Tuesday, January 20, 2009

Air Yang Mengalir


Bila menatap ke luar jendela, kadang saya suka terdiam sendiri. Kemana hujan itu?
Well, saya memang tidak pernah berharap hujan datang terus-menerus tanpa mengenal waktu, tidak!
Tapi sepertinya, tanpa hujan saya merasa kehampaan yang luar biasa.
Saya kangen hujan, itu saja.

Biasanya hujan selalu mewarnai hari-hari saya di awal januari ini, tapi sekarang hujan datang sesekali, seolah menyadari kepadatan aktivitas saya untuk melakukan pekerjaan yang harus dikerjakan tiap waktu (di luar ruangan yang tentunya membutuhkan tempat kering untuk melakukannya).

Bicara tentang hujan, saya jadi teringat tentang air, elemen 'kuat' di dunia ini yang paling saya gemari setelah udara. Pernahkah kalian mendengar kata-kata bijak tentang air?

"Biarkanlah saja hidup kita mengalir seperti air."

Suatu hari saya sempat tergelitik dengan perkataan seorang kakak kelas dari Sekolah Menengah Pertama saya dulu :

"Orang yang paling bodoh adalah orang yang membiarkan hidupnya begitu saja, mengalir seperti air. Hello! Emang lo semua mau, kehidupan lo mengalir seperti air, mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang rendah dan pada akhirnya kembali ke comberan?"

Saya berpikir kembali, ada benarnya juga.

Sebenarnya saat itu ada banyak ingkaran yang ingin saya utarakan padanya, sebagai pandangan lain tentang hidup dan air, tapi anehnya ingkaran itu hanya berputar di hati saya. Sebaliknya, penalaran otak saya mengatakan bahwa saya setuju dengan gadis keras kepala itu. Bagaimana menurut kalian?

Well, agak rumit memang. Secara logika dan fakta yang ada, air memang mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah. Semua orang juga sudah tahu bahwa pada akhirnya air akan kembali ke tanah atau sesuatu yang lebih rendah bahkan dari kaki kita (istilah kasarnya, comberan!)

Tapi kembali lagi dengan penalaran hati yang mengingkari pendapat ini. Air mengalir seolah menunjukkan proses kehidupan manusia yang apa adanya, selalu kembali ke tanah (melihat ke bawah) untuk mempelajari setiap kesalahan yang ada, dan menatap hujan turun (menengadah ke atas) untuk merancang masa depan demi kehidupan yang lebih baik.

Sungguh, kata-kata seperti ini lah yang sejujurnya ingin saya utarakan pada gadis yang memberikan asumsi tentang kehidupan dan air tersebut, tapi sulit bagi saya ketika logika dan hati menginginkan hal yang berbeda. Kalian sependapat dengan saya, bukan?

Well, bicara tentang logika dan hati agak sulit untuk mengatakan bahwa saya akan jarang meng-update blog ini, karena rutinitas yang padat dan melelahkan ini menuntut saya untuk tetap fokus. Jujur saya benar-benar merindukan kalian (seperti saya merindukan hujan ;p). Rindu untuk menumpahkan rasa, bersenda gurau, merancang impian, dan lainnya.

Saya rasa cukup untuk hari ini, maaf jika banyak hal yang membuat kalian rindu dengan saya (mohon izin bila terjadi gede rasa di blog ini ;p). Saya akan merindukan kalian dan akan berusaha untuk meng-update blog ini semampu yang saya bisa. Terima kasih untuk semuanya, kalian memang benar-benar hebat karena selalu menjadi inspirasi saya di setiap kesempatan.

Live your own life, don't allow people to mess on it!
Karena hanya kalian yang mengerti kehidupan kalian sendiri. Keep health and take care all ;p


-----


NB : Ujian masuk universitas dan ujian nasional tinggal hitungan minggu, mohon doanya.


--pic : http://img132.imageshack.us/img132/3166/rainydj8.jpg


by Dita Oktamaya

4 comments:

pojokjambi said...

tunggu aja bentar lagi juga hujan kok, kan biasanya kalo imlek suka hujan... hehehehe....

dita oktamaya said...

to : pojokjambi

hehehehe..iya bener juga..^^

Augustine Merriska said...

dit, kalo kalo menurut gw (baca : menurut kesoktahuan gw. hehe) maksud dari 'biarkanlah hidupmu mengalir seperti air' adalah kita dibiarkan menerima perjalanan hidup kita apa adanya. biarin aja kita terus melangkah, entah seperti apa jalur yang kita lewatin, batu seperti apa yang harus kita tempa, atau berubah seperti apa arus kehidupan kita, entah deras, entah tenang, yah kita terima aja. kita nikmati aja. kita pelajari aja.

kalo secara filsafat mungkin, 'hidup sesuai dengan rencana Tuhan'. karena emang rencana Dia kan dit yang paling baik buat kita? Dia yang nyiptain kita. Dia yang tau tujuan hidup kita. Dia yang tau dimana kita nanti akan bermuara. dan semua itu kita aminin selalu baik adanya.. :)

hehe mungkin itu kali yah dit menurut gw. btw makasih yah buat semangatnya di post yang kemaren. hihi.

semangat juga buat USM dan UAN nyaa!

dita oktamaya said...

to : Augustine Merriska

hehehehe..iya kak, waahh..terima kasih udh mau berbagi di sini, seneng bisa baca sisi lain kehidupan dari perbedaan padangan hidup manusia...^^

thanks ya kak, TETEP SEMANGAT!!!!!!!!~~~ (kedengerannya kok kayak slogan kuis ya? ;p)