Sunday, January 15, 2012

Mereka Itu Seperti Uang


Bagaimana dengan akhir pekan kalian? Apakah menyenangkan?

Jika kalian bertanya kepada saya, saya akan menjawab, entahlah. Ah, maaf bukan karena saya tidak ingin menjawab pertanyaan seperti itu, tetapi karena saya memang benar-benar tidak tahu harus menjawab seperti apa :(

Pagi ini saya disibukkan dengan rapat kepengurusan tim inti KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang akan diselenggarakan mulai tanggal 09 Juli 2012 sampai 15 Agustus 2012 nanti. Mungkin kalian berpikir, oh masih lama, lama sekali karena saat ini masih awal tahun, tetapi saya harus melakukan rapat ini dan rapat itu karena saya dan teman-teman saya (kami) berinisiatif membuat proposal untuk pengajuan ke sebuah desa tertentu dengan program kerja yang kami buat sendiri, jadi intinya kami bekerja dengan apa yang menjadi pemikiran kami dan jerih payah kami, kami berusaha sendiri, jadi doakan kami agar semuanya berjalan lancar dan baik-baik saja :)

Mungkin kalian bingung KKN seperti apa yang kami lakukan. Tidak. Tidak. Tidak seperti yang orang lain pikirkan, bukan KKN di sebuah kantor seperti yang dilakukan orang-orang di Jakarta sana, tidak.

KKN di sini maksudnya adalah kami (mahasiswa dan mahasiswi) dituntut untuk terjun langsung ke lapangan. Lapangan kerja? Tidak. Bukan. Lapangan masyarakat. Kami dituntut untuk berinteraksi dengan masyarakat dan mengembangkan desa yang dihuni oleh masyarakat tersebut.

Oh, mungkin kalian berpikir apa manfaat yang akan diterima oleh kami?

Sejujurnya saya masih belum tahu, tetapi sejauh pengamatan saya, manfaat yang akan kami terima adalah (yang paling pasti) sertifikat sebagai salah satu syarat wisuda kelulusan, nilai (semoga dapat nilai A), lalu? Hmm... Pelajaran hidup.

Ah, jika bukan karena KKN ini, saya tidak akan sadar bahwa sebenarnya saya tidak memiliki keterampilan apa-apa. Begitulah, di KKN kalian dituntut untuk 'mengajarkan' sesuatu yang baru kepada masyarakat setempat. Ya, sesuatu. dan hingga saat ini pun saya bingung apa yang seharusnya (dan lebih baik) saya ajarkan, karena memikirkan hal itu lah saya menjadi sadar bahwa sebenarnya keterampilan yang saya miliki adalah nihil.

Tetapi saya tidak akan menyerah. Tidak. Tidak akan. Saya akan mencari tahu sesuatu yang baru, mempelajarinya, dan mengajarkan kembali kepada masyarakat. Karena waktu KKN masih (sedikit) lama, jadi saya harap saya bisa mencari tahu sesuatu yang baru yang bisa diajarkan kepada masyarakat.

Kalian tahu? Memikirkan KKN dan segala hal yang berkaitan dengan KKN itu sering kali membuat saya mual dan (terkadang) susah makan.

Alasannya? Saya merasa (sedikit) kurang nyaman. Saya tahu ini adalah awal di mana kehidupan bermula, turun langsung berinteraksi dengan masyarakat luas. Itulah hidup yang sebenarnya, tetapi memikirkan hal itu pun saya tidak berani, saya cemas.

Coba bayangkan, tinggal di suatu tempat yang asing selama 5minggu lebih dan kalian tidak mengerti apa-apa tentang bahasa ibu penduduk setempat, dan kalian tidak tahu apakah kalian akan cocok dengan kebersihan dan budaya di sana. Bagi saya itu merupakan kecemasan tersendiri, jika kalian bertanya apakah saya takut? Saya akan bertanya kembali kepada kalian, apakah kalian tidak takut?

5minggu memang bukan waktu yang lama, tetapi juga bukan waktu yang sebentar.

Adaptasi.

Ah, semua orang bisa melakukannya, termasuk saya. Pasti. Namun, tetap saja saya cemas. Terkadang segala hal bisa berada di luar pemikiran seseorang kan? Baik itu hal yang postif atau negatif dan saya cemas untuk itu. Cemas untuk meninggalkan zona nyaman saya. Cemas sekali.

Tetapi kalian tahu apa yang membuat saya menurunkan sedikit kadar kecemasan saya terhadap KKN ini?

Tepat sekali.

Teman-teman saya.

Tim saya.

Ah, mereka itu, apa ya, mereka itu seperti uang.

Aneh ya?

Ya, Tim saya itu ibarat uang bagi orang-orang yang (agak) kurang suka dengan pekerjaannya. Orang-orang itu tetap bertahan dan tidak menyerah karena mereka butuh uang dan karena mereka suka uang.

Dan saya?

Saya seperti orang-orang itu, saya tidak suka memikirkan segala sesuatu mengenai KKN (diibaratkan dengan pekerjaan), tetapi saya suka tim saya (diibaratkan dengan uang).

Saya suka mereka.

Saya suka cara mereka bercerita. Saya suka cara mereka bercanda. Saya suka pengetahuan baru saya yang timbul akibat mereka. Saya suka kenyamanan yang mereka ciptakan meskipun terkadang mereka suka menyebalkan dan menyeramkan setiap kali perdebatan muncul di antara mereka. Saya suka mereka. Mereka orang-orang baik yang selalu sanggup bekerja keras, berpikir keras, tetapi masih ingat untuk bermain dan tertawa keras.

Mereka itu seperti uang.

Ah, tidak, mereka lebih berharga dari uang.

Dan saya harap proposal yang diajukan ini dapat tembus dan diterima oleh universitas saya, sehingga tim kami tidak dibubarkan, saya suka tim ini. Saya suka jika harus bekerja dengan tim ini, dengan teman-teman baru saya ini. Saya suka uang (tim saya) yang seperti ini.

Ah, kalian mungkin tidak tahu. Tidak. Tidak. Saya yakin kalian pasti tahu, jika memikirkan hal tentang saya yang akan bekerja (KKN) bersama tim seperti mereka, dibandingkan rasa suka saya terhadap tim saya ini, rasa cemas saya tidak ada apa-apanya.



---pic : google.com



-----


NB : Dedicated to Tim KKN (Ksatria Bledug Semeru : AMRETA BRATA WIRA BHAKTI 63) nama tim ini selalu bagus, tetapi saya terkadang (lebih) suka dengan canda renyah kita dengan menyebut tim ini adalah Laskar Grudag Grudug. Hehe. Semangat terus ya, teman-teman. Saya tidak ingin bekerja terpisah dari kalian, jadi kita harus semangat menyelesaikan proposal ini agar tim kita tidak bubar :)






By Dita Oktamaya

4 comments:

HEЯRY said...

semoga sukses ya dengan KKNnya, belajar menjaga diri dalam merantau..

Dita Oktamaya said...

@herry :
terima kasih : )

arasi said...

KKN itu mudah kok. sangat mudah bila kamu mudah berinteraksi. Yang susah adalah memahami masyarakat yang pola pikirnya sangat berbeda dengan kita dan menyelaraskan dengan yang kita minta. Siap-siap dengan telinga dan mulut mereka yang tidak akan berhenti mengoceh dengan setiap gerak gerik mu. Maka, lakukan sebaik yang kamu bisa =)) 화이팅!!!!!

Dita Oktamaya said...

@arasi :
oh, God! thanks a lot lovely, saya selalu bisa mengandalkan kamu untuk cerita ini-itu :)