itu


poem by Dita Oktamaya

Sunday, February 24, 2013

Entah Bagaimana Caranya

Aku lupa bagaimana cara menyapamu,
setelah begitu banyak peristiwa memaksamu menghilang dariku

Aku lupa bagaimana cara kita berinteraksi,
tersenyum manis dengan canda hangat di setiap sisi

Tidak!

Kupikir selesailah aku ketika tak jua kuterima kabarmu,
begitu banyak pesan ingin kusampaikan, entah bagaimana caranya

Hari ini kau hadir mengusik mimpi yang terbiasa kulalui tanpamu,
hingga seharian ini kupikir bagaimana cara mengusirmu dari benakku

Kau menyita banyak waktuku, puas?
Kurasa tidak, karena dengan betah kau membelah diri
Memasuki rongga pernapasan hingga bahkan tak bisa kukuasai

Banyak pesan yang ingin kusampaikan, entah bagaimana caranya
entah bagaimana caranya, aku ingin menyampaikan banyak pesan


Aku sesak napas
Terlalu banyak pesan untukmu yang tak di sini

Seharusnya kusampaikan pesan ini, tetapi aku lupa

lupa bagaimana reaksimu, lupa balasan pesan darimu
Namun, aku ingin mengingatnya

Begini saja...

Bantu aku mengingat reaksimu,
jadi nanti aku mendapat balasan pesan kembali darimu
Setuju?

Baiklah...

Pesan ini bernama rindu, rinduku banyak untukmu
Bagaimana menurutmu?


Puisi by Dita Oktamaya

Saturday, February 23, 2013

Tersentil

"They have promised that dreams can come true, but forgot to mention that nightmares are dreams, too." -Oscar Wilde



Saturday, February 16, 2013

Terima Kasih Sudah Hadir

Halo kalian, apa kabar? Apa kalian masih berada pada keadaan baik-baik saja? Maaf belakangan ini saya memiliki berbagai macam hal yang harus dilakukan, sehingga jarang dapat berbagi cerita di sini. 

Ah, tidak terasa tinggal beberapa hari lagi saya berada di kota istimewa ini. Saya bingung bagaimana saya harus mengungkapkannya. Rasanya senang karena saya dapat kembali ke kampung halaman dengan gelar kebaikan setelah 3,5 tahun menempuh pendidikan di kota orang, tetapi rasanya juga sedih karena saya akan meninggalkan teman-teman yang telah tumbuh bersama saya dengan berbagai kenangan.

Saya banyak memikirkan bermacam hal yang tidak akan sama dan tidak akan bisa dilalui bersama dengan mereka setelah saya kembali ke kota kelahiran saya. Sedih. Ya, rasanya sedih. Saya bersyukur dapat bertemu dengan mereka dan mengenal mereka dengan baik, tetapi saya bersedih karena menyadari bahwa fase kehidupan seorang manusia bertemu dengan manusia lain pada akhirnya hanya memilki sebuah kenangan, hanya itu.

Belakangan ini banyak hal yang membuat saya tersadar untuk menghargai apa yang telah saya miliki dan menghargai mereka yang selalu menghargai keberadaan saya. Saya jadi ingin menulis tentang mereka dan berterima kasih kepada mereka yang sudah begitu baik karena bersedia memamerkan senyumnya setiap kali saya merasa lelah akan beberapa hal yang membuat pikiran saya tidak nyaman.

Tiara and Me
Ya, kamu yang dahulu pernah dengan terang-terangan pergi meninggalkan saya karena beberapa hal yang membuatmu tidak cocok berteman dengan saya atau lebih tepatnya terpengaruh untuk tidak merasa cocok dengan saya. Maaf begitu banyak hal dari saya yang jarang terduga dan jarang bisa kamu terima. Saya bukan teman yang seru yang bisa kamu ajak tertawa keterlaluan atau menari keterlaluan atau berekspresi keterlaluan hingga membuatmu senang hanya dengan melihat saya. Saya lega, setelah berbagai macam hal yang terjadi saya sudah bisa membiasakan diri saya menghadapimu dan saya rasa kamu pun seperti itu, sehingga setelah sekian banyak hal yang terjadi, pertemanan di antara kita bisa terjalin semakin erat. Saya akan banyak merindukanmu, merindukan makan bersamamu, merindukan berdiskusi bersama denganmu, merindukan naik motor dan berbincang dari belakang punggungmu. Saya akan sangat merasa kehilangan teman yang baik sepertimu, yang sering menyebutkan nama setiap orang yang tidak saya kenal dalam semua ceritamu. Saya akan sangat merasa kehilangan teman yang tidak pernah segan menceritakan cita-citanya, impian-impian masa depannya kepada saya. Saya akan banyak merindukanmu, merindukan perhatianmu terhadap saya yang tinggal sendiri di kota istimewa ini, merindukan omelanmu mengenai saya yang cuek dan kurang peka sebagai seorang wanita. Saya akan banyak merindukan tatapanmu setiap kali kamu bingung atas beberapa hal terduga yang telah saya lakukan. Saya akan banyak banyak banyak sekali merindukanmu. Saya harap kamu selalu berada dalam keadaan baik-baik saja, jangan bersedih lagi, jangan merasa sendirian lagi. Jogja dan Jakarta hanya berjarak 512km dan hanya butuh beberapa waktu untuk menjangkaunya. Terima kasih karena hal seburuk dan sekonyol apapun yang saya lakukan, kamu selalu berusaha untuk menghargainya.


Arindya and Me
Saya tidak pernah menyangka bisa berhubungan sedekat ini denganmu. Kita tidak punya kesibukan yang sama, dunia yang kita geluti hampir dapat dipastikan seratus persen berbeda, tetapi jika sudah bercerita denganmu, rasanya saya tidak ingin berhenti berbicara. Kamu adalah orang yang paling sulit saya temui, setelah (mungkin) presiden dan setiap kali saya menemukan waktu untuk menemuimu, saya tidak pernah tega  untuk menyia-nyiakannya. Maaf saya selalu manja jika sedang berhadapan denganmu, entah mengapa saya seperti menemukan sosok seorang kakak ketika bersamamu. Maaf jika selama beberapa bulan yang lalu, selama 1,5 bulan saya banyak melakukan hal tidak berguna dan merepotkanmu. Saya akan banyak merindukanmu, merindukan makan es krim bersamamu, merindukan berbelanja bersamamu, merindukan memasak bersamamu. Saya akan merasa sangat kehilangan sosok kakak yang bisa saya ajak cerita panjang lebar tentang banyak hal, saya akan merasa sangat kehilangan sosok kakak yang rela begadang untuk terus mendengarkan cerita atau bercerita dengan saya. Kamu benar, airmata tidak ada yang jual, jadi kalau saya mengeluarkannya dengan mudah, saya akan repot mendapat gantinya. Maaf saya selalu cengeng saat dihadapkan dengan perpisahan, saya hanya sulit menerima kenyataan bahwa kehidupan saya tidak akan lagi berjalan sama dengan hal yang sudah membuat saya terbiasa. Saya harap kamu selalu berada dalam keadaan baik-baik saja, saya harap kamu dapat meraih apapun yang kamu inginkan.

Terima kasih untuk kalian yang sudah begitu baik bersedia bertukar pikiran dengan saya dan melakukan berbagai macam hal bersama saya. Saya tidak tahu apakah mengenal saya menjadi salah satu hal yang kalian syukuri, tetapi saya ingin kalian tahu bahwa saya senang dapat membuat banyak kenangan bersama kalian, kalian adalah orang-orang baik yang keberadaannya di hidup saya akan selalu saya pertahankan. Saya senang bisa mengenal kalian dengan baik. Saya senang kalian berada di hidup saya. Senang sekali.


by Dita Oktamaya

Friday, February 8, 2013

Bukan Yang Kreatif

Mungkin...

Aku adalah makhluk paling tidak kreatif di dunia
Makhluk yang lemah dalam imajinasi visual

Aku hanya punya kata
Punya pesan dalam cerita

Aku tidak dapat menciptakan indah
Yang kutahu hanya rima berbait-bait kata untuk dibaca

Aku tidak mengenal desain
Tidak mengenal objek untuk ditumpahkan dalam warna

Yang kutahu hanya pena
Lembaran putih yang siap digoreskan dengan kata

Namun...

Aku pun tak sehebat pujangga
Pembuat kata beribu makna

Yang kutahu hanya bagaimana kuungkapkan celah
Ketika hati mulai merasa,
tetapi lisan sulit berkata


poem by Dita Oktamaya

Sunday, February 3, 2013

Selamat Bertambah Umur, Black Giraffe :)


"Aku hanya ingin memberikan sebuah kenangan, karena kenangan yang terkumpul bersamamu selama 365 hari adalah inspirasi untukku dan aku tidak akan pernah bisa melupakanmu. Bagiku, mengenalmu adalah titik gemar yang menjadi candu untuk menjalani hidup lebih baik lagi, selamat ulang tahun, Sahabatku."



Maaf saya lupa membeli lilin, hingga kamu tidak bisa meniup lilin ulang tahun seperti seharusnya manusia berulang tahun lainnya. Maaf saya merepotkanmu dengan tiba-tiba hadir di rumahmu dan membuat kegaduhan yang tidak seharusnya seorang manusia lakukan di rumah manusia yang lain. Maaf saya tidak bisa memberimu banyak kebaikan, hingga (sepertinya) kamu merasa begitu sengsara bersahabat dengan saya. Maaf karena terlalu banyak kesalahan dan kerepotan yang saya timbulkan, hingga kamu merasa gemas kepada saya. Maaf atas waktu yang terlalu sedikit, hingga kita tidak punya cukup ruang untuk menghabiskannya bersama. Maafkan atas segala kekonyolan, kebodohan, dan ketidakpekaan saya terhadap hal yang kamu inginkan.

Selamat ulang tahun, Sahabat yang tiada duanya, semoga di ulang tahunmu yang kesekian tahun ini membuatmu lebih bahagia dan bisa membahagiakan orang-orang yang berada di sampingmu dengan setia, membuatmu lebih menjadi pribadi yang selalu berhati nyaman seperti Jogjakarta, membuatmu lebih pandai merasa, membuatmu lebih banyak bersyukur atas apa yang ada. Sehat terus ya kamu, jadi nanti setelah berbagai hal yang memaksa kita untuk tidak bertemu dalam waktu yang lama terlalui, saya masih bisa melihatmu tersenyum bahagia dan tertawa bersama yang selalu membuat saya nyaman bersahabat denganmu *peluk erat*


by Dita Oktamaya

Friday, February 1, 2013

Ingat, Dit!

Jangan mentang-mentang kamu tahu kalau kamu disayang, lantas merasa berhak untuk berbuat semaunya. Ingat, Dit! Siapa pun mampu meninggalkanmu pergi.

Monday, January 21, 2013

Tertekan Deadline

Akhirnya revisi skripsi selesai dan semua syarat yudisium beserta wisuda dapat dikumpul tepat waktu.

Ya, Allah bersama orang-orang yang berusaha.

Thursday, January 10, 2013

Terima Kasih, Tuhan

Hari ini saya dinyatakan lulus sebagai Sarjana Sastra, Program Studi Bahasa Korea, Universitas Gadjah Mada. 

Terima kasih, Tuhan, karena segala hal berjalan dengan baik di awal tahun.

Semoga tahun ini menjadi tahun yang baik untuk meneruskan langkah menghasilkan karya yang baik untuk menghargai hidup yang telah Kau berikan. 

Terima kasih, Tuhan, karena banyak orang-orang hebat dan baik yang mengelilingi.

Terima kasih, Tuhan, karena ketentuan-ketentuan yang Kau buat memberikan banyak pelajaran untuk menjadi manusia lebih baik dalam hidup.

Terima kasih, Tuhan., untuk kedewasaan yang perlahan timbul agar semua orang mendapat kebaikan dan kebahagiaan.

Terima kasih untuk segala-galanya, Tuhan. Terima kasih sudah menjadi Pencipta yang baik yang memberikan keseimbangan untuk semua. Semoga berkahmu terus berjalan setiap waktu, Aamiin.



by Dita Oktamaya

Tuesday, January 1, 2013

Selamat Tahun Baru 2013

Selamat tahun baru 2013!

Semoga tahun 2013 menjadi tahun yang dipenuhi dengan karya-karya yang dihasilkan atas dasar kebaikan.

Mulailah belajar untuk menghargai apa dan siapa yang kalian miliki.

Ingatlah, manusia bisa lelah dan menyerah kapan saja, jadi jangan biarkan orang-orang di sekitar kalian yang menyayangi kalian dengan tulus dan tanpa syarat, pergi meninggalkan kalian hanya karena merasa lelah dengan perilaku kalian.

Berusahalah pelan-pelan untuk menekan ego masing-masing, jika kalian saling menghargai dan menyayangi satu sama lain, hal itu bukanlah kesulitan terbesar dalam hidup. Jadi, berusahalah dengan baik untuk mempertahankan apa yang telah kalian miliki, jangan menyia-nyiakan mereka karena dari beribu hal yang menyebalkan yang terjadi, rasa sayang tidak akan pernah menimbulkan hasrat untuk menyia-nyiakan. Percayalah.

Begitulah, semoga tahun ini adalah tahun penuh keberkahan dan kebahagiaan. Semoga.



by Dita Oktamaya

Saturday, December 22, 2012

Selamat Hari Wanita Hebat, Mama

Mama, selamat hari ibu, semoga mama selalu dalam keadaan baik-baik saja, semoga mama panjang umur dan selalu sehat, semoga mama bisa selalu mendampingi dede dimana pun dede berada, semoga mama tidak pernah lelah jadi inspirasi untuk dede.

Mama adalah orang yang benar-benar menerapkan perilaku "talk less, do more" kepada dede. Mama yang selalu bilang kepada dede untuk "bekerja tanpa suara dan bekerja tanpa bau". Dede selalu ingat itu Ma, selalu.

Mama, selamat hari ibu, selamat hari wanita hebat. 

Ma, sehat terus ya, sampai 100 tahun lagi, nanti setelah 100 tahun berikutnya, mama terus sehat lagi, kita hidup sama-sama, bahagia. Biar nanti mama bisa menikmati gaji dede, biar nanti tetap bisa mendampingi wisuda S2, S3 dan berbagai macam gelar dan karya yang dede raih. Sehat terus ya, Ma. Dede sayang mama.



by Dita Oktamaya

Friday, December 7, 2012

I Do This For You, Sis

Mungkin belakangan ini orang-orang sering melihat saya tergopoh-gopoh berjalan sambil membawa komputer jinjing dan mondar-mandir keluar-masuk perpustakaan kampus. Melihat saya terbengong tiba-tiba sambil memeluk gitar dan sesekali memainkannya dengan tidak sabar. Melihat saya duduk terdiam seperti tidak memiliki daya untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Ya, saya belakangan ini seperti itu. 

Teman-teman mengatakan saya seperti anak ayam yang kehilangan induknya, seperti tubuh yang dipasang mesin kemudian dikendalikan oleh remote kontrol yang bergerak, tetapi tidak berekspresi. Saya menolak beberapa pekerjaan sukarela yang saya sukai untuk satu kewajiban saya. Kewajiban terakhir saya di Jogjakarta sebelum akhirnya saya kembali pulang ke Jakarta. Saya menolak, menolak beberapa hal yang menjadikan diri saya terkurung dengan berbagai macam pikiran membuat saya tidak tenang, menolak dengan berbagai macam pikiran bahwa saya tidak akan mendapat kesempatan yang sama untuk kedua kalinya. Ya, saya menolak hal yang saya sukai untuk kewajiban yang harus saya penuhi. Saya tidak menyesal, tetapi menolak sesuatu selalu membuat perasaan saya tidak baik, apalagi hal itu adalah hal yang saya sukai.

Bukan tanpa alasan.

Saya melakukan semua ini demi kamu, demi membuktikan bahwa apa yang kamu harapkan dari saya, bisa saya penuhi dengan baik. Saya melakukan semua ini demi membuat kamu merasa tidak sendirian lagi di kota metropolitan yang menyebalkan karena tahu saya akan kembali pulang ke sana. Saya melakukan semua ini demi kamu, demi memelukmu ketika kelelahan dan rasa ingin menyerah menghadangmu, demi menjadi samsak ketika kemarahan dan rasa gemas menghantuimu, demi menjadi pendengarmu ketika kebosanan dan kegundahan menyelimutimu. Saya melakukan semua ini demi kamu yang menginginkan saya cepat kembali pulang ke Jakarta. Ya, saya akan segera pulang, tidak lama lagi.

Kamu tidak banyak menghubungi saya belakangan ini karena begitu banyak hal yang harus kamu lakukan untuk kelulusan bidang profesimu. Saya pun begitu. Kita sama-sama tidak saling menghubungi. Sampai tiba beberapa hari yang lalu, saya membaca berita tentang seorang wanita yang mengalami kecelakaan di daerah dekat kampusmu. Saya panik, saya tidak bisa tidur karena khawatir, takut bahwa wanita itu adalah kamu. Saya mengirimkan sebuah pesan ke tempat obrolan online tempat kita sering bercerita dari jauh. Namun, itu sudah malam dan kamu tidak membalasnya. Saya berusaha menenangkan diri saya, mencoba menutup mata saya dan berharap pagi nanti kamu membalas pesan saya. 

Paginya kamu membalas pesan saya, saya lega. Kamu bertanya kenapa saya menghubungimu selarut itu, saya hanya berkata iseng karena tidak mungkin saya mengatakan alasan konyol yang membuat tidur saya tidak tenang. Kamu menggoda saya, mengatakan bahwa saya merindukanmu, saya berkelit dengan gengsi untuk tidak mengiyakan itu.

Mungkin iya. Saya rindu kamu.

Kamu adalah satu-satunya orang yang saya punya untuk berbagi berbagai macam hal, ketika saya tahu mama dan papa kesulitan untuk menyeimbangkan pikiran saya yang sering keluar dari jalur yang seharusnya. Kamu adalah satu-satunya orang yang saya punya untuk mejadi semangat saya agar dapat menyelesaikan kewajiban saya dengan baik. Kamu adalah satu-satunya orang yang saya punya ketika saya merasa tidak ada orang yang bisa saya ajak susah atas kekurangan saya. 

Kamu adalah orang tercerewet dan menyebalkan yang pernah saya temui di dunia ini, orang yang selalu banyak mau tahu tentang kehidupan pribadi saya, orang yang selalu banyak menyalahkan saya ketika ada beberapa hal tidak bisa kamu tangani dengan baik sendirian. Kamu adalah orang terjahil yang sering menggoda saya ketika saya sedang ingin banyak marah-marah. Kamu adalah orang yang selalu balik marah dengan lebih besar ketika saya memarahi kamu. Kamu adalah orang dengan segudang ketidaknyamanan yang anehnya selalu membuat saya nyaman berada di samping kamu.

Kamu adalah satu-satunya kakak yang saya punya. 

Saya tahu, kita harus banyak berkorban untuk menyelesaikan berbagai macam hal yang menjadi kewajiban kita, untuk membuktikan bahwa kita layak disebut sebagai manusia yang baik. Kamu selalu berkata saya bisa, kamu bisa, kita bisa. Kamu sering mengatakan bangga terhadap saya, terhadap karya-karya saya, terhadap apapun hal yang saya lakukan dan ya bagi saya, kamu adalah orang yang perkataannya selalu mempengaruhi jalan pikiran saya, kamu adalah acuan saya.

Di sini saya sedang berjuang untuk menyelesaikan tugas akhir saya dengan baik dan secepat yang saya bisa. Saya lakukan ini karena saya tahu kamu melakukan hal yang sama di sana. Maaf selama tiga tahun ini saya meninggalkanmu untuk menempuh pendidikan tinggi saya di Jogjakata, maaf tiga tahun lalu saya memutuskan semangatmu untuk berkuliah di tempat yang sama dengan saya, maaf jika banyak harapanmu akan saya belum saya penuhi dengan baik. Sekarang saya sedang berusaha keras untuk bisa sesegera mungkin kembali berkumpul bersama-sama lagi. 

I do this for you, Sis.
 
Sekarang tunggulah dengan manis, saya tidak akan pergi kemana-mana, karena seberapa jauh pun saya pergi, saya akan tetap kembali, saya akan pulang. Sesegera yang saya bisa.


by Dita Oktamaya

Tuesday, November 27, 2012

Atau....


-----

I'm not looking for someone to talk to
I've got my friend, I'm more than O.K.
I've got more than a girl could wish for
I live my dreams but it's not all they say

------

Akhirnya saya menemukan lagu yang sejak dulu saya cari. Saya tidak tahu judulnya, hanya tahu penyanyinya dan tahu nada lagunya dengan mengganti liriknya menjadi na na na. Lagu The Corrs yang berjudul All The Love In The World. Awalnya saya tidak terlalu paham dengan lirik lagunya, saya hanya suka dengan melodinya yang membuat tenang ketika mendengarnya, tetapi semakin lama mendengar lagu ini saya semakin  tahu makna lagu ini.

Saya jadi teringat beberapa pertanyaan orang-orang yang dengan sangat baik hati menyempatkan diri untuk membaca blog saya. Banyak yang menanyakan mengapa saya lebih banyak menulis postingan tentang mimpi-mimpi saya, tentang kejenuhan-kejenuhan saya, tentang prespektif-prespektif saya, tentang teman-teman saya, tetapi tidak menulis tentang cinta (seseorang) dalam hidup saya.

Ah, cinta. Saya paling susah ditanyakan soal kata dengan lima huruf ini. Bukan mau menghindar, tetapi saya masih kesulitan untuk bicara masalah hati yang diiyakan oleh pikiran, tetapi tidak sejalan dengan logika. Hati saya cuma satu, tetapi memilki bagian-bagian yang bersekat untuk menempatkan segala hal yang berada di hidup saya dan cinta adalah hal tersulit bagi saya karena saya selalu bingung untuk menempatkannya di hati bagian mana.

Saya terbiasa menjadi 'tong sampah' untuk teman-teman saya, mendengar mereka bercerita tentang pasangan mereka yang begini, pasangan mereka yang begitu, saya suka mendengarnya. Saya tidak mempermasalahkan cerita mereka tentang kehidupan cinta mereka, hingga suatu ketika saya disadarkan oleh kakak saya sendiri.

"Aku susah cerita tentang cinta sama kamu secara mendetail yang benar-benar detail. Karena ketika aku bercerita tentang masalah percintaanku, aku pasti mengharapkan respon, bukan responmu jelek, Dek. Bukan. Hanya saja ketika aku membutuhkan sudut pandang lain tentang cinta, aku butuh orang yang benar-benar pernah merasakan itu. Kalau aku cerita sama kamu ketika aku emosi karena cinta dan menanyakan responmu, aku takut malah jadi kita yang berantem karena menurutku bagaimana kamu bisa kasih respon seperti apa yang aku inginkan, pacar aja belum ada."

Ya, saya memang belum punya seseorang untuk saya cintai. Saya mengerti perkataan kakak saya. Ketika teman-teman saya bercerita tentang pasangannya, saya tahu mereka hanya ingin mengungkapkan apa yang berada di benak dan hati mereka, bukan meminta respon dari saya, tetapi membutuhkan teman untuk sekedar menjadi pendengar karena mereka sedang dibahagiakan atau bahkan dijenuhkan dengan pasangan mereka. 

Saya jadi ingat perkataan salah satu teman saya yang dahulu punya masalah dengan pasangannya, dia menceritakan masalahnya kepada saya ketika masalah itu sudah selesai. Ya, saya tidak pernah keberatan karena saya tahu yang dia butuhkan adalah pendengar untuk mendengarkan seberapa jauh dia bisa bertahan ketika keterpurukan menghampiri hubungannya dengan pasangannya.

Saya tidak pernah keberatan mendengar cerita macam apapun dari siapapun di sekitar saya. Banyak yang mengkhawatirkan saya tidak bisa merespon dengan baik tentang beberapa hal, terutama masalah cinta, ya saya memang tidak punya bayangan tentang hal itu. Saya mungkin juga tidak dapat dipercaya karena respon yang saya keluarkan pasti bukanlah pelajaran dari pengalaman cinta yang saya dapatkan, tetapi jika mereka ingin mendengarkan pandangan saya tentang cinta atau apapun itu, saya rasa saya sanggup untuk mengusahakannya.

Dulu, saya punya hubungan dengan seseorang. Orang yang baik, tetapi mungkin sayanya saja yang belum mengerti apa itu menjaga perasaan seseorang dan menjaga hubungan yang telah dibentuk, jadi kami berpisah. Saya meminta maaf kepadanya yang pernah saya sakiti dan beberapa orang yang hatinya masih enggan untuk saya masuki. 

-----

Love's for a lifetime not for a moment
So how could I throw it away
Yeah I'm only human

-----

Pada saat itu saya sedang berusaha meyakinkan diri saya untuk tidak menyakiti perasaan orang lain lagi,  saya tahu saya adalah orang yang egois dan pasti akan banyak membuat kalian lelah, jadi ketika saya berkata 'tidak' bukan berarti untuk selamanya saya tidak ingin masuk ke dalam salah satu sekat yang berada di hati kalian. Saya hanya sedang ingin berusaha menata hati saya, mempelajari diri saya, mengontrol emosi saya, sehingga jika pun saya harus menyakit perasaan kalian suatu saat nanti, saya tahu dimana saya harus memperbaikinya dan bisa mempertahankan hubungan yang telah dibentuk.

Saya bukan takut memulai, saya hanya butuh waktu untuk tidak terus menerus menjadi anak kecil yang egois. Saya tahu saya bukan orang baik, saya masih sulit untuk mencari tahu apa itu cinta, masih sulit untuk berbagi hal yang saya punya, masih sulit berkata rindu lebih dulu, masih terpaku dengan 'keakuan' bukan 'kekitaan' seperti seharusnya hubungan berjalan. Saya hanya sedang butuh waktu untuk memangkas beberapa hal buruk yang saya miliki, sehingga meskipun kalian tersakiti oleh hubungan yang terjalin dengan saya nanti, setidaknya sakit kalian tidak terlalu dalam.


-----

(Still...) Still I believe
(I'm missing) I'm missing something real
I need someone who really sees me...

-----


Atau...

Mungkin sekarang bukan tentang saya yang membutuhkan waktu untuk memangkas hal buruk yang berada di dalam diri saya, tetapi tentang hati saya yang belum terketuk untuk dibuka.



by Dita Oktamaya

Saturday, November 24, 2012

Saya Yakin Kamu Bisa Lebih Dari Itu

Hal yang paling sulit saya hadapi adalah ketika seseorang yang saya kenal dengan sangat baik, ditinggalkan untuk selama-lamanya oleh orang yang paling ia sayangi. Ketika dihadapi dengan situasi seperti ini rasanya saya menjadi orang yang paling tidak berdaya sedunia.

Saya percaya dan sangat yakin bahwa ia sanggup menghadapi kondisi seburuk apapun seperti sekarang ini, tetapi justru saya lah yang kewalahan karena tidak tahu harus berkata apa untuk membuatnya nyaman dengan kenyataan yang sama sekali tidak nyaman untuk dirasakan.

Adik yang manis, dahulu, saya pernah berada di posisimu ketika kakek dan nenek yang saya sayangi meninggal dunia, tetapi saya pikir pasti rasanya sangat berbeda jauh dengan kondisimu sekarang ini. Sudah sangat jelas karena yang meninggalkanmu sekarang adalah salah satu dari orangtuamu yang darahnya mengalir langsung di dalam tubuhmu. Maka saya simpulkan bahwa saya tidak tahu harus berkata apa untuk sekedar menenangkanmu.

Ya, saya payah, Adik yang manis. Mungkin nama saya adalah nama yang ke seratus sekian yang muncul di kepalamu ketika kamu membutuhkan teman yang bahunya ingin kamu pinjam untuk bersandar. Namun, meskipun saya orang ke seratus, ketahuilah bahwa saya tidak akan pernah lelah untuk mengantri di belakang sembilan puluh sembilan temanmu yang lain untuk membuatmu kembali tersenyum.

Saya sangat percaya bahwa kamu adalah orang yang tegar, jadi teruslah bersemangat seperti sebagaimana dirimu biasanya. Segalanya tidak lagi sama, saya tahu dan itu berarti ketegaranmu tidak lagi sama seperti sebelumnya. Ya, saya yakin kamu bisa lebih dari itu.


by Dita Oktamaya

Friday, November 23, 2012

Berkah Dari Langit



Dulu saya punya sebuah mimpi. Mimpi melihat orang-orang tersenyum senang atas apa yang saya lakukan. Saya suka membuat orang-orang senang, siapapun itu, kenal tidak kenal, dekat tidak dekat, tahu nama tidak tahu nama, kenal muka tidak kenal muka, semua orang. Saya senang melihat semua orang merasa senang dan nyaman atas apa yang saya lakukan. 

Kemudian mimpi itu seolah disukai juga oleh langit, langit mengirim Anda untuk saya. Langit mempertemukan kita seolah tahu kita punya kesukaan yang hampir seratus persen sama. Bagi saya, anda adalah salah satu dari beribu berkah yang langit titipkan kepada saya. Anda yang membuat salah satu dari beribu mimpi saya membuat orang-orang senang melihat apa yang saya lakukan menjadi nyata.

Ya, pada akhirnya saya dan Anda memutuskan untuk berkarya bersama, membuat orang-orang tersenyum senang dengan lantunan nada. Anda adalah salah satu dari beribu berkah yang langit titipkan kepada saya dan saya selalu berterima kasih kepada langit untuk itu.

Kalau diperbolehkan, saya mau terus berkarya bersama Anda. Sampai habis suara karena baya, hingga habis waktu karena tiada.


by Dita Oktamaya

Wednesday, November 7, 2012

Saya Tidak Mau Berjalan Sendirian

"I used to think the worst thing in life was end up all alone. It's not. The worst thing in life is ending up with people who make you feel all alone." -World's Greatest Dad


Itu sebuah monolog dalam film. 

Saya jadi memutar otak saya. Menapak tilas. Bayang-bayang masa lalu jadi (kembali) muncul. Ketika (entah mengapa) saya pernah merasa sangat sendirian di antara banyak orang yang mengelilingi saya.

Saya cinta damai. Sebaik apapun (nanti) saya, secemerlang apapun (nanti) saya, seberhasil apapun (nanti) saya,  saya tidak mau berjalan sendirian.

Saya suka sunyi, suka sepi, suka menyendiri dan berpikir. Tapi saya tidak suka menjadi sendirian. Mungkin orang berpikir bahwa manusia membutuhkan "me time" untuk menghabiskan waktu buat dirinya sendiri. Ya, saya juga butuh itu, tetapi saya tidak mau menjadi sendirian. Sendirian membuat saya tidak menemukan apa yang saya cari dalam hidup saya. Sendirian membuat saya payah karena tidak bisa membuat orang lain tertawa dan bahagia. Sendirian membuat saya merasa tidak berguna. Bukan sendirian yang kemana-mana melakukan kegiatan sendiri. Bukan, melainkan sendirian yang merasa sendiri. Sendirian yang benar-benar sendirian.


by Dita Oktamaya

Tahu Apa Kamu

Aku yang duduk di belakangmu,
menatap bahumu penuh harap agak ragu

Tahu apa kamu tentang hatiku?
Berkata yakin aku sanggup menjalani semua tanpamu

Tahu apa kamu tentang pikirku?
Berkata bisa aku sanggup melalui semua tanpa tawamu

Kamu tidak tahu aku,
begitu pun mereka

Mengumpulkan serpihan kenangan pembentuk angan,
kata siapa akan berakhir?
Karena terbiasa yang akan berubah,
terkurung rindu yang terus lupa

Tahu apa kamu tentang diriku?
Kamu tidak tahu,
tidak pernah ingin tahu,
tidak akan mencari tahu

Karena itu jangan katakan apa-apa padaku,
jangan sok tahu.
Karena kamu tidak tahu.


Puisi by Dita Oktamaya

Tuesday, October 16, 2012

Semoga

Hari ini saya sudah mendapatkan kelanjutan kabar mengenai skripsi saya yang mulai semester ini harus (mau tidak mau, suka tidak suka) saya kerjakan dan selesaikan. Akhirnya, hari ini saya mengetahui siapa dosen pembimbing skripsi saya. Bapak yang sangat baik dan sangat sangat berkharisma. Beliau bersedia membantu saya mencapai target untuk lulus sesuai pada waktu yang saya inginkan.

Semoga apa yang saya jalani dengan dosen pembimbing skripsi saya ini diberi kelancaran dan keberkahan oleh Allah.

Semoga segalanya selalu baik-baik saja sesuai dengan rencana yang seharusnya.

Semoga saya tidak tiba-tiba menjadi orang tanpa tulang yang tidak bisa bangkit dari kasur (malas).

Semoga kalian semua diberi kesehatan dan kebaikan sehingga senantiasa dapat mendoakan saya yang berjuang untuk tugas akhir saya di sini.

Semoga orang tua saya selalu diberi sehat dan rezeki yang cukup oleh Allah, sehingga mereka tidak kekurangan satu apapun ketika masih menyekolahkan saya di sini.

Semoga kakak saya dimudahkan jalannya untuk menjadi apoteker terbaik di Indonesia dan mendapat pekerjaan yang sangat layak atas perjuangan kerasnya selama ini.

Semoga sahabat saya, Damar Rakhmayastri, dimudahkan presentasi seminarnya tanggal 17 Oktober 2012 nanti dan dilancarkan skripsinya, penelitiannya, penyelenggaraan pamerannya, dan segala bentuk macam hal yang dia lakukan, sehingga saya jarang bisa sering-sering menghabiskan waktu tertawa, bergosip, melakukan hal konyol karena imajinasi berlebih, diskusi, dan lain sebagainya (kecuali hari ini, saya senang karena hari ini saya seharian banyak tertawa dengan anak konyol ini).

Semoga jodoh (yang paling baik) saya datang di waktu yang tepat, sehingga saya dapat berani membuat komitmen bahwa dia adalah orang yang tepat untuk teman hidup saya.

Semoga semua teman-teman saya yang sedang menyusun skripsi maupun tidak sedang menyusun skripsi senantiasa diberi kebahagiaan, sehingga stress tidak menjangkiti mereka.

Semoga orang baik tetap menjadi orang baik.

Semoga orang yang tadinya jahat, menjadi orang yang baik.

Semoga kehidupan selalu seimbang.

Semoga dunia damai.

Semoga bumi terus berputar.

Semoga Allah selalu bersama saya.

Amin.


by Dita Oktamaya